Derita Palestina, Derita Kaum Muslim Seluruh Dunia

Oleh Asha Tridayana
LensaMediaNews.com, Opini_ Nasib Palestina semakin tragis dan mengenaskan. Jumlah korban terus bertambah termasuk perempuan dan anak-anak sementara Israel masih saja melakukan penyerangan. Bahkan menggunakan senjata mematikan dengan amunisi termal dan termobarik atau senjata bersuhu tinggi. Senjata ini tidak hanya membunuh tapi juga melenyapkan tanpa sisa sehingga tidak ada jasad warga Palestina hanya percikan darah atau potongan kecil tubuh yang tertinggal.
Hal ini dikabarkan oleh Al Jazeera setelah melakukan investigasi khusus bahwa sedikitnya 2.842 warga Palestina sejak Oktober 2023 telah lenyap atau menguap berdasarkan dokumentasi lapangan di jalur Gaza. Mahmoud Bassal, Juru bicara otoritas pertahanan sipil Gaza menjelaskan metode eliminasi yang digunakan yakni membandingkan jumlah penghuni dalam bangunan yang diserang dengan jumlah jenazah yang ditemukan. Kemudian adanya pasokan senjata dengan amunisi termal dan termobarik dari Amerika Serikat. Padahal senjata tersebut dilarang secara internasional karena dapat menciptakan bola api sangat besar dan efek vakum.
Tidak hanya itu, Al Jazeera juga melaporkan beberapa tipe amunisi pasokan Amerika Serikat yang digunakan oleh Israel di Jalur Gaza. Bom MK-84 mampu menghasilkan panas lebih dari 3.500 derajat Celcius. Kemudian bom penghancur bunker BLU-109 digunakan dalam serangan Israel di Al-Mawasi, Jalur Gaza, pada September 2024. Sedangkan bom luncur presisi GBU-39 digunakan dalam serangan di Sekolah Al-Tabin yang membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak (news.detik.com 13/02/26)
Menurut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Munir Al Bursh bahwa panas ekstrem berdampak secara biologis pada tubuh manusia yang 80 persennya terdiri dari air dengan titik didih 100 derajat Celcius. Sehingga saat tubuh terpapar panas lebih dari 3.000 derajat Celcius diiringi dengan tekanan dan oksidasi sangat besar maka cairan dan jaringan tubuh mendidih seketika hingga menguap dan berubah menjadi abu atau lenyap tidak bersisa (www.cnnindonesia.com 14/02/26).
Kekejaman Israel sudah melebihi batas, serangannya terhadap Gaza telah memakan ribuan nyawa bahkan perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata hanya retorika seolah sama-sama menginginkan perdamaian padahal memanfaatkan keadaan untuk semakin menindas Palestina. Apalagi penggunaan senjata termobarik dengan kemampuan menghasilkan panas melebihi 3.500 derajat Celcius semakin nyata menunjukkan kebiadaban modern dan tidak berperikemanusiaan. Dengan kata lain, Israel terang-terangan melakukan genosida terhadap Palestina.
Parahnya, dunia justru diam padahal mengetahui telah terjadi pelanggaran HAM karena serangan Israel telah mengenai warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Begitu banyak negara di dunia namun tidak satu pun mampu menghentikan. Semuanya kehilangan nyali, berlindung di balik kekuasaan yang semestinya mampu menggerakkan dunia. Mereka telah dibutakan kepentingan pribadi hingga tidak peduli saat Palestina benar-benar sengsara.
Kerusakan yang dialami Palestina semakin parah. Tidak hanya fisik tapi juga mental. Solusi damai tidak mampu menyelesaikan justru Israel semakin besar kepala karena keberadaanya menjadi diakui dunia. Sehingga satu-satunya jalan hanya melalui jihad dibawah satu komando kepemimpinan Islam. Barulah Israel dapat diusir dari tanah Palestina dan membebaskan seluruh rakyat Palestina dari penderitaan berkepanjangan.
Dapat dikatakan bahwa memerangi Israel merupakan kewajiban bagi kaum muslim. Bukan jalan damai, mengalah apalagi membuka jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslim. Oleh karena itu, menjadi kewajiban seluruh kaum muslim untuk memahami hukum jihad agar dapat diterapkan. Hal ini dapat terwujud ketika memahami hanya kesatuan dan kekuatan kaum muslim seluruh dunia yang dibutuhkan saat ini untuk menaklukkan Israel bukan yang lainnya. Terlebih penderitaan Palestina semestinya menjadi derita seluruh kaum muslim.
Sehingga tegaknya sistem Islam dan kepemimpinan Islam menjadi hal yang sangat penting. Karena hanya melalui kepemimpinan Islam, seluruh kaum muslim bersatu dan menghimpun kekuatan untuk berjihad melawan Israel. Tentunya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar untuk membentuk kesadaran di tengah umat yang saat ini dirusak pemikiran dan pemahamannya oleh Barat.
Hal ini hanya dapat dilakukan oleh partai politik Islam yang konsisten menyeru kebenaran hakiki tanpa unsur kepentingan pribadi atau golongan. Termasuk berupaya menyadarkan umat untuk bersatu menjadi umat terbaik seperti yang dijanjikan Allah swt. Oleh karena itu, kaum muslim seharusnya berbondong-bondong menjadi bagian partai politik Islam ideologis untuk memperjuangkan tegaknya kepemimpinan Islam di tengah-tengah umat. Inilah solusi tuntas berbagai masalah saat ini termasuk genosida di Palestina.
Wallahu’alam bishshawab.
