Ironi Idulfitri dalam Kegetiran Palestina

Oleh: Najma Nabila
Muslimah Bogor
Lensamedianews.com_ Gencatan senjata antara entitas Israel-Palestina tidak meninggalkan dampak yang cukup signifikan. Terbukti, hapir 600 orang dilaporkan tewas dalam 72 jam (suarasurabaya.net, 21-3-2025). Menjelang Idul Fitri, warga Gaza juga diproyeksikan akan mengalami kelaparan, di mana Israel sudah tiga pekan memblokade bantuan ke wilayah itu (republika.id, 29-3-2025). Namun, nampaknya perhatian masyarakat masih terfokus pada isu dalam negeri yang juga tiada habisnya.
Karenanya, diperlukan usaha terus menerus untuk membangun kesadaran umat Islam pada solusi hakiki permasalahan yang terjadi di Palestina. Gencatan senjata maupun pengiriman bantuan terus menerus tidak akan menjadikan negeri para nabi ini bebas dari cengkraman zionis. Umat perlu paham bahwa solusi sesungguhnya dari persoalan Palestina adalah kepemimpinan Islam, kepemimpinan yang membebaskan tanah suci ini dari penjajahan dan memberikan solusi, bukan hanya janji.
Kepemimpinan berlandaskan Islam akan menjadikan syariat Islam sebagai asas dalam mengurus umat. Aturan terbaik dari Sang Pencipta, Allah subhanahu wa ta’ala akan mendatangkan kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh alam, terkhusus kemenangan Palestina yang saat ini terus diperjuangkan dan diinginkan oleh seluruh umat muslim di dunia.
Tegaknya kepemimpinan Islam adalah kewajiban setiap mulim, bahkan dinobatkan sebagai mahkota kewajiban umat. Betapa tidak, terwujudnya kepemimpinan Islam bisa mendatangkan banyak kebaikan, terlebih dapat menunjukkan kekuatannya dalam membela dan memenangkan Palestina atas Israel yang telah merampas tanahnya.
Memperjuangkan kemenangan Palestina adalah memperjuangkan kemenangan umat Islam. Maka, memperjuangkannya adalah kewajiban seluruh muslim. Ketika masih banyak orang yang belum memahaminya, menjadi wajib ada sebuah jamaah dakwah yang mengarahkan umat untuk berjuang meneladani jalan yang telah Rasulullah salallahu alaihi wasallam tunjukkan. Semoga kita termasuk bagian di dalamnya dan dapat menjadi salah satu yang dapat menyaksikan kemenangan Palestina sebagai bagian dari kemenangan umat Islam, dan juga bagian dari perjuangan dalam mewujudkan adanya kepemimpinan Islam.
