Premanisme Buah Kapitalisme, Islam Solusi Tuntas

20250516_142000

Oleh Dinar Rizki Alfianisa

 

LenSaMediaNews.Com, Opini–Semakin maraknya fenomena premanisme membuat masyarakat hidup dalam bayang-bayang ketidakamanan. Kekerasan, intimidasi, dan pemalakan dilakukan oleh oknum tertentu. Tidak hanya mengancam harta namun nyawa juga jadi taruhannya.

 

Dalam kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi III DPR yang sekaligus Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyampaikan, aksi premanisme mengancam keselamatan warga karena menggunakan senjata tajam saat melakukan aksinya. Ia juga menyebut bahwa tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan karena dinilai mempertaruhkan kewibawaan aparat dan negara (mentrotvnews.com, 08-05-2025).

 

Ditambah lagi hari ini para pelaku premanisme lebih kreatif. Bila dulu aksi premanisme dilakukan oleh individu saja namun hari ini dalam bentuk kelompok bahkan dibungkus melalui ormas.

 

Seperti yang menimpa sejumlah pengusaha, mereka mengaku resah dengan aksi premanisme yang dilakukan oleh ormas tertentu dengan meminta Tunjangan Hari Raya (THR) hingga jatah proyek (cnbcindonesia.com,09-05-2025).

 

Premanisme Buah Sistem Rusak Kapitalisme

 

Maraknya perilaku premanisme muncul karena sistem rusak kapitalisme yang diadopsi di negeri ini. Sekulerisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan, yang menjadi asas dari sistem ini menjadikan individu hidup dalam sikap egois. Ditambah cara pandang Kapitalisme yang mengukur kebahagiaan dari kepuasan fisik dan materi semata menjadikan individu melakukan segala hal demi mendapatkan materi sebanyak-banyaknya tanpa peduli apakah itu melanggar norma dan aturan agama atau tidak.

 

Di sisi lain sistem hukum yang diterapkan tidak memberikan efek jera bagi pelaku. Hukum yang tebang pilih juga sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Siapa yang memiliki uang dan kekuasaan akan mendapatkan perlakuan khusus atau bahkan bisa terbebas dari hukuman.

 

Tanpa disadari sistem ini adalah sistem yang rusak dan merusak. Menjadikan manusia hilang naluri kemanusiaannya serta membentuk iklim yang tidak memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

 

Islam Solusi Tuntas

 

Islam adalah agama sekaligus sistem kehidupan. Tidak hanya berisi aturan tentang ibadah ritual kepada Allah Yang Maha Menciptakan, tapi juga Islam mengatur tentang hubungan individu dengan dirinya sendiri dan individu lain.

 

Dalam Islam setiap tindak kejahatan harus diberi hukuman yang tegas dan memberikan efek jera. Termasuk tindakan premanisme adalah salah satu bentuk pelanggaran hukum syara’. Setiap pelanggaran hukum syara’ maka ada sanksi dan hukumannya dalam Islam.

 

Semua orang adalah sama di mata hukum tanpa memandang siapa orang tersebut. Jika melanggar maka akan diberi sanksi sesuai syariat. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah menunjukkan keadilan dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, bahkan terhadap putrinya sendiri.

 

Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah, apabila orang terpandang mencuri, mereka membiarkannya, dan apabila orang lemah mencuri, mereka menegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”(HR. Bukhari no. 3475, Muslim no. 1688).

 

Dalam Islam juga terdapat maqashid al-shariah (tujuan-tujuan syariah) yang merupakan prinsip-prinsip dasar yang dijaga oleh hukum Islam. Imam Al-Ghazali dan Asy-Syatibi menyebut lima hal pokok yang harus dijaga yaitu agama, jiwa (nyawa), akal, harta serta keturunan (kehormatan).

 

Maka jika aturan Islam dilaksanakan akan menjadi solusi bagi masalah kehidupan serta terjaganya 5 poin di atas. Namun sebaliknya, jika tidak dilaksanakan maka tidak terjagalah manusia dan yang hadir adalah kerusakan. Wallahualam. [LM/ry].