Membebaskan Palestina dengan Apa ?

Oleh Nurul Fitri, s
Lensamedianews.com_ Sudah hampir dua tahun israel melakukan perang penjajahan. Genosida terhadap saudara muslim kita di Palestina berlangsung, dan tak satupun bantuan yang di berikan pada palestina dapat mengatasi permasalahan genosida ini. Lalu apa sebenarnya yang bisa mensolusi dengan tuntas permasalahan ini ?
Beragam opini di tengah-tengah umat berupaya menyelesaikan masalah Palestina, ada yang dengan melakukan doa bersama, sumbangan dana atau donasi, boikot produk yahudi Israel, solusi dua negara dan yang terakhir adalah dengan jihad dan Khilafah.
Untuk lebih memahami pembahasan beragam solusi diatas, mari kita bahas satu-persatu : pertama doa, adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Allah yang merupakan bentuk komunikasi verbal antara manusia dan Rabnya melalui bahasa. Berdoa berarti mengucapkan atau memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa merupakan ibadah yang agung dan penting, termasuk dalam bentuk permohonan, permintaan, dan pujian.
Doa merupakan kegiatan nonfisik berupa permohonan terhadap sesuatu, sedangkan perang adalah kegiatan fisik. Sehingga doa tidak bisa dijadikan solusi terhadap permasalahan Palestina. Sebagai contoh pada saat kita mau menjalankan ujian masuk sekolah, apakah cukup dengan berdoa saja, tentu tidak. Butuh kegiatan fisik seperti belajar atau latihan mengerjakan soal sehingga ujian dapat dijalankan dengan benar.
Kedua sumbangan dana atau donasi. Donasi adalah pemberian sukarela, biasanya dalam bentuk uang atau barang, yang diberikan oleh individu, kelompok, atau organisasi kepada orang lain yang membutuhkan. Pemberian ini tidak mengharapkan imbalan atau keuntungan apa pun.
Donasi diberikan pada saudara muslim kita di Palestina dalam rangka membantu kebutuhan mereka dari obat-obatan, pakaian, bangunan yang hancur luluh lantak hingga kebutuhan pangan keseharian. Tujuannya hanya satu untuk mempertahan kan kehidupan warga Palestina. Namun bantuan tersebut sifatnya hanyalah sementara, di saat bantuan telah habis maka kebutuhan mereka tak lagi bisa terpenuhi, atau bahkan disaat bantuan tenaga dan bangunan telah diberikan pada mereka, tapi dengan sekejap bom Israel datang kembali membumi hanguskan bangunan, jalan serta kota-kota mereka. Sirnalah bantuan donasi tersebut. Sehingga dapat ditarik kesimpulan, bahwa bantuan sumbangan dana atau donasi tak mampu menyelesaikan permasalahan perang genosida Palestina dengan tuntas.
Ketiga, boikot terhadap produk yahudi Israel. Boikot produk adalah tindakan menolak untuk membeli atau menggunakan produk dari perusahaan atau merek tertentu yang berafiliasi dengan Israel. Sebagai bentuk protes atau penolakan terhadap tindakan atau kebijakan yang dianggap merugikan atau tidak etis. Tindakan ini biasanya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk memberikan tekanan pada perusahaan agar mengubah praktik mereka.
Boikot yang dilakukan oleh personal masyarakat tentu kurang kuat pengaruhnya dibandingkan boikot yang dilakukan oleh sebuah entitas negara. Banyak kelemahan yang yang terjadi diantaranya tidak paham jenis produk boikot, lupa terhadap jenis produk boikot, kebutuhan terhadap produk tertentu yang tidak ada pengganti, Lelah terhadap tekanan boikot, dan lain lain.
Boikot terhadap produk Mc Donald misalnya. Boikot McDonald’s bisa berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan kerugian finansial yang parah. Namun, kemungkinan McDonald’s bangkrut karena boikot relatif kecil. Perusahaan tersebut merupakan raksasa global dengan berbagai sumber pendapatan dan strategi bisnis yang solid. Bisa kita telaah juga jauh sebelum terjadi aksi boikot ini, posisi mc Donald ini sudah kuat berada ditengah Masyarakat. Demikian pula dengan produk boikot yang lain. Alhasil boikot tak dapat menyelesaikan permasalahan perang genosida Israel terhadap Palestina.
Keempat solusi dua negara, solusi dua negara (bahasa Inggris: two-state solution). Merupakan salah satu opsi solusi konflik Israel–Palestina menyerukan untuk dibuatnya “dua negara untuk dua warga.” Dengan solusi dua negara, Palestina berdampingan dengan Israel, di sebelah barat Sungai Yordan.
Awal mula kaum Yahudi berada di Palestina adalah bantuan yang diberikan oleh negara Palestina dalam menampung gelombang pengungsi Yahudi. Namun saat ini justru mereka memerangi warga asli palestina menjajahnya mengusirnya, bahkan melakukan genosida atau pembersihan etnis di wilayah tersebut. Maka apakah kita berkenan hidup berdampingan dengan seseorang yang tak tahu berterimakasih tersebut? Jawabnya adalah tidak.
Sungguh solusi dua negara ini tidak mensolusi terhadap penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.
Kelima, dengan jihad dan Khilafah, Jihad dapat dimaknai sebagai qital atau perang. Jihad juga dapat dimaknai untuk seluruh perbuatan yang memperjuangkan kebaikan.
Jihad dilakukan sesuai dengan keadaannya. Jika keadaannya menuntut seorang muslim berperang karena kaum muslim mendapat serangan musuh, maka jihad seperti itu wajib. Seperti hal nya yang terjadi dengan saudara kita di Palestina. Jika mereka diperangi maka solusinya adalah dengan perang. Mengirimkan bantuan tenaga perang, bukan mengirimkan tenaga medis atau mengirim sukarelawan yang tak memiliki alat persenjataan perang. Sungguh tak seimbang. Kedatangan bantuan tentara dan peralatan perang tersebut akan dengan mudah mengusir para penjajah yang tak mau keluar dari wilayah palestina. Mereka dengan bebas menculik, menjarah dan membunuh warga sipil palestina dengan bebas, sungguh keji.
Mengirim pasukan tentara muslim ini akan sangat mudah dilakukan, mengingat Lokasi palestina ada disekitar negara-negara muslim arab yang mereka bersaudara dan seakidah.
Apalagi perlengkapan persenjataan negara muslim tersebut sangatlah lengkap. Kita lihat Mesir yang memiliki kekuatan militer, Riset Global Fire Power menunjukkan Mesir sebagai salah satu dari 15 kekuatan militer global teratas. Pada 2024 ini, militer Mesir berada di peringkat 15 dari 145 negara. Dan Lokasi mesir adalah bersebelahan dengan palestina secara langsung, belum lagi arab Saudi dengan kekayaan alamnya pasti memiliki peralatan perang dan tentara muslim yang Tangguh. Melansir dari Global Firepower, Arab Saudi memiliki anggaran militer tahunan fantastis, sebesar USD71,7 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun.
Jumlah tersebut merupakan jumlah anggaran militer tersebar di negara-negara Arab dan masuk dalam 10 besar dunia.
Global Firepower mencatat kekuatan militer Israel menduduki peringkat ke-18. Kekuatan negara Yahudi ini rupanya masih di bawah beberapa negara mayoritas muslim. Sejumlah negara tercatat memiliki persenjataan maupun personel militer lebih banyak dibandingkan dengan Israel.
Allahu a’lam bish shawab
