Kampung Narkoba Sasar Anak Bangsa

Oleh: Iliyyun Novifana
LenSaMediaNews.Com–Kepala Badan Nasional Narkotika (BNNP) Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol Budi Mulyanto melakukan penggrebekan di kawasan Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya, yang selama ini mendapat julukan kampung narkoba. Tempat ini diduga sebagai tempat transaksi dan pesta sabu.
Setelah dilakukan tes urine secara acak di SMP dan SMA di sekitar lokasi. Diambilah sampling dari 50 siswa dan didapati 15 pelajar SMP positif pengguna aktif terkait narkoba (cnnindonesia.com, 14-11-2025).
Narkoba singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif. Zat ini dapat mengubah kondisi mental dan fisik seseorang, memengaruhi cara kerja otak, perasaan dan perilaku, pemahaman, serta indera seseorang.
Selain itu, narkoba memiliki dampak negatif bagi kesehatan, diantaranya meningkatkan gangguan jantung, gangguan kesuburan, kematian, turunnya kesadaran bahkan hilang ingatan, dehidrasi, kerusakan otak permanen, kualitas hidup terganggu, siklus haid tidak teratur, dan meningkatkan resiko serangan panik (halodoc.com).
Penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba sangat kompleks. Dari relasi pertemanan misalnya, berada di lingkungan sosial negatif dan terpapar kelompok teman pengguna narkoba, hidup di lingkungan fisik yang tidak aman semisal daerah dengan tingkat kejahatan tinggi serta kemudahan akses narkoba, atau karena masalah personal semisal depresi dan sejenisnya, dan masih banyak penyebab yang lainnya.
Jika diamati, kasus narkoba ini makin kesini bukan makin selesai namun semakin menjadi-jadi. Penggunanya sudah menyasar kalangan anak sekolah yang terhitung masih muda dan mereka adalah penerus generasi bangsa ini.
Jerat narkoba jadi tampak seperti labirin. Berputar-putar tak dapat menemukan jalan keluar darinya. Tak ubahnya pula seperti lingkaran setan. Menjerumuskan manusia semakin ke dalam semakin kelam. Tak ada masa depan yang gemilang disana. Hanya ada masa depan suram jika tetap berdiam diri dalam kubangan obat terlarang.
Keadaan ini tidak lepas dari sistem kehidupan yang diterapkan oleh suatu negara kepada masyarakatnya. Selama masih menggunakan aturan buatan manusia (sekuler-kapitalis) maka bisa dipastikan masih mengandung unsur kepentingan.
Tak melihat halal haram, yang penting cuan. Seperti halnya narkoba ini. Dia barang haram, menimbulkan efek candu, harga bisa dimahalkan, kalau sudah jadi candu bakal beli terus, cuan kan yang jualan? Dan dalam konsep ekonomi Kapitalisme selama ada yang membutuhkan suatu barang (baca: narkoba), maka suatu barang tersebut akan diproduksi.
Kalaupun dilarang oleh hukum yang berlaku, maka akan dicari cara bagaimana supaya tidak ketahuan dan tetap dapat barangnya, kendati pun harus dengan suap pada aparat, dan sudah menjadi rahasia umum. Bahkan dibalik jeruji besi masih bisa mengatur peredaran barang haram ini. Jadi, bukankah ada yang salah dengan hukum di negeri tersebut?
Allah SWT. yang telah menciptakan manusia sesungguhnya telah menurunkan pula aturan bagaimana agar manusia-manusia ini dapat menjalani kehidupan dengan benar, diberkahi, serta memberikan keselamatan dunia dan akhirat.
Bahkan aturan tersebut telah diturunkan dengan lengkap, dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, dilanjutkan oleh para sahabat khususnya Khulafaur Rasyidin, dan para Khalifah sesudahnya.
Aturan ini disebut dengan istilah Islam Kafah. Islam yang mengatur secara menyeluruh untuk seluruh urusan manusia. Aturan yang adil dan tidak melihat cuan. Sebab kacamata yang digunakan adalah iman dan takwa.
Sehingga jika Islam diterapkan oleh suatu negara, maka persoalan narkoba benar-benar akan diberantas hingga akar-akarnya termasuk persoalan-persoalan lain yang menjerat masyarakat dan membuat cemas semua pihak. Masa depan generasi muda yang diterapkan Islam kafah didalamnya akan tumbuh menjadi generasi emas tanpa perlu lagi hati menjadi cemas.Wallahua’lam bishshowab. [LM/ry].
