Hijrah Sistemik Bukan Lipstik Solusi Palestina

Putri Rahmi DE, SST
LensaMedia ews.com, Surat Pembaca_ Permasalahan di Palestina seakan tidak ada hentinya. Pembantaian dan blokade makanan terus terjadi di sana. Dunia seakan bungkam seribu bahasa. Berbagai solusi sudah ditawarkan namun tidak menemui titik temu yaitu kebebasan Palestina.
Gerakan persatuan yang dikuti oleh berbagai fraksi kemanusian dunia dunia baru-baru ini tidak membawa dampak perubahan apapun. Zionis semakin brutal dan sadis. Darah manusia harus dibayar murah setiap harinya. Bungkamnya penguasa di seluruh dunia menjadikan zionis dengan bebasnya menargetkan rudal-rudal pemusnah massal di luncurkan.
Penguasa yang memimpin dunia saat ini adalah bonekanya barat yang tidak akan mungkin berada di pihak Palestina. Mereka adalah antek-antek barat yang menjaga dan memastikan semua program-program barat berhasil dilaksanakan.
Jalinan akidah sesama muslim tidak akan lagi menjadi dasar pembelaan penguasa saat ini terhadap Palestina. Inilah potret buram kepemimpinan kapitalis. Dunia dipimpin oleh orang-orang yang menjauhkan Al-Qur’an dari roda kepemimpinannya. Sehingga kemaksiatan merajalela.
Sudah saatnya dunia hijrah secara sistemik bukan lipstik yang sudah terbukti tidak membawa dampak apapun bagi kebaikan Palestina. Penderitaan yang terjadi di Palestina tidak akan dibiarkan terjadi begitu saja oleh seorang pemimpin Islam yaitu khilafah.
Khilafah akan mengerahkan pasukan jihadnya agar segera membebaskan Palestina dengan melawan musuh dengan perperangan yang setimpal, mulai dari alat kemiliteran yang canggih, banyaknya pasukan militer. Umat muslim dunia pasti akan bergerak melawan zionis di bawah komando khalifah. Tentunya perlawanan ini pasti tidak akan bisa dikalahkan, sebab jumlah muslim di dunia begitu banyak, semantara zionis laknatullah sangatlah sedikit.
Dari dasar jumlah saja zionis pasti akan kalah, konon lagi dalam Islam jihad dan kematian dalam Islam bukanlah suatu hal yang menakutkan melainkan sebuah kemuliaan jika harus syahid melawan kebatilan. Kekuatan kaum muslim ini berasal dari akidah yang kuat, mental yang sabar dan fisik yang terlatih.
Rasulullah sebagai sosok teladan memiliki kehandalan dalam membuat strategi perang yang berakhir kemenangan. Berbagai sejarah menjelaskan kepiawaan beliau, seperti pada perang badar, jumlah kaum muslimin yang sedikit mampu mengalahkan kaum Qurais yang banyak. Dalam Pertempuran Mu’tah, strategi Khalid bin Walid yang memutarbalikkan formasi pasukan juga menunjukkan kecerdasan strategi.
Sudah tidak ada keraguan lagi jika kita mengembalikan kehidupan ini dengan tatanan Allah berikan, dengan hadirnya seorang pemimpin dalam institusi negara akan melaksanakan seluruh syariatnya Allah, terutama dalam menjaga nyawa setiap manusia.
