Aksi Premanisme Tak Terkendali, Siapa yang akan Peduli?

Oleh Farida Zahri
Muslimah Peduli Generasi.
Lensamedianews.com_ Aksi Premanisme yang berkedok Organisasi Masyarakat ( ORMAS ) yang sudah benar-benar menciptakan keresahan ditengah kehidupan masyarakat, sehingga iklim bisnis tidak kondusif dan kondisi ini mulai mendapat sorotan penguasa untuk membentuk satgas terpadu operasi penanganan premanisme dan ORMAS. (CNBC Indonesia.com, 05-05-2025 )
Premanisme semakin mengkhawatirkan, belakangan ini marak terjadi tawuran yang menggunakan senjata tajam bahkan terjadi kekerasan yang mengancam jiwa jelas ini membahayakan warga masyarakat. Premanisme tidak boleh dibiarkan karena dinilai mempertaruhkan kewibawaan aparat dan Negara. ( Metrotvnews.com, 08-05-2025 ).
Keberadaan premanisme sekarang beragam semakin kreatif, yang awal mulanya hanya dilakukan secara individu kini berkelompok bahkan dikemas seolah sebagai ormas namun tetap menciptakan suasana yang meresahkan bahkan menakutkan.
Kadiv Humas polri Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan, polri telah berhasil menangani sebanyak 3.326 kasus premanisme diberbagai wilayah. Kasus yang ditangani polri difokuskan pada berbagai bentuk kejahatan seperti pengancaman, perusakan fasilitas umum, pengeroyokan, penganiayaan serta penculikan.
Bahkan salah satu aksi Premanisme menggangu pembangunan pabrik mobil listrik yang berlokasi di Kabupaten Subang.
Premanisme merupakan sekumpulan orang yang memiliki cara pandang hidup yang mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Dan awal mula berkembang premanisme dimasa orde baru, ketika keadaan ekonomi sangat sulit, terjadi pengangguran yang dialami masyarakat.
Akibat dari semua itu banyak orang mencari penghasilan dengan instan yang mudah dan cepat yaitu dengan melakukan pemerasan dengan cara kekerasan.
Aksi Premanisme akan semakin tak terkendali, ketika Mereka melakukannya secara kelompok yang semakin membuat masyarakat terganggu kenyamanan bahkan keamanannya.
Berbagai faktor hingga terjadinya premanisme diantaranya ada individu yang mencari jalan pintas untuk meraih materi, yang sangat miris karena kemiskinan akut yang tidak bisa teratasi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dengan pembentukan satgas untuk menangani premanisme tidak akan menyentuh akar permasalahan, karena masalah premanisme bukan fenomena dadakan yang muncul sekarang saja. Ada hal yang lebih utama yang harus dilihat adanya peran sistem yang memicu budaya preman yang sukar untuk dituntaskan selama sistem sekuler kapitalisme masih digenggam erat untuk mengatur aspek kehidupan.
Dalam pandangan Islam, yang memiliki konsep komprehensif yang sangat paripurna dalam menyelesaikan semua permasalahan kehidupan, termasuk persoalan premanisme yang meresahkan.
Sistem pemerintahan Islam memikirkan penopang dengan pilar pilar yang akan berdiri kokoh untuk menjaga kekuatan suatu Negara berdiri tegak dengan landasan akidahnya.
Bagaimana ketika ketakwaan individu secara menyeluruh, dengan segala aktivitas amal perbuatannya hanya bertolak ukur pada apa yang diperintahkan dan menjauhi semua yang dilarang oleh Allah aza wajalla.
Dan disaat Islam sebagai landasan maka akan melahirkan amar makruf nahi Munkar dalam bermasyarakat, akan memiliki cara pandang yang sama tentang perbuatan keji dan maksiat.
Maka akan melahirkan kebiasaan saling menasehati dalam kebaikan dan akan mengingatkan ketika ada pelanggaran syara
Maka fungsi masyarakat sebagai kontrol sosial akan terwujud.
Sedangkan dalam penegakan sistem sanksi Islam, akan menerapkan sanksi bagi pelaku premanisme dilihat jenis pelanggarannya yang mereka lakukan.
Apakah diberlakukan sanksi jinayah atau kisas.
Jika masuk katagori ta’zir maka ketetapan berdasarkan wewenang Khalifah atau kodi secara mutlak.
Mekanisme Aparat penegak hukum yang berada dibawah wewenang departemen dalam negeri yang mengurusi segala bentuk gangguan keamanan dalam negeri.
Jika semua komponen itu diterapkan dalam sebuah sistem pemerintahan Islam, maka keamanan dan kenyamanan masyarakat akan terwujud nyata .
Wallahu a’lam bishdhawab
