Persatuan Umat Muslim Dunia, Tumbangkan Kafir Penjajah

Oleh: Cokorda Dewi
Opini_LenSa Media News_ Fakta Pendudukan Zionis di Wilayah Gaza
Dilansir berita di media sosial, militer Zionis diam-diam membangun tembok raksasa sepanjang 23 kilometer, membelah Jalur Gaza dengan memundurkan penanda garis kuning sejak akhir 2025. Zionis berdalih pembangunan tembok ini untuk ”zona penyangga” dan melindungi warganya, mencegah penyusupan, serta melindungi pasukannya dan komunitas Zionis di sekitar Gaza. Hal ini berakibat warga Gaza semakin terdesak di kawasan sempit pesisir, sebagian besar tinggal di tenda, atau bangunan rusak, dan bergantung pada bantuan kemanusiaan. Tembok penghalang tersebut awalnya berupa garis kuning sebagai pembatas sementara, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Zionis dan Hamas pada Oktober 2025. Kini adanya tembok tersebut, dikhawatirkan akan menjadi batas tetap (Kompas.id, 21-07-2026).
Pembangunan infrastruktur masif membelah Jalur Gaza, diungkap oleh citra satelit yang menunjukkan perubahan topografi signifikan di wilayah tersebut. Wilayah tersebut dulunya merupakan pemukiman warga Palestina yang telah dihancurkan oleh militer Zionis. Saat ini Zionis telah menguasai wilayah Gaza 50-70%, sementara warga Gaza terdesak ke wilayah sisanya. Menurut militer Zionis kepada The Jerusalem Post, bahwa batas baru ini dirancang sebagai titik terlarang (no-go point) bagi warga Palestina di area kontrol Hamas, untuk mencegah upaya infiltrasi kelompok bersenjata ke kota-kota perbatasan Zionis. Sementara Board of Peace (BoP) sebagai pengawas negosiasi antara Zionis dan Hamas, dibawah pengaruh Presiden AS Donald Trump, belum memberikan tanggapan resmi, terkait dampak permanen pembangunan infrastruktur masif tersebut, terhadap peta politik dan kemanusiaan di Gaza (Mediaindonesia.com, 21-07-2026).
Taktik Entitas Zionis Kuasai Palestina
Pembangunan tembok penghalang raksasa membelah Jalur Gaza oleh militer Zionis dibangun di atas wilayah kedaulatan Palestina yang dihancurkan oleh militer Zionis. Ini merupakan taktik entitas zionis untuk menguasai seluruh wilayah Palestina. Dari awal kedatangannya ke bumi Palestina sejak 1948, telah terbukti secara terus-menerus melakukan invasi secara brutal ke wilayah Palestina. Mereka melakukan teror, penyerangan, pembunuhan, perampokan, dan pengusiran paksa warga Gaza dari tanah mereka. Bahkan zionis mendirikan pemukiman illegal di wilayah kedaulatan Palestina. Perlawanan rakyat Palestina melalui Hamas, di-framing sebagai teroris. Padahal sejatinya yang teroris adalah entitas zionis beserta militernya. Mereka yang melakukan invasi dan genosida di Palestina.
BoP dibentuk dengan dalih demi perdamaian dan kemerdekaan Palestina, tidak bisa diharapkan. BoP bentukan Presiden AS Donald Trump cenderung mendukung Israel. Israel merupakan anggota BoP, sementara Palestina tidak dilibatkan di dalam BoP. Gencatan senjata yang diinisiasi oleh BoP, telah dilanggar oleh otoritas Israel. Militer Israel tetap melakukan genosida warga Gaza. Bahkan syarat gencatan senjata yang disepakati tidak menguntungkan pihak Palestina. Demiliterisasi Hamas merupakan ketidakadilan, sebab teroris sebenarnya adalah Israel. Seharusnya Israel-lah yang didemiliterisasi. Perlawanan Hamas merupakan bentuk perlawanan rakyat Palestina akan pendudukan Israel secara brutal di wilayah mereka.
Solusi Islam untuk Kemerdekaan Palestina
Jumlah umat muslim dunia lebih banyak daripada kaum kafir penjajah. Jika umat muslim dunia bersatu dalam naungan seorang khalifah, di bawah institusi khilafah. Maka seorang khalifah dapat segera menyeru jihad untuk memerangi kafir penjajah, dan membebaskan Palestina. Sesungguhnya umat muslim itu bersaudara bagaikan satu tubuh. Jika satu terluka, maka yang lainnya akan ikut merasakan terluka (HR. Bukhari – Muslim).
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya dalam kesusahan.” (HR. Bukhari – Muslim).
Berdamai dengan para kafir penjajah adalah haram. Jihad hukumnya fardhu kifayah bagi seluruh umat muslim. Dan hanya seorang khalifah pemimpin khilafah yang dapat menyeru jihad. Persatuan umat muslim dunia dibawah kepemimpinan seorang khalifah, dapat menumbangkan kekuatan kafir penjajah, dan merupakan kunci kemenangan serta kemerdekaan Palestina, kemenangan umat muslim dunia. Di bawah naungan khilafah, umat muslim dunia tidak akan ada yang dijajah. Sebab tegaknya khilafah, merupakan tegaknya syariat Allah. Ketika syariat Allah ditegakkan, maka Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi (QS. Al A’raf: 96).
Wallahu a’lam bishshowab.
(LM/Lm)
