Narkoba dan Masa Depan Generasi

20250530_100334

Oleh Nadisah Khairiyah

 

 

LensaMediaNews.com, Opini _ Di sudut kota, seorang remaja tergeletak tak sadarkan diri. Di ruang rehab, seorang ibu menangis melihat anaknya berjuang melawan ketergantungan. Di balik jeruji, seorang ayah menyesali pilihannya menjadi kurir narkoba. Ini bukan cerita fiksi, melainkan potret buram negeri kita hari ini.

 

 

Ketika Solusi Konvensional Tak Lagi Memadai

Kita sudah mencoba banyak cara: penindakan hukum, rehabilitasi, kampanye anti-narkoba. Tapi mengapa masalah ini tak kunjung usai? Mungkin karena kita hanya mengobati gejala, bukan akar penyakitnya.

 

 

Seperti dokter yang tak hanya memberi obat tapi juga mengubah pola hidup pasien. Pola hidup seperti tanaman yang tumbuh sesuai media tanamnya. Manusia berkembang sesuai sistem yang membingkainya – sistem sekuler akan menghasilkan pola hidup materialistik, sementara sistem ilahi melahirkan generasi yang rabbani. Narkoba merajalela bukan karena kurangnya masjid, tapi karena sistem hidup yang memisahkan agama dari negara telah mencabut perlindungan ilahi dari kehidupan bermasyarakat. Bangsa ini butuh perubahan sistemik. Bukan sekadar tambal sulam, tapi transformasi menyeluruh yang menyentuh hati dan pikiran.

 

 

Belajar dari Masa Lalu yang Gemilang

Sejarah Islam mencatat bagaimana Khalifah Umar bin Khattab membangun masyarakat yang kuat fondasi imannya. Bukan dengan hukuman semata, tapi dengan menciptakan sistem yang menjamin kebutuhan dasar rakyat, menyediakan pendidikan berbasis iman dan membangun lingkungan yang mendukung pelaksanaan aturan Allah ﷻ.
Hasilnya, akan terbentuk masyarakat yang memiliki ketahanan diri terhadap segala bentuk kemaksiatan, termasuk narkoba.

 

 

Belajar dari apa yang dilakukan sahabat Rasulullaah ﷺ, yang dijamin masuk surga tersebut, resep yang bisa kita buat untuk problema narkoba, antara lain:

1. Pendidikan yang Membentuk Karakter
Al-Qur’an mengajarkan: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan” (QS Al-‘Alaq: 1). Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tapi bagaimana ilmu itu bisa diamalkan.

 

2. Lingkungan yang Mendukung
Rasulullah ﷺ mencontohkan bagaimana membangun komunitas saling peduli. “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)

 

3. Solusi Ekonomi berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah
Banyak yang terjerumus narkoba karena tekanan ekonomi. Islam menawarkan sistem ekonomi, yang mengelola antara lain: zakat, wakaf, lapangan pekerjaan dan sumber daya alam sesuai Rasulullaah ﷺ ajarkan.

 

Apa yang bisa kita Lakukan hari Ini? Bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil maka jadilah pendengar yang baik untuk anak-anak kita, ciptakan komunitas positif di lingkungan sekitar dan pahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup

Allah mengingatkan: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS Al-Maidah: 2)

 

 

Membangun Indonesia yang Kita Impikan

Masalah narkoba adalah cermin dari krisis multidimensi. Krisis yang diawali dari mengabaikan tuntunan yang Allah berikan. Solusinya berarti dengan kembali kepada apa yang telah Allah berikan untuk manusia jalankan. Membangun sistem yang manusiawi, dan bergotong royong, menciptakan lingkungan di mana narkoba tidak lagi menemukan tempatnya.

 

 

Mari kita mulai dari lingkaran terdekat kita. Karena perubahan hakiki selalu bermula dari kesadaran, lalu bergerak dalam aksi nyata. Bukankah lebih indah jika kita mewariskan negeri yang bersih dan bermartabat untuk generasi mendatang? Bagaimana pendapat anda? Sudah siap menjadi bagian dari solusi?