Kasus Bullying, Masalah Besar yang Belum Terurai

Oleh: Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor
LenSaMediaNews.Com, Perundungan masih menjadi PR besar yang belum temu solusi hingga saat ini. Berbagai kasus bullying menjadi sorotan. Salah satunya kasus perundungan yang terjadi di salah satu SMP Ciparay Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Seperti kabar yang telah tersebar di media sosial. Pelaku perundungan menceburkan korban ke sumur oleh sejumlah siswa lainnya karena menolak minum tuak (rri.co.id, 27-6-2025).
Tindakan bullying yang makin dinormalisasi mestinya mendapatkan perhatian khusus agar mendapatkan penanganan yang solutif. Demikian disampaikan Hadrian Irfani selaku Wakil Ketua Komisi X DPR. Kerjasama antara PPPA, KPAI dan aparat penegak hukum pun mutlak dibutuhkan, supaya kasus bullying tidak sekedar disolusikan secara administratif. Namun butuh penanganan yang kompleks dan siatematis terutama di bidang hukum mengingat kasus bullying semakin mengarah ke masalah kriminalitas.
Buah Sistem Pendidikan Sekular
Fenomena bullying yang semakin marak adalah dampak dari penerapan sistem pendidikan sekular yang menjauhkan nilai-nilai agama dari kehidupan. Sistem ini hanya mengutamakan pada urusan materi dan kepuasan duniawi. Dan melalaikan aturan agama sebagai pedoman hidup. Paham sekuler yang sarat dengan konsep kebebasan menempatkan kebebasan individu di atas segalanya. Alhasil, perilaku individu semakin liar tanpa kendali. Aturan dan norma seolah tidak lagi memiliki andil dalam mengatur.
Parahnya lagi, konsep berpikir demikian ditanamkan dalam sistem pendidikan. Wajar saja, terlahir generasi dengab konsep sebebas-bebasnya tanpa batas. Generasi liberal sekuler ini tumbuh menjadi individu brutal, tanpa peduli lagi pada batasan halal haram dan benar salah. Semua dilakukan demi validasi dan eksistensi diri.
Pendidikan sekuler menjadikan materi, kepuasan dan kesenangan sebagai tolok ukur kesuksesan hidup. Generasi yang dihasilkan cenderung lalai, dan mudah terjebak dalam nafsu serta hasrat duniawi. Pendidikan agama hanya sebatas pengetahuan dasar atau sekadar tuntunan ibadah harian, sementara adab, akhlak, dan agama dilalaikan begitu saja. Akibatnya, moral generasi makin tergerus dan kondisi akhlak semakin mengkhawatirkan. Tak dapat dipungkiri, sistem pendidikan yang rusak seperti ini hanya akan melahirkan kerusakan dan kezaliman di tengah masyarakat.
Islam, Kunci Penjagaan Generasi
Sistem Islam hadir sebagai sistem yang menjaga kemuliaan generasi. Islam membekali setiap individu dengan pemahaman agama yang utuh, sehingga mampu melahirkan akhlak dan adab yang luhur.
Salah satu kunci utama dalam membina generasi adalah penerapan sistem pendidikan dengan menjadikan akidah Islam sebagai satu-satunya poros. Sistem yang menjadikan Islam sebagai ideologi dan landasan berpikir serta berperilaku. Pendidikan yang menyeluruh adalah kebutuhan mutlak dalam mencetak generasi yang berkualitas.
Pertama, peran keluarga sangat vital. Rumah tangga harus menjadi madrasah pertama yang konsisten membimbing dan menanamkan nilai Islam sejak dini.
Kedua, lingkungan sekolah wajib menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan akidah Islam. Negara pun memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan seluruh kebijakan pendidikan berpijak pada akidah Islam. Hanya sistem Islam dalam naungan khilafah yang mampu menyelenggarakan pendidikan yang sungguh-sungguh menjaga generasi. Dalam Islam, negara adalah pihak yang memikul tanggung jawab penuh terhadap rakyatnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Imam adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas urusan rakyatnya.” (HR. Al-Bukhari)
Ketiga, perlu adanya sistem sanksi yang tegas dan terukur. Setiap pelanggaran harus mendapatkan hukuman yang memberi efek jera, sehingga rantai kejahatan, termasuk bullying, dapat dihentikan.
Keempat, masyarakat perlu menjalankan fungsi pengawasan sosial. Dengan keterikatan pada hukum syariat, masyarakat akan saling mengingatkan dan menjaga. Seluruh konsep ini hanya akan berjalan optimal dalam wadah institusi yang menerapkan syariat Islam secara utuh dan menyluruh, yakni Khilafah.
Hanya sistem Islam yang mampu menjaga kemuliaan generasi. Dengan penerapan Islam secara kafah, generasi akan tumbuh menjadi pribadi yang tunduk sepenuhnya kepada aturan Allah SWT. Wallahu’alam bisshowwab. [LM/ry].
