Siswa Merokok di Sekolah Bukti Krisis Moral semakin Meluas

Siswa merokok

Oleh: Perwita Lesmana

 

 

LensaMediaNews.com, Opini_ Kasus Kepala SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten diduga menampar siswa yang merokok di lingkungan sekolah menjadi kasus viral di media sosial. Ada aksi mogok masuk sekolah yang dilakukan siswa hingga pelaporan ke pihak berwajib karena orang tua merasa tidak terima anaknya ditampar. Meski pada akhirnya laporan dicabut dan diselesaikan secara damai namun dampak dari hal ini tentu tidak serta merta berhenti begitu saja.
Selain itu di media sosial beredar foto siswa berinisial AS yang merokok dan mengangkat kaki di samping seorang guru. Sang guru seolah membiarkan tindakan pelanggaran aturan sekolah sekaligus norma kesopanan. Gambar tersebut mungkin hanya secuil potongan buramnya pendidikan di Indonesia.

 

Menurut data SKI (Survei Kesehatan Indonesia) 2023 kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok paling banyak yaitu 56,5% kemudian usia 10-14 tahun sebanyak 18,4% (Kemkes.go.id 29/05/2024). Hal ini menunjukkan usia remaja menduduki posisi terbanyak sebagai perokok aktif.

 

Dilema Sistem Pendidikan

Ruang gerak guru dalam mendidik siswa semakin terbatas, sementara siswa makin di luar batas. Guru tidak lagi bisa leluasa menjalankan perannya sebagai pengajar sekaligus pendidik generasi. Peraturan yang ada yaitu UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada faktanya belum mampu memberi jaminan. Guru seolah tak berdaya dan terancam posisinya ketika upaya pendisiplinan siswa dilaporkan sebagai tindak kriminal.

 

Dilema dalam dunia pendidikan ini sudah tejadi sejak lama, namun semakin sering kita dengar saat era media sosial berkembang pesat. Tindak kekerasan memang tidak dibenarkan dalam dunia pendidikan namun juga harus ada aturan yang tidak abu-abu. Guru bisa menjalankan peran mulianya sebagai pendidik generasi. Siswa juga paham kewajiban, hak serta arah hidup yang dijalani. Hal ini tentu butuh kerja sama berbagai pihak untuk mendapat kebijakan yang tepat dan adil bagi semua pihak.
Sistem liberal kapitalis melahirkan generasi yang lemah, mudah terpengaruh tren, tidak taat aturan dan krisis moral. Merokok dianggap sebagai tanda kedewasaan dan penting dalam pergaulan. Apalagi propaganda iklan rokok disebar secara besar-besaran di acara yang banyak dihadiri anak muda. Pemerintah seperti kehilangan taringnya karena salah satu pendapatan negara dari pajak rokok.

 

Solusi Islam

Perilaku merokok yang digemari ini selain merugikan kesehatan diri sendiri, juga orang di sekitar. Terlebih bagi seorang siswa yang belum mempunyai penghasilan, pasti akan meminta uang pada orang tua. Jika seorang pelajar yang dididik dengan kurikulum Islam tentu akan merasa hal ini tindakan sia-sia bahkan merugikan. Ia tahu tujuan hidupnya untuk beribadah kepada Allah bukan melakukan yang malah menjauhkan dari rida-Nya. Selain itu ia sadar semua yang ia lakukan akan diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak.

 

Islam adalah agama yang sempurna mengatur setiap aspek kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Pendidikan dalam Islam merupakan hal yang sangat diperhatikan. Terlebih guru yang berperan sebagai pihak yang memiliki kemampuan mengajarkan ilmu. Islam sangat menekankan pentingnya adab kepada guru karena Allah pun meninggikan derajat orang yang berilmu. Dalam QS. Al Mujadilah:11 bahwa Allah mengangkat orang-orang beriman dan orang berilmu beberapa derajat.
Upaya seorang guru yang mengingatkan siswanya karena melanggar aturan adalah dalam rangka amar maruf nahi mungkar. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, dengan syarat tanpa kekerasan. Guru bukan hanya tenaga yang dibayar untuk mentrasfer ilmu pengetahuan, namun lebih dari itu mencetak generasi yang menjadi penerus peradaban.

 

Sedangkan siswa adalah aset berharga yang akan meneruskan perjuangan. Pendidikan tidak dimulai dari sekolah tapi dari rumah yang menanamkan fondasi dasar yaitu akidah. Tentunya, juga didukung oleh fasilitas dan kebijakan yang dibuat oleh pemegang kekuasaan yaitu pemerintah. Jika hari ini banyak siswa dalam kategori remaja yang berani merokok bahkan di lingkungan sekolah. Maka yang harus dibenahi tidak hanya aturan sekolah tapi juga sistem yang berlaku di sebuah negara.