Premanisme dalam Sistem Sekuler Kapitalis

20250520_060545

 

Oleh : Rya

 

 

Lensamedianews.com_ Aksi premanisme sangat meresahkan masyarakat. Beberapa pengusaha mulai gelisah karena tindakan premanisme ormas seperti meminta Tunjangan Hari Raya hingga jatah proyek. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, hal ini mendapat sorotan Presiden Prabowo Subianto. Bapak Prabowo sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian untuk mencari solusi terkait masalah ormas yang meresahkan. Ia menyebut salah satu usaha yang akan dijalankan seperti melakukan pembinaan kepada Ormas. (CNBC Indonesia, 9-5-2025)

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni saat memimpin kunjungan kerja (kunker) Komisi III DPR ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, aparat harus sigap menindak berbagai bentuk premanisme yang membahayakan nyawa warga karena akhir-akhir ini aksi mereka membawa senjata. (Metro TV, 8-5-2025)

 

Premanisme menurut KBBI adalah cara atau gaya hidup seperti preman atau orang jahat yang biasanya mengedepankan kekerasan dan tindakan kriminal. Aksinya yang ditangani Polri saat ini meliputi pemerasan, pungutan liar, perusakan fasilitas umum, pengancaman, pengeroyokan, penghasutan, penganiayaan, pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong, serta penculikan.

 

Faktor Penyebab

Aksi premanisme yang dulunya individual saat ini berkelompok berkedok ormas. Semakin hari semakin membuat warga tidak aman. Ada beberapa faktor penyebabnya di antaranya :

Pertama, individu mencari jalan cepat untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sempitnya lapangan pekerjaan dan sulitnya mencari nafkah memaksa mereka melakukan aksi premanisme. Orang yang lemah iman akan terpikat untuk menghalalkan segala cara demi memperoleh uang yaitu dengan tindak kriminal. Percaya atau tidak, masalah kemiskinan dan urusan perut akan menjadikan orang lupa diri.

 

Kedua, negara yang tidak berperan optimal dalam memberikan perlindungan keamanan dari kejahatan. Terjadinya gesekan pada kasus penggusuran dan sengketa tanah yang melibatkan warga dan aparat hingga menyulut pemukulan oleh aparat. Aksi pemukulan tersebut termasuk aksi premanisme. Maka negara harusnya tidak ragu-ragu untuk memberikan sangsi kepada pihak-pihak yang melakukan kekerasan siapapun itu.

 

Maraknya premanisme, ditanggapi sigap oleh pemerintah dengan membentuk Satgas Operasi Penanganan Premanisme dan Ormas. Masalahnya, fenomena premanisme tidak muncul tiba-tiba tapi ada peran sistem yang menyulut aksi tersebut yaitu sistem sekuler kapitalisme. Sistem ini telah memunculkan kesulitan hidup, sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, ketimpangan sosial dan pastinya kemiskinan.

 

Negara dalam sistem sekuler kapitalisme hanya sebagai pengatur dan koordinator bagi kapitalis. Kebijakan yang dikeluarkan memihak kapitalis dan mengorbankan rakyat. Alhasil rakyat sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka, seperti harga pangan tidak mahal, kesehatan dan pendidikan gratis, lapangan kerja banyak, dan sebagainya. Hal inilah yang menyulut banyaknya kriminalitas, termasuk aksi premanisme. Jadi mustahil berharap pada sistem sekuler kapitalis untuk memberantas tuntas premanisme.

 

Solusi dalam Islam

Islam sebagai agama yang sempurna mempunyai konsep untuk memberantas premanisme. Negara dalam Islam memberikan keadilan dan pengelolaan yang baik kepada rakyatnya sehingga kehidupannya seimbang dan harmonis. Adapun mekanismenya sebagai berikut :

Pertama, sistem pendidikan Islam berdasarkan akidah Islam akan membentuk individu yang bertakwa. Penanaman aqidah dimulai sejak dini di lingkungan keluarganya. Jika keimanan sudah ada dalam diri mereka, ketika mereka ada masalah maka diselesaikan sesuai dengan Islam.

 

Kedua, adanya budaya amar ma’ruf nahi mungkar. Islam dijadikan standar kehidupan sehingga masyarakat itu mempunyai standar yang sama dalam melihat kemaksiatan dan ketaatan. Akan terjadi saling menasehati, mengingatkan dan menegur di antara masyarakat. Tidak seperti di dalam kehidupan kapitalis yang individualis dan apatis.

 

Ketiga, sanksi tegas dalam Islam. Sanksi bagi aksi premanisme tergantung jenis kejahatannya. Sanksi jinayat, bagi pelaku yang melakukan penganiayaan. Sanksi kisas bagi pelaku yang melakukan pembunuhan. Tetapi, jika kejahatannya terkategori takzir, sanksinya diserahkan kepada ijtihad khalifah.

 

Keempat, aparat penegak hukum menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara optimal. Aparat diawasi oleh Departemen Dalam Negeri dalam negara Khilafah. Oleh karena itu hanya sistem Islamlah yang dapat memberikan keamanan maksimal.