Dunia Krisis Kepemimpinan Adil dan Membawa Rahmat

#Surat Pembaca_20260121_210812_0000

Tahun kian berganti, namun keadaan dunia justru semakin mencekam di tengah hilangnya nurani kepemimpinan. Berbagai persoalan bermunculan, mulai dari konflik geopolitik, bencana ekologis, hingga krisis kemanusiaan yang tak berkesudahan. Kondisi ini melahirkan pertanyaan besar: mengapa sistem kapitalisme yang menguasai dunia saat ini tidak mampu menghadirkan kesejahteraan dan bahkan gagal menjamin keamanan manusia?

Berita dari Jalur Gaza menunjukkan bahwa sejak genjatan senjata diberlakukan, hampir 450 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.200 lainnya luka-luka akibat rentetan serangan (detiknews, 17/1/2026). Fakta ini membuktikan bahwa Gaza tidak pernah benar-benar aman di balik istilah genjatan senjata. Zionis laknatullah terus melancarkan agresi dengan dukungan langsung Amerika Serikat. Di bawah kendali AS sebagai pengemban ideologi kapitalisme, umat Islam terus berada dalam kondisi terjajah, lemah, menderita, dan semakin dijauhkan dari ajaran Islam.

Keserakahan kapitalisme juga tampak jelas melalui sikap arogan AS terhadap negara-negara lain, termasuk Venezuela. Negara tersebut menjadi sasaran ancaman karena memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, mencapai 300 miliar barel, melampaui Arab Saudi (CNBC, 5/1/2026). Demi kepentingan ekonomi dan kekuasaan, hukum internasional serta nilai kemanusiaan kerap diabaikan.

Kerusakan ekologis pun menjadi konsekuensi tak terpisahkan dari sistem kapitalisme. Deforestasi terjadi secara masif akibat kebijakan politik yang mengalihfungsikan hutan menjadi perkebunan sawit. Keuntungan hanya mengalir ke kantong korporasi, sementara rakyat menanggung dampak bencana lingkungan.

Rangkaian fakta ini menunjukkan bahwa kapitalisme sekuler telah merusak sendi-sendi kehidupan manusia, baik dalam aspek akidah, akhlak, ekonomi, politik, sosial budaya, maupun pendidikan. Kekayaan hanya berputar di kalangan elite global, sedangkan mayoritas manusia hidup di ambang kemiskinan. Kapitalisme jelas gagal mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

Islam bukan sekadar agama spiritual, melainkan ideologi yang memiliki solusi komprehensif. Ideologi hanya dapat dilawan dengan ideologi. Kepemimpinan Islam hadir untuk mewujudkan rahmatan lil ‘alamin, bukan demi keuntungan materi. Pemimpin bertindak sebagai ra’in dan junnah yang bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam. Sumber daya alam merupakan amanah yang wajib dikelola negara untuk kemaslahatan umat.

Kerusakan, ketimpangan, dan ketidakadilan global hari ini membuktikan kegagalan kapitalisme. Hanya kepemimpinan Islam yang mampu menghadirkan keadilan dan melindungi seluruh manusia dari kezaliman dan kehancuran.

 

Nur Khasanah

(Muslimah Penulis Peradaban)

 

 

[LM/nr]