Peringatan Muharam 1448 H Momentum Kembali pada Al-Qur’an

Peringatan Muharam 1448 H_Momentum Kembali pada Al-Qur'an

Oleh: Cokorda Dewi

Lensamedianews.com, Opini — Berbagai problematika kehidupan melanda umat Islam, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Mulai dari masalah perekonomian, pendidikan, kesehatan, moralitas, sosial, maupun krisis kemanusiaan.

Viral di berbagai media sosial tentang kasus perundungan (bullying) yang tak kunjung usai. Kejadian berulang dari tahun ke tahun, meski korban, pelaku, lokasi kejadian, dan waktunya berbeda, dengan pola yang nyaris sama, yakni seorang anak yang menjadi sasaran kekerasan. Hingga menimbulkan trauma, bahkan ada yang sampai mengalami koma (Kompas.com, 17-06-2026).

Di tingkat internasional, krisis kemanusiaan bahkan semakin merajalela. Zionis Israel masih terus melakukan serangan ke Gaza dan melakukan tindakan kekerasan setiap hari di Jalur Gaza, meskipun dalam masa gencatan senjata sejak Oktober 2025 (Detik.com, 26-05-2026).

Tahun Baru Islam Muharam 1448 H telah tiba, namun kondisi umat Islam belum menunjukkan sebagai khairu ummah (umat terbaik).

Di dalam negeri, penerapan sistem sekularisme kapitalisme telah mengakibatkan jurang kesenjangan sosial makin menganga lebar. Bahkan, kondisi ini memicu degradasi moral dan akidah umat sehingga memicu berbagai tindak kekerasan.

Krisis kemanusiaan di Gaza makin memprihatinkan. Selain akibat tindakan kekerasan dari pihak Zionis Israel, kasus kelaparan juga melanda rakyat Gaza. Sementara itu, para penguasa Muslim di dunia masih berdiam diri. Tidak ada yang bergerak mengirim pasukannya untuk menghentikan krisis kemanusiaan ini, bahkan tunduk pada kekuatan kafir penjajah.

Hal ini disebabkan umat Islam tersekat oleh paham nasionalisme sehingga terpecah belah dan merasa tidak memiliki ikatan persaudaraan seakidah. Rasulullah saw. bersabda dalam hadis sahih al-Bukhari dan Muslim bahwa perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan, seperti tidak bisa tidur dan demam.

Diibaratkan seorang mukmin terhadap mukmin lainnya adalah bagaikan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain (HR. al-Bukhari dan Muslim). Maknanya adalah bahwa sesama Muslim seharusnya memiliki rasa persaudaraan yang erat, kepedulian, dan solidaritas. Ketika ada saudara seakidah yang dilanda kesusahan, musibah, atau penderitaan, maka umat Islam lainnya seharusnya peduli dan membantu semampunya.

Peringatan Muharam 1448 H ini seharusnya bisa menjadi momentum untuk berefleksi bahwa kenestapaan yang menimpa umat Islam saat ini bukanlah semata-mata takdir yang harus diterima begitu saja tanpa muhasabah. Akan tetapi, akar permasalahannya terletak pada pengaruh paham sekularisme dan kapitalisme yang menjauhkan umat dari segala aturan Allah Swt. serta tidak adanya institusi yang menyatukan seluruh umat Islam di dunia sehingga umat tidak memiliki perlindungan. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya problematika yang dihadapi umat ini seolah tiada akhir.

Rasulullah saw. mengajarkan umat Islam untuk melakukan perubahan hakiki dan selalu berproses menegakkan syariat Islam. Meskipun perjuangan untuk menegakkan syariat membutuhkan waktu yang panjang dan tidak mudah, hijrah hakiki adalah hijrah dari sistem kufur (sekularisme kapitalisme) menuju sistem Islam, yaitu sistem yang berasal dari Sang Pencipta, Allah Swt. Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d: 11:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Sudah saatnya umat Islam kembali berpegang erat pada tali Allah, berpegang teguh pada pedoman hidup umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 2:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

Umat Islam memiliki kewajiban bersama jamaah dakwah Islam ideologis untuk menegakkan syariat Islam sebagaimana Rasulullah mencontohkan dakwah Islam. Ketika syariat Islam tegak, maka keberkahan dari bumi dan langit akan diturunkan oleh Allah Swt. (QS. Al-A’raf: 96).

Wallāhu a’lam bi ash-shawāb. [LM/Ah]