Sistem Pendidikan Buruk, Generasi Ambruk

Pendidikan_20250512_111843_0000

 

LenSaMediaNews.com__Baru-baru ini mencuat kehebohan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Dua hari pelaksanaan Tes SNBT 2025, sudah ada temuan kecurangan yang dilakukan para peserta. Pada hari pertama UTBK SNBT, Rabu (23-4-2025) tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan ada sembilan kasus kecurangan, lalu pada hari Kamis (24-4-2024), tercatat ada lima kasus (Kompas.com). 

 

Sebenarnya berbagai kecurangan bukan kali ini saja terjadi, semakin bertambah tahun dan meningkatnya teknologi semakin banyak cara yang dilakukan agar berhasil lolos ujian UTBK. Dulu dikenal istilah ‘Joki’ (orang yang mengerjakan tes ujian orang lain), ada juga aktivitas jual beli soal ujian, dan sekarang memanfaatkan teknologi untuk mengakali test UTBK. Fakta tersebut menggambarkan buruknya akhlak calon mahasiswa. Sekaligus mengukuhkan gagalnya sistem pendidikan dalam mewujudkan generasi berkepribadian Islam dan memiliki ketrampilan.

 

Lalu dikuatkan juga oleh survey KPK, yang menyebutkan banyak siswa SMA dan mahasiswa yang menyontek. Kejadian ini  menggambarkan, kebanyakan siswa menjadikan hasil sebagai orientasi, namun abai pada halal dan haram. Ini semua adalah buah dari sistem kehidupan saat ini yang berlandaskan kapitalisme yang menjadikan ukuran keberhasilan maupun kebahagiaan berorientasi pada hasil atau materi.

 

Berbeda dengan Islam yang menjadikan ukuran kebahagiaan adalah keridaan Allah. Negara Islam akan menjaga agar setiap individu senantiasa terikat dengan aturan Allah. Sistem pendidikan Islam berasas akidah Islam akan mencetak generasi unggul berkepribadian Islam, terikat pada syariat Allah, memiliki ketrampilan yang handal, dan menjadi agen perubahan.

 

Dengan kuatnya kepribadian Islam, kemajuan teknologi pun akan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan Allah, dan untuk meninggikan kalimat Allah. Bukan untuk melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Saatnya sistem pendidikan dan seluruh sendi kehidupan kembali kepada sistem Islam.

Dian Agus Rini [LM/SS]