HAN 2025: Deli Serdang Sehat Mampukah?

HAN-LenSaMedia

Oleh : Ria Nurvika Ginting,SH,MH Dosen Fakultas Hukum

 

LenSaMediaNews.Com–Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu Kabupaten terbaik dalam menopang Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

Hal ini tampak pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tahun 2025 dimana mengusung tema “Anak Hebat Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2025”. Tema ini sejalan dengan tagline pada Peringatan “Anak Sehat, Deli Serdang Sehat”. Hal ini pula yang menjadikan Deli Serdang sebagai Kabupaten Layak Anak pada tahun ini (HetaNews.com, 6-8-2025).

 

Peringatan HAN ini dilaksanakan di Kolam Renang Deli Serdang, dihadiri oleh Bapak Bupati Deli Serdang, dr.H.Asri Ludin Tambunn beserta Wakil Bupati, Lom Lom Surwondo SS, Selasa, 5 Agustus 2025 lalu. Pada kesempatan ini Bapak Bupati menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mempunyai cita-cita besar terhadap anak-anak dengan salah satu programnya yaitu memberi makanan bergizi gratis pada anak-anak (HetaNews.com, 6-8-2025).

 

Ia menambahkan bahwa hal ini membutuhkan kolaborasi antara seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ada baik dari kejaksaan, Polri dan TNI. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan secepat mungkin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani anak-anak dalam pemenuhan gizinya, untuk menjadikan anak menjadi anak-anak generasi emasnya 2045.

 

Pemilihan kolam renang Deli Serdang menjadi tempat diadakannya acara Peringatan HAN ini bertujuan untuk mengenalkan fasilitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang sebagai salah satu tempat berkreativitas bagi anak.

 

Untuk pendidikan,  Bupati juga menekankan kepada Dinas Pendidikan Deli Serdang agar semua sekolah negeri tidak hanya melaksanakan pembelajaran formal tapi juga melaksanakan kegiatan ekstakulikuler supaya anak-anak tetap berkumpul di sekolah sampai sore.

 

HAN tidak semestinya hanya menjadi sebuah seremonial tiap tahun yang diperingati dengan berbagai tema agar indah semata.  Juga tidak cukup hanya memberikan apresiasi kepada setiap daerah dengan sebuah penghargaan, Kota Layak Anak misalnya. Seharusnya, HAN juga memberikan solusi tuntas untuk persoalan anak.  PR besar bagi negara untuk menuntaskan hal-hal yang terkait dengan hak anak.

 

Pertama, anak seharusnya mendapatkan gizi dan nutrisi yang cukup dari sejak mereka didalam kandungan hingga dilahirkan. Kedua, kasus kekerasan terus mengintai seperti bullying dan kekerasan seksual yang semakin hari semakin meningkat.

 

Namun, bagaimana kondisi persoalan anak saat ini? Apa angka kasus kekerasan terhadap anak ini mengalami penurunan? Kejahatan masih ada dimana-mana sehingga tidak memberikan keamanan dan kenyamanan untuk anak.

 

Bagaimana anak-anak bisa bersuka cita jika berbagai kekerasan, baik verbal, fisik, maupun psikis masih mengancam kehidupan mereka?Bagaimana anak-anak bisa tersenyum bahagia jika hak pendidikan mereka terabaikan hanya karena miskin?bagaimana anak-anak bisa terus ceria sedangkan hak mendapatkan penghidupan yang layak tidak diurus negara dengan baik?

 

Sungguh, penerapan Sistem Kapitalisme saat ini telah membuat angka stunting semakin hari semakin tinggi, angka putus sekolah terus bertambah dan kekerasan masih mengintai anak kita setiap saat.

 

Kemiskinan menjadi salah satu penyebab rakyat sulit memenuhi kebutuhan dasar mereka termasuk kebutuhan asupan nutrisi dan gizi bagi diri sendiri ataupun anak-anak mereka. Kemiskinan itu pula yang membuat pendidikan layaknya barang mahal, sama mahalnya ketika ingin mendapatkan layanan kesehatan.

 

Peran negara dalam menjaga generasi seakan mandul. Akibat kebijakan serba kapitalistik ini terlihat jelas keberpihakan negara kepada rakyat sangat minim.

 

Islam Melindungi Anak 

 

Perlindungan hakiki terhadap anak hanya akan diperoleh ketika syariat Islam diterapkan secara kafah. Islam mewajibkan negara menjamin kesejahteraan rakyatnya, termasuk anak, sehingga anak dapat hidup aman, serta tumbuh dan berkembang sempurna.

 

Islam mewajibkan anak yang belum balig berada dalam pengasuhan orang tuanya yang hidup sejahtera dengan jaminan negara. Islam juga mewajibkan orang tua untuk melakukan pengasuhan yang baik sesuai tuntunan Islam, lemah lembut dan menjaga fisik dan mental anak.

 

Rasulullah bersabda: “hendaklah kamu bersikap lemah lembut, kasih sayang dan hindarilah sikap kasar dan keji.”(HR Bukhari).

 

Islam membolehkan memukul anak ketika anak yang tidak salat takkala sudah berusia 10 tahun. Akan tetapi, hal ini untuk membangun kesadaran anak akan kewajiban salat. Selain itu, pukulan yang dimaksud bukan pukulan menyakitkan dan menimbulkan luka apalagi membawa celaka pada anak. Pukulan juga tidak diarahkan ke wajah atau tempat yang membahayakan apalagi mematikan.

 

Dengan ketakwaan yang kuat semua individu (termasuk orang tua) akan senantiasa memberikan perlindungan terbaik bagi anak.

 

Ketakwaan ini pula yang membuat penguasa membuat dan menerapkan aturan yang memastikan semua anak terhindar dari segala bentuk kekerasan, serta melindungi dari berbagai ancaman. Wallahualam bishowab. [LM/ry].