Barak Militer Bukan Solusi: Saatnya Terapkan Islam Kaffah

20250521_173400

Oleh: Keke Nurhabibah

 

 

Lensamedianews.com_ Belakangan ini, masyarakat kembali dihebohkan oleh program “kirim anak nakal ke barak militer” yang digadang-gadang sebagai solusi atas meningkatnya kenakalan remaja. Mulai dari perundungan, tawuran, narkoba hingga seks bebas, semuanya seolah bisa diselesaikan dengan pendekatan ala disiplin militer. TribunnewsBogor.com (2/5/2025). Tapi benarkah ini solusi jangka panjang atau hanya reaksi instan tanpa akar penyelesaian?

 

Mengapa Remaja Menjadi “Nakal”?

Fenomena “anak nakal” sejatinya adalah gejala dari masalah yang lebih dalam: krisis moral, kurangnya bimbingan akidah, serta sistem pendidikan yang gagal membentuk kepribadian yang kuat. Dalam sistem sekular hari ini, remaja tumbuh tanpa fondasi akidah yang kokoh, dijejali kebebasan tanpa batas atas nama HAM dan modernitas. Tidak heran jika mereka mencari jati diri dalam cara-cara yang destruktif.

 

Ketika Sistem Sekular Gagal Membina Remaja

Remaja yang sudah aqil baligh dalam pandangan Islam bukanlah anak-anak kecil yang bisa dibiarkan ugal-ugalan. Mereka telah dikenai tanggung jawab hukum syariat, sebagaimana orang dewasa. Dalam sistem Islam, usia ini adalah masa pembentukan generasi pemimpin. Ketika negara abai dalam mendidik mereka dengan Islam, yang terjadi adalah kehancuran moral massal.

 

Barak militer bisa saja menertibkan perilaku remaja secara fisik, tapi tidak akan menyentuh akar persoalan: pembinaan kepribadian islami. Tanpa perubahan cara berpikir (aqliyah) dan standar perilaku (nafsiyah), pelatihan fisik hanya akan menjadi tempelan sesaat.

 

Membentuk Generasi Emas dari Akar

Islam memiliki solusi komprehensif dan preventif untuk masalah remaja. Dimulai dari penanaman akidah yang kuat sejak dini, pembiasaan amal salih, hingga penerapan sistem pendidikan Islam yang menjadikan remaja sebagai calon pemimpin umat. Negara bertanggung jawab memastikan lingkungan, kurikulum, media, hingga pergaulan sosial mendukung pembentukan kepribadian Islam.

 

Di sisi lain, Islam juga menerapkan sistem sanksi (uqubat) yang tegas bagi remaja aqil baligh yang melanggar hukum syara. Namun, sanksi ini bukan bertujuan menghukum secara membabi buta, melainkan mendidik dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

 

Islam Bentuk Generasi Emas, Bukan Generasi Cemas

Kita tidak butuh barak militer untuk menyelamatkan remaja. Kita butuh sistem yang mampu membentuk kepribadian mereka dengan akidah Islam yang sahih, pendidikan yang mencetak pemikir dan pemimpin, serta negara yang bertanggung jawab penuh dalam menjalankan sistem Islam secara kaffah.

 

Islam akan membentuk generasi emas, bukan generasi cemas yakni generasi tangguh yang berpikir jernih, berjiwa pemimpin, dan siap mengemban amanah perubahan peradaban.