Harga Nyawa Rakyat Palestina

Oleh: Choirin Fitri
LenSaMediaNews.com–Pernah tidak berpikir dan bertanya-tanya, “Berapa harga nyawa rakyat Palestina? Mahal ataukah murah?”
Sungguh, ini adalah pertanyaan ironis di tengah gempuran genosida yang dilakukan oleh penjajah. Palestina belum merdeka. Nyawa mereka selalu dalam ancaman tiap detiknya. Bahkan, anak-anak Palestina tidak memiliki cita-cita yang normal seperti anak lainnya. Jika anak-anak lain masih berani bercita-cita menjadi dokter, guru, tentara, atau yang lainnya, dalam benak mereka, hari esok masih hidup saja sudah cukup. Miris bukan?
Metrotvnews.com, 6 April 2026 melansir berita bahwa konflik yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir dilaporkan menyebabkan lebih dari 72.000 korban jiwa dan 172.000 korban luka. Selain korban manusia, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza dilaporkan mengalami kerusakan.
Berapa total nyawa yang meregang sebelumnya? Tentu jauh lebih banyak karena Israel membombardir Palestina jauh sebelum badai Al-Aqsa digulirkan. Kaum penjajah tidak sadar bahwa membunuh seorang Muslim tanpa hak adalah dosa besar. Dosa yang kelak di yaumil hisab akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah sebagai Pencipta manusia.
Rasulullah saw. Bersabda, “Sungguh, lenyapnya dunia ini lebih ringan bagi Allah daripada membunuh seorang mukmin (tanpa hak).” (HR. An-Nasa’i dan Tirmidzi).
Coba renungkan hadis ini! Bagi Allah lenyapnya dunia ini lebih ringan dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin. Nah, berapa mukmin yang telah terbunuh tanpa hak di Palestina? Sungguh, mengerikan sekali kelak pertanggungjawaban para penjajah durjana itu di hadapan Allah.
Kita pun sebagai seorang muslim yang bersaudara dengan mereka tentu tak boleh diam melihat penjajahan ini. Mengapa? Ini karena diamnya kita menjadi legalisasi bagi mereka untuk terus membumihanguskan saudara-saudara seiman kita.
Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menolong saudara seiman kita. Pertama, meningkatkan kualitas pemahaman kita tentang Islam. Penjajah Barat terus memasukkan pemahaman yang salah lewat nasionalisme.
Akhirnya, kaum muslimin di negeri ini seakan-akan tidak mau peduli dengan nasib saudaranya di bumi yang lain karena perbedaan negara. Padahal, Rasullullah sudah menyampaikan bahwa seorang Muslim dengan Muslim lainnya ibarat satu tubuh. Jika satu bagian yang sakit, maka bagian yang lainnya ikut merasakan sakit pula. Nah, kesadaran inilah yang harus dibangun di benak-benak kaum muslimin.
Kedua, melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Mengapa hal ini dilakukan? Ini karena apa yang dilakukan penjajah atas Palestina adalah kemungkaran dan sebagai seorang Muslim kita haram berdiam diri dengan penjajahan yang mereka lakukan.
Kita harus mengedukasi kaum muslimin yang lain yang tidak paham bahwa Palestina bumi para nabi sedang tidak baik-baik saja. Kemudian, kita mengajak mereka berjuang dengan pena ataupun lisan agar Palestina segera terbebas dari penjajah.
Ketiga, menyeru para penguasa negeri-negeri Muslim termasuk negeri kita agar tidak ikut arahan penjajah seperti segera keluar dari BoP yang digawangi oleh penjajah itu sendiri, memboikot produk penjajah baik produk fisik ataupun pemikirannya, serta berani mengirimkan tentara untuk membela Palestina bukan malah berada di pihak penjajah.
Keempat, menyadarkan kaum muslimin bahwa Palestina terus berduka karena ketiadaan kesatuan kaum muslimin dalam naungan perisai Islam, yakni Khilafah. Kesadaran ini harus terus dibangun karena sekat-sekat nasionalisme dan ketiadaan Khilafah itulah yang menjadi penyebab utama penjajah tidak henti-hentinya menumpahkan nyawa kaum muslimin tanpa hak.
Terakhir, mengiringi setiap upaya dunia kita dengan melangitkan doa. Segala daya dan upaya kita hanya akan berhasil jika Allah terus membantu kita dalam perjuangan ini. Allahuakbar! Wallahualam bissawab. [LM/ry]
