Demam One Piece, dari Anime ke Dunia Nyata

Oleh Nurfaizah
LensaMediaNews.com, Opini_ Bendera Jolly Roger yang menjadi simbol bajak laut di dunia anime One Piece, akhir-akhir ini justru banyak berkibar di dunia nyata. Dipasang di tiang bendera, digambar di truk- truk besar dan dikibarkan di mobil-mobil serta tempat- tempat umum yang terlihat mencolok.
Orang yang tidak tahu pun akhirnya penasaran, bendera apa itu? Dan yang mengherankan kenapa pengibaran bendera ini mendapat respon yang negatif dengan penyikapan aparat seperti kepada pelaku kriminal, dilarang karena dianggap sebagai makar.
Ternyata, bendera Jolly Roger dalam cerita di dunia One Piece ini adalah simpol perlawanan dan bentuk kekecewaan dari rakyat yang tertindas dan sewenang-wenang penguasa dan ketidakadilan. Hal ini dianggap relevan dengan kondisi yang dialami rakyat saat ini di sini. Maka jelang hari kemerdekaan RI ke-80th ramai diserukan untuk mengibarkan bendera Jolly Roger ini, sebagai bentuk keprihatinan bahwa ini belum merdeka secara hakiki. Ketidakadilan dan kesewenangan masih menghimpit rakyat.
Ekspresi kekecewaan dan keprihatinan orang dengan mengibarkan bendera One Piece ini seharusnya menjadi peringatan bagi penguasa betapa rakyat sudah merasakan kecewa dan menderita akibat ketidakadilan ini secara nyata. Seharusnya penampakan ekspresi ini tidaklah dianggap sebagai makar. Tapi sebuah gerakan yang muncul karena adanya keinginan untuk berubah menjadi baik. Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah protes rakyat ini akan diabaikan kemudian menghilang ditelan masa atau bisa dijadikan pemicu untuk membangun perubahan hakiki?
Ketika kita menginginkan perbaikan secara hakiki, maka kita harus mengetahui akar permasalahan dari munculnya ketidakadilan dan kesewenangan ini, maka jika kita amati secara mendalam, penerapan sistem kapitalisme adalah akar masalahnya. Kapitalisme ini yang menyebabkan orang yang memiliki modal yang besar akan dengan mudah menguasai sumber-sumber kekayaan alam. Sistem ekonomi kapitalis menyebabkan kemiskinan, rakyat susah memperoleh akses kepada barang-barang yang bernilai ekonomi. Kesenjangan antara si kaya dan miskin semakin lebar, seperti yang disampaikan Majalah Forbes bahwa total harta 50 orang terkaya di Indonesia tembus US$263 miliar atau setara Rp4209,25 triliun. Dalam sistem ekonomi kapitalis, negara berpihak pada kapital dan mengabaikan urusan rakyat. Inilah yang menyebabkan kesenjangan sosial yang lebar antara yang kaya dengan rakyat jelata.
Islam sebagai din yang berasal dari Pencipta manusia, datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan manusia terhadap manusia lainnya. Islam bukan hanya sekadar agama spiritual semata melainkan sebuah sistem kehidupan yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Dengan ajaran Islam akan tercipta khairu ummah (sebaik-baik umat). Umat yang mampu menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk penindasan manusia.
Untuk itu demam One Piece yang muncul saat ini seharusnya diarahkan menuju kesadaran rakyat kepada perjuangan hakiki yaitu mengubah sistem kapitalisme, yang menjadi akar munculnya ketidakadilan ini, menuju penerapan sistem Islam yang diterapkan secara sempurna di tengah masyarakat. Perjuangan ini bukan hanya sekadar simbolik dengan mengibarkan bendera ini saja, tetapi menuju perlawanan yang terarah dan terukur yaitu melalui dakwah, membangun kesadaran umat menuju perubahan sistem yang sempurna yaitu sistem Islam. Dengan penerapan sistem Islam inilah manusia akan dimuliakan dan terwujud rahmat bagi seluruh alam.
