Kontribusi Nyata Bebaskan Palestina

Oleh Yuyu
LensaMediaNews.com, Opini – Pemerintah Mesir dilaporkan mendeportasi puluhan aktivis yang berencana mengikuti konvoi kemanusiaan dengan tujuan melawan blokade Israel di Jalur Gaza. Aksi Global March to Gaza yang dimulai pada Ahad (15-6-2025) bertujuan untuk menekan pihak-pihak terkait, agar membuka blokade Gaza yang digempur Israel sejak Oktober 2023. (Kompas.com, 11-6-2025)
Palestina mendapatkan simpati besar dari kaum muslim seluruh dunia, atas perlawanan mereka untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang telah dijajaah selama 75 tahun. Tapi sayangnya, dukungan kaum muslim berbeda dengan kebijakan penguasanya yang memilih bungkam untuk menghindari konflik dengan AS, yang merupakan sekutu abadi Israel.
Adapun negeri-negeri muslim yang membantu Palestina itu hanya sebatas bantuan kemanusiaan saja, tidak menghilangkan penjajahan. Inilah akibat dari sekat-sekat nasionalisme yang terjadi di negeri-negeri muslim saat ini, mereka yang seharusnya membela saudara-saudara seiman mereka, justru memilih bungkam atas genosida Israel terhadap Palestina.
Penjajahan Palestina sudah terjadi begitu lama, tapi tak ada satu pun negeri muslim yang membantu mereka, dengan mengirimkan pasukan militernya. Jikalau saja negeri-negeri muslim bersatu dalam membantu muslim Palestina sudah pasti mereka akan mempunyai kekuatan untuk mengusir Zionis dari tanah Palestina. Tengok saja seperti bersatunya AS dan negara-negara Barat yang membantu Israel. Tapi mengapa negeri-negeri muslim tampaknya malu-malu dalam mendukung dan meneguhkan pembelaan terhadap Palestina?
Melihat fakta yang sedang terjadi atas penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina, maka satu-satunya solusi atas penjajahan kaum muslim Palestina saat ini adalah hadirnya Daulah Islam yang akan melindungi kaum-kaum muslim dari penindasan, penjajahan, penyiksaan dan kezaliman yang telah dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Terbukti negeri-negeri Islam tidak ada kekuatan dalam melawan Barat. Negeri-negeri Islam harusnya bersatu dalam satu komando, satu kekuatan, satu keyakinan dan satu kepemimpinan yaitu di bawah naungan Daulah IsIam.
Lantas apa yang harus kita lakukan saat ini?
Pertama, memahamkan umat bahwa menjauhkan Islam dari kehidupan (sekularisme) akan menjadikan kita sebagai umat yang terpuruk dalam kehidupan.
Kedua, menyuarakan segala daya dan upaya dengan memahamkan umat bahwa yang terjadi terhadap Palestina saat ini adalah akibat tidak adanya Daulah Islam sebagai perisai umat.
Ketiga, menyeru pada penguasa muslim agar mengerahkan loyalitas mereka terhadap Islam dan kaum muslim. Berharap pada kebijakan PBB itu adalah pengharapan yang semu, sebab mereka menghalangi pertolongan kepada saudara-saudara muslim melalui perjanjian internasional. Seharusnya kaum muslim sendiri yang menolong Islam, seperti halnya kaum Anshar dengan kekuatan dan kekuasaannya mereka menolong dakwah Rasulullah saw.
Palestina adalah milik umat IsIam seluruh dunia. Masalah Palestina bukan hanya sekedar konflik internal dan kemanusiaan saja. Lebih dari itu, masalah Palestina adalah masalah seluruh umat Islam di dunia. Jika Baitul Maqdis dihinakan maka itu adalah penghinaan bagi kita. Karena ada keistimewaan yang ada dalam Palestina yaitu kiblat pertama umat IsIam. Palestina juga merupakan bagian dari negeri Syam, bumi para nabi dan Rasul.
Dari beragam keistimewaan ini, jelas haram bagi kita untuk berdiam diri melihat penindasan yang terjadi di Palestina tanpa pertolongan dan pembelaan. Mari kita bersatu bersama untuk memperjuangkan pembebasan Palestina dengan menyerukan dakwah dan memahamkan umat bahwa satu-satunya solusi yang hakiki untuk masalah Palestina ini adalah dengan adanya pasukan jihad yang digerakkan Daulah Islam. Wallahu a’lam bishshawab.
