Preman Rasa Ormas, Bukti Rusaknya Tatanan Sosial

Putri Rahmi DE
Lensamedianews.com_ Ormas (organisasi masyarakat) sejatinya merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyarakat secara sukarela untuk berperan serta dalam pembangunan demi mencapai tujuan negara.
Namun sayangnya Ormas saat ini telah bertransformasi menjadi sebuah lembaga yang banyak melakukan
intimidasi, teror, pemalakan, dan pemerasan kepada masyarakat.
Bahkan mereka juga telah mengganggu iklim investasi di Indonesia, yaitu dengan mengganggu pembangunan pabrik dan melakukan penyegelan terhadap pabrik.
Premanisme yang berkedok ormas jelas bukanlah ormas sebab keberadaan mereka tidak sesuai dengan tujuan dan fungsi ormas sebagaimana yang diatur dalam undang-undang.
Negara tidak boleh kalah dengan preman yang berkedok ormas ini. Namun sayangnya melawan tindakan ini tidak semudah yang di bayangkan. Berbagai cabang permasalahan hadir yang melatar belakanginya. Seperti halnya nilai keamanan yang hilang, tatanan sosial yang rusak, himpitan ekonomi, tatanan moral yang kian kritis, nilai agama yang terganggu menjadi pemicu munculnya preman berkedok ormas ini.
Tentunya negara ini pasti tidak akan mampu menyelesaikannya hingga ke akar-akarnya. Mereka pasti akan lelah sebab ini bukanlah tujuan utama mereka dalam bekerja di pemerintahan.
Berbagai kendala hadir mulai dari sulitnya memberantas ormas ini akibat adanya elit politik yang terlibat di dalamnya hingga melebarnya jejaring yang tersebar luas di seluruh penjuru negeri ini akan membuat negara kewalahan dan membutuhkan waktu yang lama memberantas aksi mereka.
Solusi tepat untuk permasalahan ini adalah dengan penerapan hukum Islam yang paripurna. Dalam syariat Islam, memberantas premanisme ormas dapat dilakukan melalui penegakan hukum, amar ma’ruf nahi mungkar, dan pendidikan keagamaan. Hukuman yang tegas sesuai dengan ketentuan syariat Islam, seperti qisas dan hudud untuk pelanggaran berat, serta hukuman administratif (ta’zir) untuk pelanggaran yang lebih ringan, dapat diterapkan.
Selain itu, masyarakat perlu berperan aktif dalam mencegah kejahatan, dan ormas yang terlibat dalam premanisme perlu dibubarkan.
Pendidikan keagamaan yang menekankan pentingnya keadilan dan penolakan terhadap segala bentuk kezaliman juga sangat penting. Ketaqwaan yang tinggi pada Allah akan menjadi benteng segala kemaksiatan yang ada.
Kesejahteraan hidup melalui upaya pemenuhan kebutuhan hidup yang sesuai dari negara menjadi benteng penghalang timbulnya niat untuk melakukan kezaliman. Dengan demikian terwujudnya stabilitas ekonomi masyarakat yang dinamis.
Semua hal ini akan terwujud dengan sebuah penerapan sistem kepemerintaham politik yang berbasis Islam yang telah terbukti mewujudkan kesejahteraan dan perdamaian dunia hingga berabad lamanya.
