Ambisi Trump di Gaza: Kolonialisme atas Nama Investasi
Oleh: Adrina Nadhirah
Lensamedianews.com, Opini — Melansir kabar berita CNN Indonesia, pada 10 Februari, Trump telah menyatakan rencana barunya di Gedung Putih untuk menguasai Gaza secara total. Pasalnya, dia ingin agar 2 juta warga gaza yang tersisa direlokasi ke negara Arab lainnya seperti Mesir dan Yordania. Alasannya adalah untuk membangun kembali Gaza yang sudah hancur dan menjadikannya kota wisata yang terkenal di Timur Tengah. Katanya, Gaza akan diduduki oleh semua orang di dunia dan menyediakan banyak lapangan pekerjaan. Trump meyakini jika warga Gaza dipindahkan dari proyek kawasan elit, Riviera Timur Tengah milik Amerika Serikat, akan tumbuh dan menyediakan lapangan pekerjaan, hingga peluang investasi.
Pernyataan ini menimbulkan kontroversi dalam kalangan negara-negara muslim. Liga Arab tidak setuju dengan rencana itu karena bakal mencetuskan ketidakstabilan politik dan ekonomi negara-negara yang terlibat. Amerika Serikat sekarang ingin memperketat kebijakan luar negerinya untuk membendung banyaknya warga asing. Tetapi, giliran hak negara lain ingin mempertahankan kestabilan negerinya, Trump bersikeras dengan kepentingan dirinya sendiri. Sungguh sifat arogan yang tidak bisa dibendung lagi. Tindakannya jelas menunjukkan keperibadian dan sudut pandangnya yang hanya memikirkan keuntungan, biarpun orang lain harus dikorbankan.
Faktanya, negara-negara muslim memang dikurniakan Allah dengan kekayaan sumber alam melimpah, yang tidak dimiliki oleh negara kaum kuffar. Timur Tengah saja terkenal kaya akan sumber minyaknya. Kilang terbesar penghasil minyak ada di Gaza. Ribuan Barrel minyak yang ada di sana menjadi incaran Trump untuk menguasainya. Dia melihat potensi ekonomi yang besar di sana dan tidak ingin terlepas begitu saja, karena mereka sangat bergantung pada sumber minyak dari Timur Tengah. Dengan membantu anak tirinya, Israel, untuk menguasai Gaza sejak puluhan tahun lalu, ia akan menghasilkan situasi ekspor-impor yang hanya menguntungkan Amerika Serikat. Aktivitas makro ekonomi di sana antara Amerika dan sumber kekayaan negara-negara muslim akan berjalan pesat.
Liga Arab hanya mampu menolak, tetapi tetap saja yang berada di tampuk kekuasaan dunia saat ini adalah si Firaun masa kini. Negara-negara muslim hanya bisa mengekor AS karena takut dan tidak berani.
Inilah alas an mengapa Islam itu harus dimenangkan atas agama-agama lain. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Fath,
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا ٢٨
“Dialah Tuhan Yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai Saksi.” (QS. Al-Fath [48]: 28).
Islam dan kekafiran tidak akan bisa disatukan sampai kiamat pun. Harus ada satu saja yang dianut dan diemban seluruh dunia. Oleh karena ideologi yang diyakini oleh negara di seluruh dunia sekarang adalah kapitalisme-sekularisme, kaum muslimin akan tetap dipijak dan dihinakan oleh musuh-musuh Islam. Negara-negara Arab di sekitar Gaza, termasuk juga di pelosok dunia yang lain hanya bisa diam dan melihat Gaza dibantai habis-habisan sejak dulu hingga sekarang. Kekayaan negara muslim akan terus dikuasai dan dieksploitasi.
Salah satu alat penjajahan yang paling membunuh adalah penggunaan fiat money yang distandarkan kepada dollar Amerika. Dari aspek ekonomi, AS menjadi negara adidaya karena sistem ini. Kaum muslim tak akan bisa menang melawan kaum kuffar selagi Islam kaffah tidak diterapkan dan tidak ada persatuan antara negeri-negeri muslim.
Lemahnya kaum muslim saat ini tidak boleh dibiarkan. Tugas kita sebagai mahasiswa, pemuda, dan pengemban dakwah untuk giat menyebarkan ideologi dan pemahaman Islam yang utuh dan sempurna ke seluruh umat muslim dengan meneladani cara dakwahnya Rasul untuk menjadikan Islam sebagai sistem negara. Semuanya hanya untuk memastikan agar Islam dimenangkan atas ideologi lain dan kehidupan Islam dapat dilanjutkan.
Semoga Allah selalu menolong kaum muslimin, membebaskan Gaza dari belenggu orang-orang kafir. Dengan izin Allah, satu-persatu janji Allah terlaksana. Dan semoga kita selalu menjadi bagian dari itu. Aamiin ya Mujib. [LM/Ah]
