Kemana Negara Saat BBM dan LPG Langka?

KemanaNegara-LenSaMediaNews

Lensa Media News—Beberapa hari ini kita disuguhi berbagai macam berita tentang kondisi negeri saat ini. Salah satu yang tak pernah lepas dari perhatian publik adalah kelangkaa BBM dan juga LPG, masalah ini rasanya tak pernah ada habisnya di negeri ini. Negeri yang kaya akan sumber daya alam dan energy, bahkan di beberapa daerah yang merupakan penghasil minyak terbesar justru yang paling mengalami kelangkaan tersebut.

 

Antrian BBM yang sangat panjang di kota Makassar dan beberapa daerah disekitar sulsel. Antrian panjang selama sepekan ini sudah tidak terkendali yang berimbas pada kegiatan belajar dan mengajar serta pekerja yang akhirnya dilakukan secara daring demi mengurangi mobilitas.

 

Berbagai kelompok mahasiswa, ojek online, hingga organisasi masyarakat akhirnya melakukan demo, memprotes kelangkaan BBM dan GAS LPG 3kg ini. Demo yang dilaksanakan di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang terletak di jalan Garuda, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi selatan.

 

Tentunya keadaan ini harus mendapat perhatian lebih oleh pemerintah baik daerah maupun pusat. Dimana Negara seharusnya melakukan riayah terhadap pemenuhan kebutuhan BBM dan LPG agar memadai dan mudah diakses oleh masyarakat. Pemberian subsidi BBM dan LPG nyatanya bukanlah solusi, karena paradigma Negara dalam memenuhi BBM dan LPG hanya berbasis bisnis.

 

Itulah kesalahan mendasar tata kelola dalam sistem kapitalisme sekuler ini terhadap pengelolaan sumber daya alam dan energi, sehingga yang terjadi adalah lahirnya kesengsaraan rakyak yang berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan serta produktifitas masyarakat, dan negara juga tidak bisa membangun kedaulatan energi karena negara sendiri telah melakukan pelanggaran syariat dalam pengelolaan sumber daya alam.

 

Padahal dalam syariat Islam negara wajibi meriayah secara total dan merata dalam mengelola sumber daya alam dan energy agar kesejahteraan rakyat sesuai dengan syariat islam. Negara juga harus bervisi riyah agar tidak menyusahkan rakyat, tapi memudahkan dengan baik dan benar. Itulah kenapa penerapan syari’at islam secara kaffah membutuhkan sistem Khilafah.

 

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya tiada seorang nabi sebelumku, melainkan ia wajib menunjuki umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui untuk mereka”. (HR.Muslim). ”Wallahualam bissawab. Winarti. [LM/ry].