Solusi Ilusi ala Negara Imperialis

Oleh : Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor
LenSaMediaNews.com–Peperangan yang terjadi antara Gaza dan Israel semakin sengit. Gencatan senjata berulang kali disepakati, namun pelanggaran terus dilakukan oleh pihak Israel dengan menyerang wilayah-wilayah Gaza.
Tidak kurang dari 31 warga Palestina tewas dihantam serangan Israel pada Sabtu dini hari, 31 Januari 2026. Penyerangan ini dilakukan sehari sebelum Israel membuka jalur penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan bahwa serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza kali ini menjadi sinyal bagi lembaga baru BoP (Board of Peace) dalam usaha menciptakan perdamaian di Palestina (dpr.ri.go.id, 2-2-2026). Sukamta juga menyebutkan tindakan Israel sudah kelewat. Negara zionis ini terus-menerus melakukan serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata 10 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan pemerintah Palestina di Gaza, tidak kurang dari 488 orang Gaza tewas dan 1.350 lainnya terluka. Segala bentuk norma kemanusiaan dan norma hukum terus dilanggar tanpa ada sistem sanksi tegas. Bahkan hukum internasional pun mandul, tidak mampu berbuat apa-apa.
Dampak Sistem Absurd
Dunia seolah tuli dari segala janji yang disepakati oleh Israel dan Palestina. Kesepakatan gencatan senjata tak lagi digubris. Bahkan nampak seperti disengaja, Israel terus menyerang Gaza meskipun sudah sangat lemah. Keadaan ini semakin ironis saat BoP telah diklaim sebagai lembaga internasional yang digadang-gadang menjadi wadah perdamaian untuk membela Gaza. Namun nyatanya, Gaza semakin membara tanpa ada yang membela.
Kejahatan kemanusiaan dibiarkan begitu saja, tanpa ada aksi nyata dunia. Parahnya, kejahatan ini dibiarkan begitu saja tanpa ada ketegasan dalam penegakan hukum internasional secara konsisten dan proporsional. Tentu saja, kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Jika dibiarkan, hukum internasional hanya dianggap sebatas hukum yang tak bernyali. Legitimasinya hilang di mata dunia, terlebih dalam pandangan Palestina.
Penerapan sistem absurd telah meluluhlantakkan Gaza dan Palestina. Sistem yang mengklaim kebebasan dan pembelaan telah menjegal dirinya sendiri dan tidak mampu tangguh membela negara yang tertindas. Konsepnya yang hanya mengutamakan asas manfaat materi telah melahirkan kezaliman yang tak berkesudahan.
Gaza terus terpuruk dalam sistem yang buruk. Ya, inilah dampak Sistem Kapitalisme yang menelan korban tak berdaya. Para perempuan, orang-orang tua dan anak-anak tak berdosa. Rusaknya lagi, Sistem Kapitalisme juga memiliki konsep yang memisahkan aturan agama dari kehidupan. Konsep halal haram dan benar salah selalu diabaikan demi kepentingan penguasa. Walhasil, kerusakan terus terjadi tanpa henti.
Sementara solusi yang ditawarkan justru jauh dari akar masalah. Gencatan senjata dan inisiasi Board of Peace hanya solusi drama yang dipilih negara imperialis, Amerika Serikat untuk melanggengkan penjajahannya di Gaza dan Palestina. Penguasa negara muslim pun hanya berdiam diri tak mampu membela.
Mereka tak memiliki nyali untuk membela Gaza dengan dalih tak memiliki kemampuan lebih untuk berhadapan dengan negara adidaya sekelas Amerika. Tak hanya itu, negara-negara muslim pun rela saudaranya terjajah dengan alasan mengamankan kawasan dan mencegah meluasnya peperangan.
Islam, Solusi Tangguh
Umat Islam harus memiliki ketegasan dalam membela saudara semuslim. Karena dengan ukhuwah inilah, kaum muslim mampu menggapai satu pemikiran dan satu perasaan hingga mampu menggapai satu gerakan yang mampu mengusir penjajahan. Tak ada toleransi terhadap drama yang dinarasikan negara penjajah, baik berupa gencatan senjata atau dewan perdamaian yang digemborkan Amerika dan Israel.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya,”Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (TQS. Ali ‘Imran: 103).
Kekuatan dan kesatuan umat mutlak dibutuhkan untuk mengusir segala bentuk penjajahan. Kekuatan ini pula yang melahirkan pemahaman dan perasaan yang sama diantara sesama saudara muslim. Dengan pemahaman dan penerapan akidah Islam yang menyeluruh, umat akan bersatu membela saudara yang tertindas.
Tak ada pilihan lain, kaum muslim harus disadarkan tentang kewajibannya membela saudara-saudara muslim. Para penguasa muslim pun harus disadarkan agar mampu mendorong dan menyiapkan kekuatan tentara muslim untuk bergerak dan mengusir segala bentuk penjajahan. Semua konsep ini hanya mampu terwujud dalam sistem Islam. Satu-satunya sistem yang mampu membela.
Mekanisme dan strateginya dapat dioptimalkan melalui pembentukan gerakan Islam yang menyatukan pemikiran, perasaan dan menumbuhkan persatuan. Inilah gerakan Islam ideologis yang mampu menempatkan hukum syariat sebagai satu- satunya aturan yang layak diterapkan. Gerakan tersebut dapat optimal berjalan dalam wadah sistem Islam. Satu-satunya wadah yang mampu menjaga kehidupan. Dengannya umat terjaga, kezaliman pun binasa. Wallahu’alam bisshowwab. [LM/ry].
