Solusi Pendidikan Islam Pasca Bencana

LenSaMediaNews.Com–Berdasarkan informasi dari Ketua PCNU Kota Lhokseumawe, bahwa sesuai dengan data Dinas Pendidikan Dayah (Pesantren) Aceh Utara. Tercatat adanya 211 pesantren yang rusak akibat bencana banjir dan longsor (kompas.com, 25-12-2025).
Data sementara yang dihimpun, total sekolah terdampak banjir di wilayah Sumatera, mencapai sekitar 4.900 sekolah. Mayoritas berada di wilayah Aceh (detik.com, 20-01-2026).
Begitu banyaknya sekolah dan pesantren yang terdampak, menyisakan kegiatan belajar-mengajar menjadi terganggu dan tertunda. Meskipun diberitakan ada yang sudah mulai aktif kembali. Akan tetapi masih banyak sekolah dan pesantren tertutup lumpur, bahkan mengalami rusak parah, dan ada juga yang hanyut terbawa arus banjir.
Hal ini seharusnya segera ditangani dan mendapatkan perhatian khusus, terutama oleh negara. Sebab pendidikan adalah kebutuhan dasar yang penting bagi generasi muda. Dan agar pendidikan anak-anak korban bencana bisa segera berlangsung normal.
Pemulihan kondisi pendidikan pasca bencana, baik itu sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab negara. Bukan menjadi beban masyarakat, ataupun individu dan swasta. Negara berkewajiban menjamin nasib pendidikan anak-anak terdampak bencana.
Negara seharusnya segera melakukan konsolidasi dengan pihak terkait, dalam rangka memulihkan kondisi pendidikan pasca bencana, baik itu penyediaan fasilitas belajar-mengajar, perbaikan atau pembangunan tempat belajar (sekolah dan pesantren), juga pemulihan mental atau psikoligis peserta didik. Sehingga proses pendidikan tidak lama tertunda.
Paradigma Islam dalam dunia pendidikan pasca bencana. Islam mewajibkan negara untuk memberikan jaminan layanan pendidikan gratis bagi seluruh warga negara. Melalui sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam, peran lembaga pendidikan dan pesantren sangat penting, untuk membentuk generasi berkepribadian Islam.
Berperan aktif dalam menanamkan akidah Islam yang kokoh, dan menancap dalam setiap insan muslim. Memahamkan bahwa peranan seorang muslim adalah sebagai khalifah di muka bumi ini. Sehingga kelak mampu mengelola sumber daya alam untuk kemaslahatan umat, dan bukannya merusak. Serta dapat membangkitkan kesadaran umat, untuk turut aktif melahirkan generasi khoiru ummah (generasi terbaik) yang siap menegakkan syariat Allah.
Untuk itulah negara harus bergerak aktif, memberikan perhatian khusus bagi lembaga pendidikan dan pesantren. Dalam rangka pemulihan segala sarana prasarana sekolah dan pesantren, termasuk pemulihan trauma baik bagi pengajar maupun siswa pasca bencana. Cokorda Dewi. Wallahu’alam bishshowab. [LM/ry].
