Ambisi Kuasai Gaza, Pemimpin Muslim Diam Saja

20250614_123848

Oleh : Zhiya Kelana, S.Kom

 

LenSaMediaNews.Com–Washington telah menolak usulan Mesir mengenai Gaza pasca perang yang diajukan oleh negara-negara Arab pada pertemuan puncak di Kairo minggu ini, yang memperkuat visi Presiden AS Donald Trump mengenai pengusiran warga Palestina dan pengambil alihan jalur tersebut. Negara-negara Arab mendukung rencana Mesir untuk membangun kembali Gaza yang menolak pemindahan penduduk Palestina (Tribunnews.com, 06-03-2025).

 

Trump menipu Mesir dan Yordania dalam pidato atau pernyataan sebelumnya bahwa mereka akan membangun kembali Gaza. Mesir membuat proposal untuk membangun kembali Gaza dan ditolak oleh Trump. Omongan Trump yang berubah-ubah sejak awal telah menunjukkan bahwa dia konsisten pada satu hal yaitu mengambil alih Gaza dan memberikannya kepada Zionis Yahudi.

 

Bagaimana mungkin para pemimpin negeri muslim bisa percaya dengan omong kosong dari negeri adikuasa? Bukankah memang tabiatnya mereka yang suka mengingkari janji dengan maksud terselubung yaitu menguasai Gaza. Mereka tidak akan berhenti hingga Gaza luluh lantak seperti saat ini. Alasannya ingin memberikan kehidupan yang layak bagi warga Gaza dengan memindahkan mereka ke negeri yang lebih aman.

 

Di sisi lain, Pengkhianatan pemimpin negara-negara Arab dan pemimpin negeri muslim terdekat seperti Mesir dan Yordania telah dibuka dengan mata telanjang. Mereka telah berada di pihak Trump, karenanya dia sangat percaya diri dengan tiap ucapannya. Bahkan dalam tweetnya, Trump mengancam mujahiddin dengan kedudukannya sebagai presiden AS.

 

Mengapa kita sebagai muslim harus menundukkan kepala kepada pemimpin kafir, yang jelas-jelas ingin menghancurkan negeri kaum muslimin terutama Gaza? Mungkinkah karena kita hidup dibawah sistem Kapitalis buatan mereka. Sehingga mudah dikendalikan oleh mereka layaknya boneka hidup dan bergerak sesuai arahannya.

 

Tidakkah mereka takut nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh penduduk Gaza yang sudah teraniaya ? Karena sikap pengecutnya mereka sebagai pemimpin yang malah berpaling dan berdiam diri atas apa yang terjadi di Palestina, yang hampir setahun lebih dibombardir oleh para penjajah kafir.

 

Bukankah harus segera kita akhiri deritanya mereka? caranya adalah dengan mencari solusi tuntas atas persoalan Palestina hanyalah jihad dan Khilafah. Hanya solusi inilah yang belum pernah diterapkan hari ini, karena itu sampai hari ini solusi yang diberikan tidak bisa menghentikan kaum penjajah untuk mundur.

 

Untuk mewujudkannya kita butuh adanya partai politik Islam ideologis yang akan mewujudkan solusi tuntas jihad dan Khilafah bagi penyelesaian penjajahan atas Palestina. Agar umat bisa melihat bahwa partai ini hanya akan bergerak karena adanya perintah dari Allah  dibawah ini untuk membentuk sebuah kelompok yang berjuang untuk kebaikan dan mencegah kemungkaran,”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yangmakruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (TQS Ali Imran : 104).

 

Jamaah dakwah idiologis  ini akan mencerdaskan umat agar memiliki kacamata ideologis dalam melihat problem Palestina dan tidak mudah tertipu dengan narasi yang diciptakan barat dan anteknya. Sehingga umat sadar bahwa menegakkan Khilafah adalah sebuah kewajiban yang tak lagi bisa diabaikan.Dengan khilafahlah nanti kita bisa membebaskan Palestina dibawah komando sang Khalifah untuk melakukan jihad.

 

Dan dengan Khilafah juga kita bisa memutuskan semua sekat Nasionalisme dan kerjasama yang selama ini selalu merugikan umat dan sudah saatnya kemenangan itu datang. Wallahu’alam. [LM/ry].