Jalan Baru Genosida Gaza Melalui Bencana Kelaparan

Kelaparan-LenSaMedia

LenSaMediaNews.Com–Penderitaan Gaza makin berat akibat kebiadaban Zionis Israel yang makin keji, bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 59 ribu warga Palestina telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, termasuk setidaknya 113 orang yang meninggal karena kelaparan.

 

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa blokade Israel telah mendorong Gaza ke ambang “kelaparan massal (republika.co.id, 26-7-2025).

 

Sungguh sangat miris, semua tragedi ini terus berlansung tanpa ada yang bisa menghentikan. PBB hanya bisa berkoar-koar meminta Israel untuk menghentikannya, tetapi veto Amerika membuatnya tidak berarti. Para pemimpin negeri muslim juga hanya sebatas memberikan kecaman.

 

Mereka memilih posisi aman, masing-masing sibuk menyelamatkan diri dan kekuasaannya dari kemarahan Amerika, seraya berlindung di balik narasi soal menjaga hubungan antarnegara dan hukum-hukum internasional. Mereka lupa bahwa kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban akan hal itu.

 

Sebenarnya masyarakat sudah memiliki kesadaran terkait dengan Gaza dan Palestina. Dengan  menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka berada pada posisi yang membela Gaza dan peduli terhadap Palestina. Hal itu tampak dari berbagai aksi massa yang terus masif di berbagai negara. Begitu pun aksi boikot, demikian juga bantuan dana dan logistik terus berlangsung hingga sekarang.

 

Hanya saja sebagian besar dari masyarakat memandang persoalan Palestina masih sebatas bencana kemanusiaan semata sehingga solusi yang diberikan fokus pada aksi solidaritas kemanusiaan saja. Padahal, masalah Palestina adalah masalah perampasan tanah milik umat Islam oleh Zionis Israel dengan dukungan negara adidaya. Ditambah lagi dengan pelanggaran hak-hak penduduk Gaza, yaitu perampasan harta, kehormatan, bahkan hak hidup (nyawa) dalam proyek genosida.

 

Oleh karena itu, solusi yang seharusnya adalah pengusiran penjajah Zionis yang telah merampas tanah Palestina. Pengusiran itu tentu membutuhkan pengerahan tentara dan senjata yang hanya bisa dilakukan oleh negara.

 

Negara itu tidak lain adalah Khilafah, negara yang akan menyatukan seluruh potensi umat Islam di seluruh dunia dan siap mengerahkan tentara untuk jihad fi sabilillah membebaskan tanah kaum muslim dari cengkeraman penjajah. Wallahualam bissawab. Umm Deka. [LM/ry].