Fakta Genosida Gaza, Zionis Yahudi Kuasai Palestina

Oleh: Cokorda Dewi
Opini_LenSa Media News_Kesengajaan Zionis Yahudi menargetkan genosida anak-anak Palestina telah tersebar di media sosial. Otoritasnya telah terbukti secara sistematis mengganggu kemampuan anak-anak Palestina untuk belajar, yaitu dengan melakukan serangan terhadap sekolah-sekolah, pemindahan massal, dan penutupan paksa. Otoritas Zionis Yahudi bertanggung jawab atas beban psikologis anak-anak Palestina, sebab melalui serangan brutalnya telah merusak fondasi kemampuan intelektual dan sosial masyarakat Palestina.
Laporan Komisi Penyelidik PBB menyatakan bahwa otoritas dan militer Zionis Yahudi secara sengaja melakukan tindakan genosida terhadap anak-anak Palestina, seperti pembunuhan, penderitaan fisik, dan gangguan psikologis yang berat. Bahkan setelah penetapan gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu, genosida anak-anak Palestina tetap berlanjut. Menurut komisi tersebut, bahwa mereka punya dasar yang kuat untuk menyimpulkan seluruh tindakan Zionis Yahudi sebagai upaya menghancurkan masa depan Palestina, dengan menargetkan genosida anak-anak Gaza (Bbc.com, 24-06-2026).
Zionis Yahudi telah melancarkan operasi militer di Gaza, sejak Oktober tahun 2023. Menewaskan sedikitnya 73.035 orang, termasuk lebih dari 21.280 anak-anak yang syahid. Menurut Laporan baru Komisi Penyelidik PBB, Zionis Yahudi telah secara langsung menargetkan anak-anak Gaza. Militernya terus melakukan serangan terhadap sekolah-sekolah, bangunan perumahan, dan kamp pengungsian yang dipadati anak-anak. Dalam serangannya tersebut, militernya menggunakan senjata presisi untuk menembak organ vital anak-anak Gaza, seperti drone quadcopter dan penembak jitu, serta senjata berdaya ledak tinggi. Disampaikan juga bahwa anak-anak terutama remaja laki-laki yang tertangkap, disiksa dan diperlakukan buruk di penjara atau di fasilitas penahanan Zionis Yahudi. Komisi Penyelidik PBB ini juga sudah mendokumentasikan insiden kekerasan seksual, yang menargetkan anak-anak Palestina, baik selama penangkapan ataupun di dalam tahanan (Detik.com, 24-06-2026).
Genosida di Palestina belumlah usai. Otoritas Zionis Yahudi berupaya keras sejak sekian puluh tahun silam untuk melenyapkan rakyat Palestina. Mereka ingin menguasai Palestina sepenuhnya. Dengan menargetkan genosida generasi Palestina, baik itu melalui pembunuhan, penyiksaan, membuat cacat fisik, hingga mengalami trauma psikologis yang berat. Hal ini merupakan trik licik mereka dalam upaya menghapuskan rakyat Palestina, dan menghentikan perlawanan rakyat Palestina. Otoritas Zionis Yahudi tidak perduli dengan adanya gencatan senjata, maupun kecaman PBB dan dari masyarakat dunia. Mereka tetap melanjutkan genosida, dan menargetkan anak-anak Palestina. Sehingga kedepannya mereka bisa mewujudkan negeri mereka tanpa perlawanan dari rakyat Palestina.
Fakta ini memberikan gambaran, bahwa masyarakat dunia tidak bisa mengharapkan PBB untuk menghentikan kebrutalan Zionis Yahudi. Sebab telah terbukti jika segala upaya resolusi yang ditempuh PBB menemui kegagalan. Bahkan tidak ada pengaruhnya bagi Zionis Yahudi. Dunia Islam pun tidak bisa diharapkan. Mereka tampak tutup mata, telinga, dan hati akan penderitaan rakyat Palestina. Dengan paham nasionalisme dan sistem politik kapitalisme, membuat mereka lebih mesra pada Zionis Yahudi dan sekutunya. Padahal dalam akidah Islam, umat muslim itu bersaudara. Rasulullah bersabda dalam HR. Muslim No. 2563 : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya (ketika membutuhkan pertolongan), tidak berdusta kepadanya, dan tidak merendahkannya.”
Dalam QS. Ali Imran : 103, Allah berfirman: “Dan berpegang teguh lah kamu pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai..”
Pembebasan Palestina, hanya mungkin dilakukan jika ada persatuan seluruh umat muslim dunia, dibawah komando seorang khalifah. Seorang khalifah dapat menyeru jihad fii sabilillah, jika berada dalam institusi politik, yaitu khilafah.
Seharusnya seluruh umat muslim dunia sadar, bahwa urgensi persatuan umat muslim dunia sangat diperlukan dalam membebaskan Palestina, dan menggagalkan terbentuknya megeri Zionis Yahudi Raya. Hanya dalam naungan institusi khilafah dapat menjaga eksistensi generasi Palestina. Dapat mewujudkan perlindungan anak-anak Gaza, memulihkan kesehatan fisik, mental, jiwa, serta menjamin pendidikan dan kesejahteraan hidupnya. Serta akan mampu memulihkan psikologis anak-anak Palestina dari trauma yang berat. Khilafah merupakan qodhiyah masiriyah umat, yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat muslim dunia. Sehingga mampu membebaskan Palestina dari cengkraman Zionis Yahudi dan sekutunya.
Wallahu a’lam bishshowab.
(í)
