Pelecehan Seksual kian Dekat

Oleh : Beta Arin Setyo Utami, S.Pd.
Lensamedianews.com_ Kasus pelecehan kian hari kian meningkat bahkan kian dekat. Diberitakan oleh WartaBromo,com (29-04-2025), Peristiwa memilukan kembali terjadi di kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, seorang anak perempuan berusia 6 tahun menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh kakak iparnya sendiri. Tidak berselang lama bergeser ke arah wilayah selatan. Seorang gadis di bawah umur berinisial AR (13), warga Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diduga menjadi korban rudapaksa oleh ayah kandungnya sendiri, TR (34). Aksi bejat tersebut dilaporkan telah terjadi sejak korban masih duduk di bangku kelas 5 SD. Berdasarkan keterangan korban, tindakan rudapaksa dilakukan sebanyak 10 kali, dimulai saat korban masih kelas 5 SD hingga kini berada di kelas 1 SMP, Wartabromo,com (02-05-2025).
Parah dan mirisnya sederet kasus pelecehan justru dilakukan oleh orang terdekat alias keluarga atau sanak saudara yang seharusnya menjadi pelindung juga penjaga justru menjadi pemangsa alias predator. Semakin mengiris hati, kasus pelecehan banyak terjadi di rumah korban sendiri. Rumah yang dianggap adalah tempat paling aman, nyaman dan tempat berlindung dari dunia luar yang penuh mara bahaya justru menjelma menjadi tempat yang begitu mengerikan.
Sistem kehidupan hari ini yakni kapitalisme liberal menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman, tidak ada zona nyaman, semuanya membahayakan. Rumah, lingkungan, dunia nyata bahkan dunia maya dipenuhi oleh hal-hal di luar akal sehat manusia. Beberapa waktu lalu, diberitakan ada korban kekerasan seksual melapor kepada pihak berwajib, bukannya ditindaklanjuti dan diberi perlindungan juga keamanan, aparat tersebut justru merudapaksa pelapor bahkan melakukannya di kantor. Beredar juga berita bahwa tahanan wanita juga banyak yang menjadi korban rudapaksa para aparat penegak hukum.
Lantas kepada siapa gerangan bisa berlindung? Jika keluarga atau sanak saudara bisa berubah menjadi predator, bahkan sampai aparat saja bisa bertindak seolah menjadi keparat. Mereka para pelaku tak ubahnya hewan bahkan lebih sesat dari itu. Sungguh, sistem saat ini adalah sistem yang tidak berketuhanan, tidak menjadikan agama sebagai standart dan tidak menjadikan keimanan sebagai benteng. Maka, sudah saatnya kembali kepada sistem tatanan kehidupan terbaik dari Ilahi Rabbi, yang niscaya memberi keselamatan di dunia juga akhirat, tidak lain dan tidak bukan hanyalah sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah.
