Pelajar jadi Pengedar Sabu, Tanggung Jawab Siapa?

Oleh: Essy Rosaline Suhendi Aktivis Muslimah Karawang
LenSaMediaNews.com–Dua orang warga Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terciduk polisi, saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di samping rumahnya. Resnarkoba AKP Jahyadi Sibawaih mengatakan, salah satu tersangka masih berstatus pelajar. Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima Kota di kediaman SH, Desa Kangga, Kecamatan Langgudu. Namun sangat disayangkan, sebab bandar masih dalam pencarian (detikbali.com, 02-04-2026).
Sungguh miris, jika pelajar negeri ini merangkap pula menjadi pengedar sabu (narkoba). Bagaimana nasib masa depan generasi? Bagaimana pula penerus bangsa justru mencari pendapatan sampingan dengan cara yang kotor, sedangkan mereka kelak akan hidup bermasyarakat dan menjalani kehidupan yang pasti akan penuh tantangan?
Sistem Salah Menyesatkan Generasi
Sudahlah sosok teladan saat ini teracuni oleh beragam tokoh atau figure melalui tayangan atau tontonan yang tidak mencerdaskan dan cenderung memperburuk kualitas moral, akal, serta perbuatan. Ditambah pula, dengan pola asuh orang tua, yang terkadang anak-anak sering diabaikan karena orangtua sibuk bekerja dan anak juga tidak diberi arahan hidup yang benar.
Selain itu, pemahaman agama yang anak dapati di rumah dan di sekolah pun sangatlah minim. Semisal, anak belajar agama hanya sekadar bisa melakukan wudhu, salat, puasa, dan lainnya, tapi melupakan penanaman akidah yang dapat membimbing anak ke tahap berpikir dan menemukan jati dirinya sebagai seorang muslim.
Sehingga, ibadah yang dilakukan tidak menjadikannya takut kepada Allah SWT dan mudah sekali terbawa arus lingkungan yang saat ini memang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, sebab anak bisa menemukan ahli maksiat di lingkungan sekitarnya atau bahkan di rumahnya sendiri. Hal demikian tentulah tidak hadir tiba-tiba, tapi dibentuk oleh sebuah aturan yang tersistematis, yakni Sistem Kapitalisme sekuler yang berhasil membentuk pola pikir dan sikap manusia mengikuti hawa nafsu dan prasangka hingga meminggirkan norma agama.
Lemahnya sistem pendidikan dan hukum yang diterapkan negara saat ini juga menjadikan pelajar mudah terjerumus pada aktifitas melanggar hukum. Maka sangatlah wajar, dari berbagai sisi generasi seakan dipaksa untuk mengikuti warna-warni kehidupan yang penuh dengan perbuatan keji, kerusakan, dan mereka pun melihat contoh bagaimana para penguasa, pejabat atau aparat menjadi pelaku korupsi, ucapan dan sikap yang minim empati, atau ringan mengintimidasi rakyat yang kritis.
Problem Generasi dan Solusi Islam
Seiring berjalannya waktu, buah pahit dari Sistem Kapitalisme sekuler terus ditampakkan dan menjadi ancaman bagi generasi yang tidak pantas disepelekan. Oleh karenanya, pelajar sangat membutuhkan sebuah sistem pendidikan Islam yang mampu membentuk pribadi generasi yang bermental tangguh, salih, muslih, dan berkepribadian Islam.
Sistem pendidikan Islam, hanya bisa diterapkan jika ada sebuah institusi negara yang menaunginya, sebab di dalamnya ada jaminan penerapan Islam secara kâfah, itulah Daulah Khilafah Islamiyah. Melalui penjagaan seorang Khalifah, pemimpin kaum muslim sedunia, mewajibkan negara hadirnya negara sehingga peran keluarga membersamai anak-anak dilakukan secara totalitas, baik ia sebagai ayah, ibu, suami, istri atau anak.
Negara akan mengarahkan orang tua supaya bersungguh-sungguh dalam mendampingi dan mendidik anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar keIslaman yang memadai serta memberikan teladan yang baik hingga anak mampu menyelesaikan semua masalah dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi. Masyarakat akan didorong oleh negara, dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi, dengan menjaga pergaulan dan amar makruf nahi munkar.
Sanksi hukum yang diberlakukan oleh negara akan ditegakkan dengan tegas dan berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat yang sudah mencapai usia baligh walaupun masih berstatus pelajar. Hal ini akan memberikan efek jera bagi pembuat, pengedar maupun pengguna, atau masyarakat yang turut menyaksikan.
Dengan demikian, hanya khilafah yang mampu menyelesaikan setiap problematika manusia. Sebab Islam melalui aturannya yang bersumber dari Al-Quran dan As-sunah adalah sebuah rahmat bagi seluruh makhluk yang ada di dunia serta mampu memberikan keselamatan manusia di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bishshawab. [LM/ry].
