Daya Beli Menurun, Paylater Meningkat, di Mana Peran Negara?

Oleh Perwita Lesmana
Lensamedianews.com_ Daya beli masyarakat menurun di berbagai daerah termasuk di DKI Jakarta. Hal ini sudah diperkiraan sebelumnya oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), daya beli masyarakat di Jakarta selama momen Lebaran 2025 diperkirakan mengalami penurunan hingga 25 persen. Salah satu yang terdampak adalah para pedagang di Pasar Tanah Abang yang mengalami penurunan omzet yang signifikan (metrotvnews.com 10/04/2025).
Sekalipun ramai pengunjung yang datang namun hanya sebatas melihat dan membandingkan harga. Salah satu pedagang bernama Eli mengungkapkan, hal ini juga dampak perubahan perilaku konsumen. Mereka lebih memilih belanja secara daring karena dirasa lebih praktis dan murah (metrotvnews.com 10/04/2025)
Meningkatnya pembelanjaan secara daring juga bukan gambaran kesejahteraan rakyat secara umum. Banyak pembeli memilih daring dengan alasan bisa menggunakan fasilitas PayLater. Dikutip dari liputan6.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Ferbuarari 2025 total utang masyarakat Indonesia lewat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih akrab disebut PayLater di sektor perbankan menyentuh angka Rp 21,98 triliun.
Himpitan ekonomi membuat sebagian masyarakat mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan dengan berhutang. Layanan PayLater ini jadi pilihan karena dirasa mudah diakses dan tanpa syarat yang rumit. Apalagi dengan banyaknya promosi di media sosial, semakin dirasa normal menggunakan fasilitas ini untuk berbelanja.
Sekalipun tidak bisa dipungkiri, ada juga yang memanfaatkan PayLater untuk memuaskan gaya hidup. Konsumerisme di tengah masyarakat kapitalis menyerang semua lapisan masyarakat. Kalangan menengah ke bawah yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok pun, banyak yang terbius untuk membeli barang-barang yang bersifat sekunder.
Paylater yang marak saat ini berbasis ribawi. Alih-alih menjadi solusi, Paylater justru menjadi sumber masalah baru. Dengan adanya bunga dan denda jika terjadi keterlambatan pembayaran, tentu sangat merugikan masyarakat. Terlebih dari itu bagi seorang muslim transaksi semacam ini jelas haram dan menghilangkan keberkahan harta.
Penyebab
Dari carut marut kondisi yang berkelindan saling mempengaruhi, akar permasalahan dari semua ini adalah sekularis kapitalisme. Ketika paham ini menjangkiti sebuah masyarakat maka dampak buruknya menjalar ke berbagai aspek. Sistem sekuler yaitu pemisahan kehidupan dunia dengan agama Ketika masyarakat tidak lagi peduli dengan halal dan haram maka jalan apapun ditempuh demi mencapai tujuan. Keimanan bukan lagi sebagai pondasi
Sistem Kapitalis yang cenderung berpihak pada kepentingan pengusaha dan oligarki. Pemerataan ekonomi hanya menjadi mimpi. Kalangan ekonomi menengah ke bawah menjadi korban yang paling tersakiti. Sistem ini tidak mampu menjaga daya beli masyarakat bisa stabil. Sebaliknya terombang-ambing dalam ketidakpastian dan lonjakan harga yang tinggi.
Solusi Islam
Islam memiliki solusi dari setiap permasalahan yang terjadi dari dulu hingga masa kini. Solusi ini bisa diterapkan ketika negara mengambil Islam secara menyeluruh dalam mengatur kehidupan.
Pertama, perbaikan di faktor individu yaitu memperkokoh keimanan melalui peran keluarga. Pondasi pertama yang harus benar dan dilandasi akidah islam. Sehingga setiap aktivitas individu berlandaskan standar Islam. Tidak mudah hanyut dengan tren yang berkembang, tetap bersyukur meski dengan materi tidak berlimpah. Berikhtiar secara optimal dalam memenuhi kebutuhan tanpa harus terjebak dalam perkara riba dan dosa lainnya.
Kedua, perbaikan di faktor masyarakat. Lingkungan masyarakat yang selalu beramar maruf nahi munkar, senantiasa memberi nasehat dan mengingatkan jika terjadi kemaksiatan.
Ketiga, faktor negara yang berperan membuat kebijakan yang berlandaskan syariat Islam. Peran individu dan masyarakat tidak akan optimal tanpa dukungan negara. Negara memastikan setiap individu mendapat akses makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan secara gratis. Selain itu lapangan pekerjaan akan dibuka seluas-luasnya agar para ayah bisa memberikan nafkah pada keluarga. Negara juga akan melarang praktek riba seperti Paylater yang banyak merugikan masyarakat dan melemahkan daya beli.
Pemimpin atau khalifah dalam negara yang menjalankan Islam secara menyeluruh bukan bertujuan untuk mengambil sebanyak-banyaknya dari rakyat, justru sebaliknya. Khalifah adalah pelindung dan pelayan bagi rakyatnya. Berusaha menjalankan syariat Islam sebaik-baiknya.
