Gaza Dibuat Lapar, Tak Cukup Bantuan Makan?

Oleh Afifah Nurul
Pelajar SMP Nassa
LenSaMediaNews.Com, Opini--Sejak 2 Maret Israel telah memblokade seluruh pasokan makanan, air dan obat-obatan untuk memasuki mengatakan bahwa penduduk beresiko mengalami kelaparan masal (news.co.id, 17-5-2025).
Zionis terus melakukan genosida dengan cara yang tidak berperikemanusiaan mereka dengan sengaja memblokade bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Gaza. Akibatnya jutaan penduduk Gaza terancam kelaparan dan kekurangan obat-obatan.
Bukan hanya itu saja, mereka juga sudah menghancurkan berbagai fasilitas kesehatan dan rumah sakit, sehingga banyak warga yang tidak mendapatkan perawatan medis secara layak. Mereka sengaja melakukan cara ini agar seluruh penduduk Gaza habis, dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Semua ini adalah bukti bahwa zionis telah lemah dan pengecut, mereka tak sanggup melawan kekuatan Gaza secara langsung, hingga melakukan cara peperangan yang paling keji dan tidak manusiawi.
Sayang, para penguasa negeri muslim dan dunia Islam yang kita saksikan hari ini bungkam, mereka sama sekali tidak melakukan pembelaan secara nyata dengan cara mengirim jutaan tentara, ribuan tank baja atau pesawat tempur untuk mengusir para penjajah. Seruan jihad yang menggema diseluruh dunia tidak mampu membuka isi hati para pemimpin muslim.
Jika para pemimpin Islam telah abai, seharusnya setiap muslim tak boleh ikut abai. Setiap muslim wajib sekuat tenaga memberikan perhatian, pembelaan, dan pertolongan kepada kaum muslim di Gaza. Bisa dengan memberikan bantuan harta, tenaga, ataupun seruan dakwah tentang pentingnya persatuan kaum muslim dunia.
Senantiasa mendo’akan mereka, memohon pertolongan Allah, sekaligus mendoakan kehancuran kaum Zionis Yahudi dan negara-negara pendukungnya.
Sesungguhnya nestapa yang dialami penduduk Gaza menguatkan persoalan besar, umat ini begitu rapuh tanpa kekuatan besar yang melindungi mereka. Berbagai institusi internasional seperti PBB, Liga Arab, bahkan Organisasi Konferensi Islam (OKI) tak mau menghentikan kebrutalan Zionis Yahudi yang disokong Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.
Krisis Gaza juga menunjukkan bahwa entitas Yahudi begitu congkak dan brutal karena di dukung oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Bantuan keuangan dan persenjataan terus mengalir untuk operasi militer di Gaza.
Kondisi memilukan ini tidak mungkin terjadi jika umat Islam memiliki perisai berupa negara Khilafah. Khilafah menjalankan perannya sebagai ra’in dan sebagai junnah yang melindungi umat IsIam dari penjajah dalam bentuk apapun. Sayangnya hari ini Khilafah belum ada, sehingga Palestina tak ada yang membela.
Padahal pembelaan terhadap Palestina adalah dengan berjihad “Dan perangilah di jalan Allah kaum yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (TQS.Al Baqarah: 190). Ayat ini akan terealisasi jika hadir kepemimpinan Islam yakni Khilafah.
Oleh karenanya sudah saatnya kaum muslimin bergerak satukan langkah perjuangan dalam mewujudkan kembali kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah Islamiyah. Walahu a’lam. [LM/ry].
