Satukan Kekuatan Umat untuk Membebaskan Palestina

Kekuatan_20250508_212552_0000

 

LenSaMediaNews.com__Fatima Hassouna, seorang jurnalis muda Palestina berusia 25 tahun, dilaporkan syahid dalam serangan rudal Israel yang menghantam tempat tinggalnya di Gaza. Dikutip dari CNN, Minggu (20-4-2025), Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa Fatima gugur bersama tujuh anggota keluarganya di kediaman mereka yang terletak di kawasan Al Nafaq, Gaza City.

 

Sepupu Fatima, Hamza Hassouna, mengisahkan detik-detik tragis serangan pada Jumat (18-4-2025), “Saya sedang duduk ketika tiba-tiba dua roket jatuh, satu di sebelah saya dan satu di ruang tamu. Rumah itu menimpa kami dan semuanya menjadi bencana.”

 

Kehilangan Fatima menjadi luka mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga dunia jurnalistik. Sosoknya menjadi simbol keberanian karena perannya dalam mengangkat penderitaan rakyat Gaza melalui karya jurnalistiknya. Bahkan, Fatima tengah menjadi sorotan dunia karena menjadi subjek dalam film dokumenter berjudul Put Your Soul On Your Hand And Walk, yang tetap akan ditayangkan di Festival Film Cannes bulan depan sebagai bentuk penghormatan atas keteguhan dan kemanusiaan yang diwariskannya.

 

Palestinian Journalist’s Protection Center (PJPC) menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Mereka menegaskan bahwa serangan ini merupakan kejahatan terhadap jurnalis dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

 

Namun, penderitaan kaum Muslim di Gaza seolah tak berujung. Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Zionis Israel yang semakin brutal, melampaui batas-batas kemanusiaan. Kecaman demi kecaman dari dunia internasional tidak digubris. Tragisnya, para penguasa negeri-negeri Muslim hanya berhenti pada pernyataan kecaman tanpa aksi nyata, padahal umat Islam telah mulai menyerukan jihad sebagai solusi.

 

Allah SWT telah memerintahkan kaum Muslimin untuk menolong saudaranya sesama Muslim. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa kaum Muslim adalah bersaudara. Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam itu ibarat satu tubuh; jika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan sakitnya. Maka, menjadi kewajiban bagi kaum Muslim untuk menolong saudaranya yang dizalimi.

 

Selama umat Islam masih terikat dengan nasionalisme warisan penjajah, mustahil mereka benar-benar bersatu, apalagi menggerakkan jihad sebagai solusi. Nasionalisme telah menjadi sekat yang memecah belah kekuatan umat. Oleh karena itu, sudah saatnya umat mencampakkan nasionalisme dan menyadari bahwa penjajahan hanya bisa dihentikan dengan persatuan umat di bawah satu kepemimpinan global yaitu Khilafah Islamiyah, sebagai perisai umat.

 

Umat Islam harus menyeru seluruh kaum Muslimin di penjuru dunia dengan seruan yang sama seruan untuk bersatu, bergerak, dan menuntut para penguasa Muslim untuk menjalankan kewajibannya menolong Palestina dengan melaksanakan jihad dan menegakkan Khilafah. Gerakan umat ini pun harus dipimpin agar terarah dan kuat. Pemimpin dakwah itu adalah jemaah dakwah ideologis yang teguh menyerukan jihad dan tegaknya Khilafah.

 

Para pengemban dakwah tak boleh surut. Mereka harus terus bergerak, mengerahkan seluruh kemampuan untuk mewujudkan persatuan umat dan berjuang menegakkan khilafah. Hanya dengan itulah persoalan umat termasuk tragedi kemanusiaan di Palestina dapat terselesaikan dan kehidupan Islam kembali tegak di muka bumi.

Luthfia Rifaah, S.T., M.Pd [LM/Ss]