Bullying, Killing Me?

Oleh: Dila Retta
(Revowriter Lamongan)
LenSaMediaNews– For your information, bullying bisa berakibat merusak mental seseorang, lho! Mengalami kecemasan berlebihan, depresi, melukai diri, bahkan yang terfatal, bisa berbuntut bunuh diri.
Hasil survei dari Global School-Based Student Health Survey di Indonesia pada 2015 menemukan, 1 dari 20 remaja pernah merasa ingin bunuh diri. Ide bunuh diri mencapai 5,9 persen pada remaja perempuan dan 3,4 persen pada remaja laki-laki. Sebanyak 20,7 persen remaja juga pernah mengalami bullying. Jumat (11/10/2019). Dilansir dari Cnnindonesia.com
Berbicara bullying ternyata tidak hanya terjadi di dunia nyata, namun bullying pun bisa kita dapati di dunia maya. Bahkan lebih massif, mengingat komunimasi yang dilakukan tidak dengan bertatap muka. Di sisi lain, dunia maya adalah rumah ke dua mereka, tempat sebagian remaja mencari jadi dirinya.
Masalahnya, media sosial tidak selamanya menampakkan realita. Di dalam media sosial, apa yang ditampakkan seseorang, bisa jadi tidak menggambarkan kepribadiannya secara real. Ditambah lingkungan sekitar dan kesehariannya cenderung jauh dari agama. Maka karakter yang terbentuk pun lemah dan mudah putus asa. Sehingga menjadi sasaran empuk bagi bullying.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Social and Clicinal Psychology, seseorang yang telah kecanduan sosial media akan mengalami proses bawah sadar, yang disebut para peneliti sebagai “perbandingan sosial” dan dapat memicu perasaan depresi. Jumat (11/10/2019). Dilansir dari Cnnindonesia.com
Kita juga harus tau nih, bullying tidak hanya berdampak negatif pada korban saja. Tapi berdampak pula pada pelaku dan orang yang melihatnya. Korban akan merasakan depresi dan trauma mental, sedangkan pelaku akan cenderung untuk terus menganggapnya pembenaran. Orang sekitar yang melihat pun turut merasakan dampaknya dengan meniru atau menyerah putus asa.
Dalam Islam, tindakan bullying jelas dilarang. Allah telah menegaskan dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri.” [QS. Al-Hujuraat : 11]
Pun dalam sebuah riwayat hadits telah disebutkan: “Muslim adalah orang yang menyelamatkan semua orang muslim dari lisan dan tangannya…” [HR. Bukhari]
Sekarang pertanyaannya, jika kalian masih jadi pelaku bullying, are you real Muslim?
Next, tentang masalah depresi. Bagi siapa saja yang sedang mengalaminya, saya ingin bilang, “Kalian kuat, kalian hebat!” Kenapa saya bilang seperti itu? Karena saya tau, Allah tidak membebani kita dengan beban apapun, kecuali kita mampu. So, yakinkan diri kita. Allah yang akan bantu kita melewati ujian tersebut.
Allah Ta’ala berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya…” [QS. Al-Baqarah : 286]
Dalam firman-Nya yang lain Allah menegaskan: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,” [QS. Al-Insyirah : 5]
Jadi kenapa harus risau? Kenapa harus depresi? Kenapa harus memiliki pemikiran ingin mengakhiri hidup kita yang berharga ini?
Bunuh diri itu bukanlah solusi. Karena setelahnya, masalah sebenarnya akan kita temui. tentang pertanggungjawaban amal, pada semua yang telah kita lakukan. Apa yang akan kita sampaikan kelak saat berhadapan dengan Rabb Semesta?.
Pun jika memang terasa sangat menyakitkan, jangan pernah berpikir untuk balas dendam. Dendam bukan solusi permasalahan, tapi sebuah awal kehancuran. Bukan ketenangan yang akan kita dapatkan, justru perasaan risau yang berkepanjangan.
Oh ya, sebelumnya saya pernah membaca, ada statement yang menyatakan “Depresi itu terjadi bukan karena seseorang kurang ibadah”. Tapi maaf, saya tidak setuju dengan statement tersebut.
Saya lebih percaya firman Allah Swt.: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’du : 28]
Jadi, kunci dari permasalahan itu sebenernya cuma satu. Dekatkan diri kepada Allah! Kalau kita sudah bisa mengenali Allah, kita tidak akan pernah merasa seolah jadi orang paling menderita. Karena kita paham, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Dunia ini memang darul bala’, tempat ujian. Namun bagi mereka yang bertakwa, kesabaran adalah kerinduan, karena ia dekat dengan Allah pemilik semesta. Dengan begitulah ia meraih keridhoaan-Nya.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda: “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” [HR. Muslim]
Wallahu’alam.
[Lm/Hw/Fa]
