Generasi Bertakwa dan Tangguh di Tengah Arus Informasi Digital

Oleh Yulli Mardanisyah
LensaMediaNews.com, Rubrik Remaja_ Arus deras informasi digital adalah tantangan besar bagi generasi muda saat ini. Platform media sosial melalui algoritmanya hadir berisi konten-konten yang dapat menyebabkan penggunanya terjebak dalam algoritma digital. Algoritma sering kali memprioritaskan konten yang ringan dan repetitif sehingga generasi hanya mampu berpikir dangkal. Tingkat screen time yang tinggi membuat generasi muda lalai dari peran nyata kehidupan sebagai penerus peradaban.
Secara tidak sadar mereka dikendalikan oleh algoritma dan arus informasi sehingga membentuk cara berpikir dan berperilaku mereka terhadap kehidupan. Ini menjadikan generasi muda yang tidak mampu berpikir kritis dan mudah terpengaruh oleh ide-ide sekuler dan liberal melalui konten-konten yang bertengger di media sosial. Ruang digital yang dikuasai logika kapitalisme menjadikan generasi muda sebagai pasar potensial bagi produk-produk digital yang dapat merusak generasi muda. Mereka hanya mengambil keuntungan sebesar-besarnya tanpa menghiraukan keselamatan penggunanya terutama generasi muda.
Generasi muda sebagai penerus peradaban hendaklah mampu berpikir kritis, berpikir cemerlang tidak mudah emosional dan terbawa arus algoritma. Generasi muda Islam sebagai aktivis perubahan haruslah memiliki kepribadian yang kokoh dengan dibentengi keimanan dan akidah yang kuat. Generasi muda harus memiliki cara pandang yang sahih yang bersumber dari sang Khaliq bukan yang lain. Mereka juga harus mengambil arah pandang hidup menurut ideologi yang sahih yaitu ideologi Islam (jangan hanya rindu perubahan, tapi masih mengambil solusi parsial, akibatnya nanti menjadi aktivis yang prematur dan mudah tergiur jabatan). Mereka yang muda haurs juga memiliki kesadaran sebagai makhluk Allah yang diberikan potensi hidup yakni memiliki garizah, hajatul udhawiyah, dan akal yang harus digunakan sesuai fitrah manusia dan dibentengi keimanan yang kokoh. Di samping itu, generasi muda pun harus mampu menyaring informasi yang didapatkan dengan cara berpikir mendalam dan cemerlang. Generasi muda mestinya mampu mencari akar permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan syariat Islam yang bersumber dari sang Khaliq yaitu Al Qur’an dan menjadikan Rasulullah Saw sebagai panutan dalam kehidupan serta tidak menjadikan aktivis-aktivis liberal sebagai panutan.
Dengan demikian generasi dapat melawan arus algoritma yang dapat merusak kehidupan mereka melalui dakwah dan pemikiran Islam yang kaffah dengan berpegang teguh pada syariat Islam dan ideologi Islam. Selain itu, mereka juga membutuhkan lingkungan kondusif yang kental dengan jawil iman (suasana keimanan) serta kolaborasi komprehensif dan sistemis. Mereka butuh sinergi semua elemen, keluarga, masyarakat, partai politik ideologis, dan negara. Dengan demikian perlu adanya partai politik ideologis sebagai tulang punggung pembinaan seluruh komponen umat, termasuk generasi muda. Parpol ideologis berperan dalam rangka muhasabah lil hukam, memberi ruang bagi suara kritis kaum muda, serta mencerdaskan dan meningkatkan taraf berpikir umat. Sehingga, dapat mewujudkan kembalinya kehidupan Islam yang gemilang.
