Zionis Menargetkan Masa Depan Palestina, Dunia hanya Menonton

Free Palestine

 

Oleh Sabila

 

LensaMediaNews.com, Surat Pembaca_ Sebuah laporan terbaru dari Komisi Penyelidik Internasional Independen PBB menegaskan realitas kelam di Jalur Gaza, di mana tindakan militer Israel dinilai bukan lagi sekadar operasi pertahanan diri, melainkan sebuah strategi sistematis yang sengaja menargetkan anak-anak Palestina, generasi masa depan bangsa mereka. Melalui penggunaan senjata presisi, penghancuran fasilitas medis dan sekolah, hingga penerapan taktik kelaparan massal, tindakan ini telah merenggut lebih dari 21.280 nyawa anak-anak dan memenuhi unsur-unsur genosida serta kejahatan kemanusiaan (BBC com, 24-6-2026).

 

Fakta di lapangan ini secara gamblang mengonfirmasi bahwa Zionis memang sengaja menargetkan anak-anak Gaza dalam rangka genosida demi menghabisi Muslim Palestina. Demi meraih ambisi utama mereka, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan proyek “Israel Raya”, mereka menghalalkan segala cara, termasuk membantai anak-anak tanpa memedulikan kesepakatan gencatan senjata maupun rentetan kecaman dari berbagai lembaga internasional.

 

Kenyataan pahit ini menjadi bukti bahwa dunia tidak lagi bisa berharap pada perubahan internal Zionis, seperti pergantian Perdana Menteri, ataupun pada PBB yang telah terbukti gagal total dengan puluhan resolusi mandulnya. Terlebih, harapan juga mustahil digantungkan pada penguasa dunia Islam saat ini yang justru makin merapat pada Amerika Serikat dan entitas Zionis akibat cengkeraman paham nasionalisme serta kalkulasi politik kapitalistik yang pragmatis. Di tengah kebuntuan global ini, satu-satunya harapan nyata bagi pembebasan Palestina dan penyelamatan generasinya berada pada tegaknya Khilafah Islamiyah. Sebagai institusi politik Islam, Khilafah-lah yang akan mengomandoi institusi militer untuk melancarkan jihad fi sabilillah guna mengalahkan kekuatan Zionis dan merebut kembali tanah Palestina secara total.

 

Hanya melalui institusi Khilafah, perlindungan hakiki bagi anak-anak Palestina dapat diwujudkan kembali secara menyeluruh, mulai dari jaminan keamanan jiwa, pemulihan kesehatan fisik dan mental, pemenuhan hak pendidikan, hingga kesejahteraan hidup dan kepastian masa depan mereka. Oleh karena itu, mengakhiri genosida di Palestina tidak cukup dengan retorika perdamaian semu, melainkan harus menyentuh akar persoalan dengan memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah sebagai qadhiyah masiriyah (masalah utama dan menentukan hidup-mati) umat Islam di seluruh dunia.