Gaza dalam Kondisi Baik-Baik Saja, Benarkah?

Gaza dalam Kondisi Baik-Baik Saja, Benarkah?
Oleh: Mutiara Islami
(Pegiat Pena Banua)
LenSaMediaNews – Hujan pertama di musim dingin, kembali membuka fakta pahit kondisi para pengungsi Gaza. Tenda-tenda lusuh yang menjadi satu-satunya tempat berlindung, tidak mampu menahan derasnya air. Dalam hitungan menit, tenda-tenda itu robek dan roboh, meninggalkan keluarga-keluarga Gaza tanpa perlindungan sama sekali. Tanah berubah menjadi genangan lumpur, yang menahan langkah anak-anak dan membasahi kepala para ibu yang berusaha melindungi sisa-sisa barang mereka. (aa.com.tr, 14/11/2025)
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) juga menyampaikan bahwa hujan deras tersebut, memperburuk situasi yang sejak awal sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak keluarga terpaksa mencari tempat pengungsian baru, termasuk di tenda-tenda darurat yang kondisi dan daya tahannya sangat minim. (ANTARA, 15/11/2025)
Semua ini menunjukkan bahwa anggapan dunia bahwa Gaza “baik-baik saja” adalah keliru. Gencatan senjata berkali-kali terbukti tidak menyelesaikan masalah, karena akar persoalan Gaza adalah penjajahan. Selama Gaza berada di bawah kendali Amerika Serikat serta diberi keleluasaan bagi Zionis untuk terus menyakiti dan menekan warga Gaza, situasi tidak mungkin membaik.
Umat Islam seharusnya menyadari bahwa berbagai “solusi” yang ditawarkan penjajah, pada hakikatnya hanya untuk meredam kemarahan umat Islam terhadap genosida yang terjadi. Narasi bahwa “Gaza baik-baik saja”, hanyalah propaganda yang disusun agar dunia tidak lagi memberikan tekanan.
Solusi Barat justru bertujuan melanggengkan penjajahan. Apalagi selama agresi ini, sebagian besar transaksi alat persenjataan berada di bawah kendali negara-negara Barat. Perang yang terjadi, jelas tidak lepas dari keterlibatan mereka.
Lebih memprihatinkan lagi, para penguasa negeri-negeri Muslim seolah tidak mengetahui atau berpura-pura tidak mengetahui bahwa *Islam memiliki solusi hakiki* untuk menghentikan genosida ini. Padahal, Islam telah memberikan jalan yang jelas untuk menyelesaikan konflik semacam ini secara tuntas.
Maka, umat membutuhkan pemimpin yang tidak cinta dunia. Pemimpin yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, tanpa memilah-milih mana hukum yang diambil dan mana yang diabaikan. Jika syariat diterapkan secara total, umat tidak akan terus-menerus berada dalam penderitaan seperti hari ini. Umat juga akan kembali memahami bahwa sesama Muslim adalah saudara.
Solusi hakiki itu adalah Khilafah dan jihad, yang melahirkan seorang khalifah sebagai junnah (perisai) bagi umat, yang mampu menghapus seluruh bentuk penjajahan atas kaum Muslim. Namun saat ini, pemikiran umat telah banyak teracuni oleh propaganda yang menggambarkan seolah-olah Gaza baik-baik saja. Padahal kenyataannya, Gaza sangat membutuhkan pertolongan umat Islam.
Selain itu, serangan pemikiran dari Barat membuat sebagian umat bersikap apatis dan individualis. Banyak yang tidak lagi menyadari bahwa tragedi di Palestina adalah tanggung jawab seluruh kaum Muslim. Solusi Barat tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, mereka justru menginginkan penjajahan di Palestina tetap berlangsung.
Oleh karena itu, umat membutuhkan sekelompok orang yang mendakwahkan Islam sebagai ideologi. Mereka yang mengajak umat, kembali membangun pola pikir dan pola sikap sesuai dengan Islam. Tanpa kesadaran pemikiran ini, penegakan syariat akan sulit terwujud. Kebangkitan umat harus dimulai dari pemahaman bahwa Islam bukan sekadar ibadah ritual, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan.
Dengan penerapan Islam secara menyeluruh, persoalan Palestina dan seluruh negeri-negeri Muslim yang dijajah akan mudah diselesaikan. Allah SWT akan memberikan keberkahan, bagi umat yang menegakkan syariat-Nya.
Wallahu a’lam bishawab. [AA]
