Zionis Kian Biadab, Khilafah Solusi Mendesak

Oleh : Anis Nuraini
LenSaMediaNews.Com–Serangan Zionis Yahudi makin menggila. Karena mereka hanya menyerang warga sipil saja, yakni wanita, jurnalis, tenaga medis dan anak-anak yang tidak berdosa, banyak yang menjadi korbanya. Bahkan seorang dokter beserta keluarganya meninggal dunia akibat serangan brutal itu.
Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang juga berprofesi sebagai dokter, Marwan Al-Sultan, tewas dalam serangan udara Israel. Dalam serangan itu, istri dan beberapa anaknya juga tewas (bbc.com, 02-07-2025 www.bbc.com).
Kejahatan Zionis Yahudi makin melanggar perikemanusiaan dan menunjukkan kebiadaban yang sangat luar biasa. Yaitu dengan Genosida yang dilakukan Zionis sampai saat ini, dengan diluncurkan rudal dan bom kepemukiman warga Gaza.
Sampai kapan dunia abai terhadap nasib Gaza? karena tidak ada yang mampu membebaskan Palestina dari cengkraman Zionis sampai hari ini. Kaum muslim Palestina adalah salah satu korban dari buruknya paham Nasionalisme dan Nation-State di dunia Islam, sehingga tidak mampu melawan Israel.
Mirisnya, OKI, yang sejatinya menjadi wadah persatuan negara-negara muslim, juga tidak berdaya untuk menghentikan Zionis, PBB pun hanya bisa mengecam, dan mengutuk atas kebiadaban yang dilakukan Zionis, demikian pula pemimpin negeri muslim, mayoritas mereka diam, karena sebagian dari mereka adalah antek-antek atau boneka AS.
Sungguh ini adalah pengkhianatan yang besar terhadap saudara sesama muslim, karena para pemimpin negeri Islam hanya sibuk beretorika untuk membela Palestina, atau memberikan bantuan pangan dan obat-obatan saja, ibaratnya hanya memberikan obat kepada orang dipukul tetapi tidak menghentikan orang yang memukul.
Mereka enggan mengirimkan tentaranya, bahkan tangan mereka masih bergandengan dengan penjajah Zionis, mereka masih terus mendukung Zionis, dengan memberikan bantuan keuangan, bahkan bahan bakar dan persenjataan, untuk operasi militer di Gaza.
Nasionalisme menghalangi pemimpin negeri muslim untuk bergerak nyata membela Palestina dengan jihad. Betapa tidak, sejak wilayahnya dicaplok oleh Yahudi tahun 1948, kaum muslim Palestina nyaris berjuang sendirian hingga hari ini.
Nasionalisme telah menjadikan para penguasa muslim cinta pada dunia, yaitu terhadap kekuasaan dan jabatan membuat mereka mati rasa, buta mata dan hatinya atas penderitan warga Gaza. Atas semua pengkhianatan itu, mereka tak bisa lagi diharapkan untuk membebaskan negeri Palestina dari penjajahan Zionis yang makin biadab.
Maka harus ada kelompok jama’ah yang konsisten untuk membangun kesadaran umat, bahwa solusi atas Palestina adalah dengan jihad fisabillilah dan wajibnya menegakkan kembali daulah Islam karena merupakan kebutuhan mendesak untuk membebaskan Gaza.
Umat harus dipahamkan tentang Islam kafah, dengan mempererat ukhuwuh Islam, karena kaum Muslim di mana saja berada adalah saudara, seperti sabda Rasulullah saw., “Mukmin dengan Mukmin lainnya bagaikan satu bangunan. Sebagiannya menguatkan sebagian lainnya (HR Bukhari, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad).
Para pengemban dakwah yang sudah tersadar, maka harus berkontribusi menyadarkan umat agar dapat terus bersuara dan menuntut para pemimpin negeri muslim untuk segera mengirimkan pasukan tentaranya dengan sepenuh kekuatan untuk berjuang, sampai titik darah penghabisan untuk mengusir Zionis dari tanah Palestina.
Upaya penyadaran umat harus terus digaungkan, para aktivis juga harus menguatkan hubungan dengan Allah agar pertolongan Allah segera datang, juga supaya kemampuan pengemban dakwah meningkat dalam membangun kesadaran umat dan terus menjaga keistikamahan berjalan dalam dakwah yang sesuai Thariqah Rasulullah SAW.
Hanya Khilafah satu-satunya negara yang mampu melawan kearogansian negara adidaya dan Israel. Dan kita hari ini mendapatkan amanah mulia, menjadi bagian dari mereka yang menyeru persatuan kaum muslim yang menjadi syarat utama tegaknya Khilafah. Wallahualam bissawab. [LM/ry].
