Gen Z dan DNA Peradaban Islam

Oleh: Sari Yuliyanti,
Pemerhati Isu Pendidikan, Keluarga dan Generasi
LensaMediaNews.com, Rubrik Remaja_ Gen Z seringkali mendapat julukan sebagai generasi yang rapuh (m.jpnn.com, 01-07-2025). Di tengah jeratan pinjaman online, judi online, kesehatan mental yang banyak terganggu dan tekanan hidup serba instan, kesimpulan itu terdengar masuk akal.
Namun, apakah narasi yang beredar di tengah masyarakat itu adalah sebuah kebenaran?
Secara faktual, gen z memang tampak seperti yang dinarasikan saat ini. Namun, itu semua terjadi karena mereka terjebak dengan berbagai perangkap yang dibuat oleh sistem sekuler kapitalis. Sistem itulah yang sengaja menjadikan gen z sebagai korban atas kerusakan sistem. Agar kaum muslimin kehilangan generasi hebat yang bisa mengembalikan wibawa dan izzah Islam di muka bumi ini.
Jika dikaji lebih mendalam, sejarah Islam memiliki narasi yang sangat berbeda. Gen Z muslim adalah generasi yang terlahir dengan akar sejarah yang kuat. Mereka adalah bagian dari umat Rasulullah saw, yang berarti bahwa mereka mewarisi DNA terkuat yang pernah melahirkan peradaban besar dalam sejarah umat manusia di dunia ini.
Ingatkah pada Ali bin Thalib yang di usia belianya mengambil pilihan dengan resiko terbesar berupa kematian demi melindungi Nabi saw.? Ingatkah dengan Mush’ab bin Umair yang di usia mudanya ia meninggalkan kemewahan, kasih sayang orangtua, dan kesenangan duniawi lainnya demi sebuah kebenaran tauhid? Ingatkah dengan Usamah bin Zaid yang sudah menjadi pemimpin pasukan di usia remajanya? Mereka adalah para pemuda yang mewarisi DNA terkuat peradaban Islam. Mereka saat itu juga lahir di zaman yang tidak mudah. Namun mereka menjadi generasi unggul karena keyakinan Islam selalu membara di dalam jiwa mereka. Makna hidup mereka jelas sehingga zaman yang sulit bisa diatasi dengan kehebatan DNA yang mengalir dalam darah mereka. Inilah DNA kaum muslim.
Gen Z muslim saat ini berada di persimpangan jalan bukan karena tidak ada DNA Peradaban Islam dalam diri mereka. tetapi DNA itu sedang tidak diaktifkan. Alhasil tumbuhlah mereka sebagai generasi yang kehilangan arah dan jauh dari visi hidup yang benar.
Al-Qur’an telah memberi peta yang jelas terhadap kaum muslimin,
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” (QS. Al-Kahfi: 13)
Ayat ini menunjukkan bahwa iman pada diri seorang pemuda bukan sekadar keyakinan yang disimpan di dalam hati, tetapi ia adalah cahaya yang menuntun langkah siapapun. Sehingga iman itu akan melahirkan daya tahan kehidupan, ketenangan dan keberanian untuk tidak menyerah pada derasnya arus kehidupan.
Mengaktifkan kembali DNA peradaban Islam pada gen Z sekarang tidak cukup dimulai dengan jargon-jargon saja. Butuh keseriusan untuk menancapkan keimanan yang kuat, seperti seriusnya Rasulullah sewaktu membina para sahabat di tempat kecil bernama Darul Arqom.
Seperti yang ada di kitab Ad-Daulah Al-Islamiyah karya Syekh Taqiyuddin An-Nabhani, digambarkan dengan sangat jelas bahwa Rasulullah saw. membacakan Al-Qur’an, menjelaskan isinya dan memerintahkan setiap dari sahabatnya untuk memahami dan mengamalkannya. Selain itu, beliau juga melakukan salat jama’ah dengan mereka dan shalat tahajjud di malam hari. Hal ini membuat suasana ruhiyah menjadi semakin kuat meskipun mereka baru awal mengenal Islam.
Tidak sampai di situ, Rasulullah saw. pun serius membangkitkan aktivitas berpikir dengan mengkaji secara seksama tentang ayat-ayat Allah. Beliau membina akal para sahabat dengan makna-makna Al-Qur’an dan lafaz-lafaznya, juga dengan pemahaman-pemahaman Islam. Beliau menjadikan para sahabat menjadi orang yang sabar dalam menghadapi penderitaan, dan rida dalam ketaatan dan kepemimpinan. Sehingga mereka ikhlas kepada Allah SWT, Zat yang Mahaluhur dan Mahakuasa.
Kini yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah kita mendampingi gen Z saat ini seperti dulu Rasulullah saw. mendampingi para sahabat dalam kesehariannya? Apakah kesungguhan kita dalam menginteraksikan ide-ide Islam kepada mereka sudah sama persis seperti kesungguhan Rasulullah saw. dahulu?
Jika belum, maka marilah kita memulai bersama agar DNA peradaban Islam pada gen Z saat ini bisa segera diaktifkan kembali. Untuk melakukannya memang sangat penting sekali adanya orang-orang yang serius melakukan pembinaan secara massif dan konsisten kepada gen Z ini.
Al-Qur’an menegaskan, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar” (QS. Ali Imran: 110). Ayat ini berisi tuntutan peran sejarah untuk kaum muslimin. Bahwa umat terbaik itu terlahir dari aktivitas dakwah amar ma’ruf nahy munkar. Bukan dari saling cuek dan abai satu sama lain.
Perlu kita yakini bahwa jika gen Z ini tersadar dan mengingat kembali tentang hakikat siapa dirinya serta apa visi besar hidupnya, mereka bukan hanya menyelamatkan diri mereka sendiri tetapi juga akan menjadi cahaya bagi zaman yang gelap ini.
