Hikmah Isra Mikraj Sebagai Momentum Kebangkitan Umat

Hikmah Isra Mikraj Sebagai Momentum Kebangkitan Umat
Oleh: Cokorda Dewi
LenSaMediaNews – Umat Muslim bergembira menyambut perayaan Isra Mikraj. Perayaan tidak hanya dilakukan di masjid, sekolah, tetapi ada juga di rumah-rumah individu. Aktivitas peringatan Isra Mikraj beragam, seperti ceramah, menggelar doa bersama, dan berbagi makanan.
Isra Mikraj dikenal sebagai peristiwa besar yang istimewa. Dalam Sejarah Islam, Isra Mikraj merupakan peristiwa yang mulia dan agung. Di mana saat itu merupakan perjalanan Rasulullah SAW. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dengan mengendarai buraq (Isra’). Kemudian Rasulullah naik ke langit, hingga sidratul muntaha (Mi’raj). Rasulullah menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Peristiwa ini diabadikan dalam QS. Al-Isra ayat 1, sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Diberitakan di media sosial, bahwa peringatan Isra Mikraj tahun ini, jatuh pada Hari Jumat, 16 Januari 2026 atau 27 Rajab 1447 Hijriyah. Itu bertepatan dengan long weekend pertama di awal tahun. Penetapan libur nasional ini, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat melakukan aktivitas keagamaan atau istirahat. (liputan6.com, 14-01-2026). Berbagai ide lomba yang seru dan bermanfaat, akan digelar saat peringatan Isra Mikraj di berbagai sekolah. (detikjateng.com, 10-01-2026)
Peristiwa Isra Mikraj ini, merupakan momentum penting dari tahapan dakwah Rasulullah SAW. Itu terjadi, setelah Amul Huzn (Tahun Kesedihan), yaitu wafatnya Khadijah radiallahu anha dan Abu Thalib, paman serta pelindung Rasulullah SAW. Hal ini merupakan peristiwa penguatan spiritual (Isra Mikraj), menuju penguatan sosial politik umat Muslim secara ideologis (Baiat Aqabah kedua).
Aqabah kedua ini, adalah momentum paling penting dalam awal sejarah Islam. Oleh karena menjadi titik awal, berdirinya masyarakat Islam di Madinah. Sekaligus sebagai landasan hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Aqabah kedua ini, juga menandai lahirnya Negara Islam (Daulah Islamiyyah) pertama. Hal ini menunjukkan komitmen politik, dan militer kaum Anshor. Momen awal persaudaraan antara Muhajirin dan Anshor, yang diikuti hijrahnya kaum Muslimin di Mekkah ke Madinah.
Pada masa sekarang, setelah satu abad lebih, sejak runtuhnya kekhilafahan Utsmaniyah. Umat Muslim berada dalam hegemoni sistem sekuler kapitalis global. Sistem yang menjauhkan umat Islam dari penerapan hukum-hukum Allah. Umat Islam masih belum menyadari, bahwa dengan ditinggalkannya hukum-hukum Allah, telah memicu terjadinya berbagai bencana yang melanda mereka. Adanya bencana politik ekonomi terstruktur, bencana sosial dan kemanusian, bencana kesehatan, bahkan bencana alam terus mengintai. Hal ini sebagai akibat keserakahan penganut sekuler kapitalis, yang tak mengenal hukum-hukum Allah.
Momentum Isra Mikraj pada era hegemoni sekuler kapitalis, seharusnya dimaknai tidak sekadar perintah salat. Yakni hanya sebatas ibadah mahdhoh saja. Akan tetapi, lebih dimaknai sebagai tonggak penegakan hukum-hukum Allah. Penegakan salat, bisa dimaknai sebagai penegakan hukum-hukum Allah, sebagaimana tahapan dakwah Rasulullah SAW.
Setelah satu abad lebih, umat Islam berada dalam kepemimpinan kapitalis global. Sudah saatnya kepemimpinan Islam ditegakkan kembali. Kerusakan dan kemungkaran telah terjadi semakin masif, sejak hegemoni kapitalis global makin berkembang. Terjadinya penjajahan di Palestina, dan negeri-negeri Muslim yang terpecah belah. Kezaliman penguasa kafir atas umat Islam minoritas di Uyghur, Rohingya, India, Pilipina Selatan, dan Russia. Semua ini, sudah saatnya dihentikan.
Kesadaran dan kebangkitan umat Islam sangat penting, dalam penegakan hukum-hukum Allah di muka bumi ini. Hanya melalui persatuan umat Muslim global, di bawah kepemimpinan seorang khalifah. Sehingga hukum-hukum Allah dapat ditegakkan kembali. Serta dapat menyeru pembebasan umat Muslim dari penjajahan, juga penderitaan akibat keserakahan dan kezaliman penganut sekuler kapitalis global.
Kemunculan partai Islam Ideologis sangat penting peranannya. Partai Islam Ideologis dapat membina dan membimbing umat, untuk melestarikan kehidupan Islam. Berjuang bersama-sama dalam penegakan hukum-hukum Allah di muka bumi ini. Itu karena, penegakan hukum-hukum Allah merupakan hal yang urgen dan vital.
Dengan tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi, maka Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi.
Wallahu’alam bishshowab.
