Palestina, Derita Tak Berakhir dalam Naungan Sekuler

Oleh: Iliyyun Novifana
LenSaMediaNews.Com–Disebutkan bahwa ada 37 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Non-Governmental Organization (NGO) yang merupakan organisasi kemanusiaan asing diperintahkan untuk menghentikan operasinya di jalur Gaza oleh pemerintah Israel per 1 Maret 2026.
Pemberitahuan dilakukan pada tanggal 30 Desember 2025 bahwa pendaftaran mereka akan berakhir pada 31 Desember 2025 dengan masa tenggang 60 hari dan setelah itu organisasi-organisasi tersebut dapat dipaksa untuk menghentikan operasinya di Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur.
Hal ini dilakukan oleh pemerintah Israel dengan alasan bahwa organisasi kemanusiaan tersebut tidak mau memberikan daftar dan informasi yang rinci terkait staf asal Palestina yang bekerja pada mereka karena kecurigaan Israel terhadap mereka yang mempekerjakan staf yang punya hubungan dengan Hamas, dan klaim yang tidak ada bukti kuat tentang Hamas yang secara sistematis mengalihkan pasokan bantuan untuk tujuan militer atau politik (kompas.id,03-1-2026).
Sekali lagi muncul gebrakan baru dari Israel dalam menyiksa dan menyengsarakan rakyat Palestina dengan aksi penghentian operasi dari organisasi kemanusiaan. Hari-hari pun tak hentinya dilakukan serangan, pembunuhan, pencaplokan wilayah Palestina oleh rezim Israel laknatullah ini. Apa itu gencatan senjata? Mereka tidak kenal.
Padahal mereka dahulunya hanyalah entitas yang tak memiliki tempat, namun kini mereka memiliki wilayah dengan jalan merampok, dan entitas itu berubah menjadi negara yang berdiri pongah dengan aura petantang-petenteng bak preman dunia yang haus validasi.
Bagaimana tidak? Negeri-negeri kaum muslimin di dunia hanya berani mengecam, mengutuk, tanpa ada perlawanan untuk mengusir mereka dari tanah milik kaum muslimin. Telah merajalela penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) dalam tubuh kaum muslimin sehingga mereka pun lupa bahwa mereka satu tubuh, bilamana ada anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit. Sayangnya tubuh itu seperti terkena serangan stroke yang tak bisa merasakan apa-apa pada bagian tubuhnya yang sedang sakit. Atau bisa dikatakan sedang mati rasa.
Kecaman dan kutukan hanya akan menambah kesombongan penjajah dalam menginjak-injak kaum muslimin. Kaum kera tak akan paham dengan bahasa diplomasi. Mereka akan terus mewujudkan cita-cita mendirikan Israel Raya dan menguasai politik-ekonomi dunia dengan segala cara.
Lalu, rakyat Palestina yang menanggung segala derita yang tidak pernah ada habisnya selama kaum muslimin di dunia masih belum sembuh dari wahn dan masih terbuai dengan sekularisme. Bukan tidak mungkin juga jika derita itu akan menjalar ke kaum muslimin yang lain di luar Palestina hingga pada akhirnya semua akan dicaplok dan dilahap oleh penjajah.
Sebelum hal itu terjadi, tentu kaum muslimin harus segera sadar dan bangkit dari tidurnya. Menguatkan akidahnya, membuang penyakit wahn dalam tubuhnya, dan bersatu dalam naungan Khilafah Islam untuk menghentikan aksi penjajah. Karena Khilafah Islam adalah satu-satunya solusi untuk menghentikan genosida yang terjadi di Palestina maupun di wilayah dunia yang lain.
Perintah jihad akan dikomando oleh Khalifah. Menyerbu membebaskan kaum muslimin dari penindasan dan penyiksaan. Khilafah adalah sistem kehidupan yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin. Hukum-hukum yang berlaku di dalamnya bersumber dari Allah SWT. yang tertulis dalam kitab Al-Quran dan hadis, yang tidak ada keraguan di dalamnya dan menjadi petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu segeralah bersatu wahai kaum muslimin, kuntum khoiru ummah. Wallahua’lam bishshowab. [LM/ry].
