Fantasi Sedarah: Manifestasi Jahiliyah di Era Modern

Oleh Ika Misfat Isdiana
Lensamedianews.com_ Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman.
Sebuah kenyataan pahit dan mengusik ketenangan umat Islam adalah terungkapnya sebuah komunitas daring dengan kecenderungan seksual menyimpang yang beranggotakan ribuan individu. Fenomena ini, di mana fantasi perzinahan sedarah menjadi topik bahasan dan bahkan mungkin justifikasi, bukanlah sekadar penyimpangan individual. Lebih dari itu, ini adalah indikasi nyata dari merosotnya nilai-nilai moral dan menjauhnya sebagian masyarakat dari fitrah kemanusiaan yang lurus. Aktivitas terorganisir dalam platform digital ini membuka peluang lebar bagi terwujudnya perbuatan zina yang hakiki, sebuah dosa besar (kabair) yang diharamkan secara qath’i dalam agama Islam.
Analisis Permasalahan dan Tanggung Jawab Umat Islam
Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga diri dan keluarga serta menyeru masyarakat kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar). Pendidikan Islam yang menyeluruh (kaffah) adalah benteng utama dalam menghadapi gelombang kerusakan moral ini. Kita patut merenungkan betapa berbahayanya jika ribuan individu dengan fantasi sesat ini kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata, menghasilkan generasi predator seksual yang merasa benar karena memiliki dukungan dari komunitasnya di dunia maya.
Algoritma media sosial yang seharusnya menjadi sarana komunikasi positif justru dimanfaatkan untuk menyebarkan dan bertukar ide-ide menyimpang, sebuah kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Oleh karena itu, urgensi pendidikan agama yang kokoh dan sistematis tidak dapat ditawar lagi. Tanpa pemahaman yang benar tentang ajaran Islam, mustahil bagi individu-individu yang terjerumus dalam fantasi sesat ini untuk menyadari betapa jauh mereka telah menyimpang dari jalan yang lurus.
Upaya untuk mengatasi masalah ini tidak bisa dilakukan secara parsial atau individual. Dibutuhkan gerakan dakwah yang terorganisir dan masif, sebanding dengan luasnya jaringan kelompok penyimpang ini. Sekadar imbauan sporadis dari berbagai elemen masyarakat tidak akan cukup efektif tanpa adanya ketegasan dan kebijakan yang jelas dari pihak penguasa.
Publik menanti dengan penuh harap akan adanya pernyataan tegas dan tindakan nyata dari para pemimpin. Mengapa suara pemerintah terkesan redup dan tidak terdengar lantang dalam menghadapi kejahatan moral dan penyimpangan yang menjijikkan ini? Kepedulian dan tindakan nyata dari pemerintah saat ini adalah sebuah keniscayaan, meskipun harapan terkadang terasa menipis melihat realitas yang ada.
Solusi dalam Perspektif Islam
Kerinduan akan adanya program edukasi Islam yang efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat semakin mendalam. Kita belajar dari sejarah kepemimpinan Khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, yang dengan kebijaksanaannya mengambil langkah preventif untuk menjaga kesucian masyarakat. Tindakan beliau mengasingkan Nashr bin Hajjaj, seorang pemuda tampan yang berpotensi menimbulkan fitnah di kalangan wanita, adalah contoh bagaimana negara dalam naungan syariat Islam bertindak tegas dalam mencegah potensi kemaksiatan, bahkan pada level fantasi yang bisa menjurus pada perbuatan dosa.
Tindakan negara yang berlandaskan syariat Islam terbukti sangat efektif dalam menjaga moralitas masyarakat, termasuk dalam memberantas akar masalah seperti fantasi perzinahan. Namun, jika upaya penanggulangan hanya bersifat personal dan tidak terkoordinasi dalam kebijakan negara, maka sulit untuk mencapai hasil yang signifikan. Bahkan, bukan tidak mungkin akan timbul penolakan dan perlawanan dari kelompok penyimpang terhadap upaya nasihat dan koreksi, terutama dalam sistem pemerintahan yang dianggap kurang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai agama. Situasi ini adalah alarm bagi kita semua untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni dan memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam bish-shawab.
