Pelajar Tidak Sopan kepada Guru Terus Ada

Pelajar-LenSaMediaNews

Oleh: Erni Yulianti, S.Pd.I

Pemerhati Sosial

 

LenSaMediaNews.com–Kembali dunia pendidikan tercoreng atas perilaku beberapa pelajar di Purwakarta yang tidak sopan kepada guru. Video terkait yang diunggah membuat khalayak geram. Bagaimana bisa guru yang seharusnya dimuliakan justru direndahkan? Sekolah pun memanggil orang tua dan memberikan sanksi 19 hari dirumahkan untuk dididik orang tua mereka (detikJabar.com, 20-4-2026).

 

Negeri ini dengan sistem sekuler mencetak pribadi-pribadi sekuler, yaitu pribadi yang memisahkan agama dalam kehidupan. Perilaku tidak sopan inilah salah satu buah sistem pendidikan sekuler. Dengan kebebasan berekspresi dan berperilaku yang terdapat dalam sistem ini, mereka tidak merasa bahwa perbuatannya dilarang agama.

 

Perilaku seseorang tergantung pada pemahamannya. Pelajar yang tidak sopan ini menandakan ada yang “tidak beres” dalam dirinya. Salah satu penyebabnya adalah sedikitnya waktu untuk belajar agama, terutama di sekolah. Dengan sedikitnya alokasi waktu pelajaran agama, bagaimana mungkin terbentuk pelajar yang beriman dan bertakwa sebagaimana yang tertulis dalam tujuan pendidikan Indonesia?

 

Ditambah lagi, tidak sedikit orang tua yang merupakan pendidik awal bagi anak justru kehilangan perannya. Mereka tidak memahami peran penting mereka dalam mendidik anak dan malah menyerahkannya kepada lembaga pendidikan sepenuhnya untuk mendidik anaknya. Padahal, pendidikan orang tua juga sangat penting untuk membangun karakter dan ketakwaan anak. Bagaimana bisa menjadi pribadi yang bertakwa jika jam pelajaran agama di sekolah dipangkas sedemikian rupa dan tidak adanya orang tua yang mau membimbing?

 

Lingkungan yang jauh dari nilai agama pun merupakan faktor lain pelajar menjadi tidak sopan. Pelajar dikepung dengan berbagai tontonan perilaku bebas, baik di dunia nyata maupun maya. Tidak ada yang mau dan bisa mengontrol tontonan ini, bahkan negara.

 

Memperbaiki kondisi ini jelas tidak cukup hanya dengan memberi sanksi dirumahkan atau membersihkan toilet dan halaman sekolah selama beberapa bulan. Jika hanya demikian, perilaku ini pasti akan terulang kembali. Di tambah pula, sanksi ini tidak akan menjerakan karena rapuhnya pondasi pendidikan saat ini yang berbasis sekulerisme. Inilah wajah sistem sekuler yang telah gagal menghantarkan seseorang menjadi pribadi yang mulia dan beradab.

 

Solusi Islam

Islam adalah solusi tunggal untuk semua problematika kehidupan, termasuk pelajar yang niradab kepada guru. Dalam Islam, anak adalah amanah yang harus dijaga oleh orang tua. Hal ini adalah kewajiban dari Allah. Anak dididik dengan akidah yang benar dan cara yang Islami, mulai dari mengadzani ketika bayi lahir, diberi nama yang baik, setelah 7 tahun diajarkan adab kesopanan, dan lain-lain.

 

Di sekolah pun, penanaman akidah didahulukan. Kurikulum pendidikan tidak pernah berubah dan paten sehingga dapat membentuk pribadi yang berkepribadian Islam. Pengetahuan Islam diberikan alokasi waktu yang cukup. Murid diberikan guru yang memiliki kemampuan mengajar, sehingga terbentuk pelajar yang berkepribadian Islam; berpola pikir  dan berpola sikap Islami. Mereka memahami bahwa setiap perbuatan akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat. Sehingga, dalam setiap detiknya, kesadaran hubungan dengan Allah senantiasa terjaga.

 

Selanjutnya, dalam Islam, lingkungan yang Islami akan diwujudkan, yaitu berupa lingkungan yang senantiasa beramar makruf nahi mungkar,  menjaga lisan, dan berlomba dalam kebaikan. Negara Islam sebagai institusi pelaksana syariah akan menjamin semua kewajiban dari Allah SWT terlaksana; orang tua wajib mendidik anaknya, sekolah dijadikan tempat mendidik yang akan menghasilkan generasi yang berkepribadian Islam, juga lingkungan masyarakat yang Islami.

 

Sudah saatnya kembali kepada aturan yang benar, yakni aturan Islam yang berasal dari Allah SWT. Inilah konsekuensi keimanan kita kepada Allah SWT. Hanya dengan sistem Islam, seluruh persoalan mampu diselesaikan dengan benar dan tuntas. Hanya dalam bingkai institusi negara Islam bernama Khilafah pula sistem Islam dapat diterapkan secara menyeluruh dan sempurna. Wallahu a’lam bish shawab. [LM/ry].