Kepemimpinan Kapitalisme Akar Kesengsaraan Umat

Oleh Siska Juliana
LensaMediaNews.com, Opini_ Kepemimpinan global saat ini dikuasai oleh sistem kapitalisme yang tidak terlepas dari peran Amerika sebagai pengembannya. Sistem ini telah nyata menampakkan kerusakannya. Krisis yang terjadi di berbagai bidang kehidupan seperti ekonomi, moral, politik, hingga krisis lingkungan merupakan dampak dari bobroknya kapitalisme.
Amerika telah memainkan peran dari belahan bumi timur sampai ke barat. Semua itu dilakukan untuk merampok sumber daya alamnya dan menjajah sumber daya manusianya.
Kapitalisme dan Amerika
Krisis kemanusiaan yang terjadi di negeri-negeri muslim, seperti genosida di Gaza menunjukkan betapa zalimnya tatanan global hari ini. AS sebagai pendukung utama Zion*s telah menewaskan 71.439 warga dan 171.324 lainnya mengalami luka-luka sejak Oktober 2023. Lebih dari itu, 1,5 juta warga Gaza terpaksa mengungsi dan bertahan hidup di kamp-kamp darurat tanpa ada fasilitas dasar. (liputan6.com, 16-01-2026)
AS memasok senjata dan ikut memblokade wilayah Gaza untuk menerapkan strategi pelaparan. Sepanjang tahun 2025, terdapat 95.000 anak mengalami malnutrisi. Selain itu, situasi Gaza sekarang dilanda cuaca dingin. Lagi-lagi AS membiarkan Zioni*s memanfaatkan kondisi tersebut untuk membunuh warga Gaza secara perlahan.
Mirisnya, masyarakat dunia menyaksikan hal ini dan para penguasa hanya bisa melontarkan kecaman tanpa ada aksi nyata. AS juga memiliki hak veto di PBB sehingga memuluskan jalan bagi kepentingan sekutunya.
Tidak hanya berulah di Gaza, AS melancarkan aksinya ke Timur Tengah, yaitu menyerang Lebanon dan Yaman. Kemudian merebut hegemoni Inggris di Sudan demi mendapatkan emas dan minyak. AS diduga kuat terlibat dalam tewasnya 120.000 rakyat tidak berdosa, lebih dari setengah juta anak kelaparan, dan lebih dari 12 juta warga hidup di pengungsian.
AS pun kembali mengancam akan menyerang Iran. Terbaru, AS mengejutkan dunia dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya di Caracas dengan dalih untuk menegakkan hukum dan membawanya ke pengadilan atas tuduhan terorisme narkotika pada 2020.
Hegemoni Kapitalisme
AS dan kapitalisme yang diembannya memposisikan diri sebagai polisi dunia yang dapat melakukan apa saja, termasuk menyerang dan ikut campur dalam urusan negara lain. AS melakukan hal tersebut terutama pada negara yang kaya akan sumber daya alam, seperti emas, minyak, dan sebagainya.
Hal ini sejatinya merupakan thariqah kapitalisme yaitu penjajahan untuk melanggengkan hegemoninya. Semuanya seakan terlihat superpower karena tidak ada kekuatan yang menjadi penyeimbang sebab seluruh dunia mengusung ideologi yang sama dan turut serta dalam permainan AS.
Sebenarnya ideologi kapitalisme sangat lemah karena rapuh dari asasnya. Asas ideologi ini merupakan akidah sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan dan mengagungkan kebebasan. Di sisi lain, akal manusia yang lemah dan terbatas digunakan untuk mengatur seluruh urusan kehidupan. Alhasil, aturan yang dihasilkan pun bersifat destruktif dan menjadi sebab lahirnya berbagai kezaliman di muka bumi.
Kepemimpinan Global dengan Islam
Ada tiga ideologi di dunia ini, yaitu sosialisme, kapitalisme, dan Islam. Setelah Uni Soviet yang mengusung sosialisme runtuh, tidak ada ideologi penyeimbang yang bisa mengalahkan kapitalisme selain Islam. Namun, sejak runtuhnya Khilafah pada 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924) tidak ada satu pun negara yang mengemban Islam sebuah ideologi.
Barat senantiasa mengaburkan Islam sebagai ideologi dengan berbagai cara, mulai dari bidang pendidikan, politik, ekonomi, budaya, dan yang lainnya. Mereka berambisi untuk menjauhkan umat Islam dari kebangkitan dan terus hidup dalam cengkeraman penjajah. Mereka menyebarkan propaganda buruk tentang Khilafah sehingga umat Islam makin terpecah belah.
AS dan sekutunya sangat menyadari bahwa sistem kepemimpinan Islam, yaitu Khilafah adalah satu-satunya sistem kepemimpinan yang mampu mengalahkan kapitalisme. Khilafah yang mampu memutus hegemoni mereka.
Khilafah tegak di atas akidah yang benar, yaitu menjadikan kedaulatan di tangan Allah, Sang Pencipta. Seluruh aturannya merupakan solusi atas berbagai permasalahan kehidupan dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Khilafah akan menjaga akal, jiwa, harta, dan kehormatan manusia.
Dalam catatan sejarah, umat manusia hidup sejahtera di bawah naungan Khilafah. Mereka menjadi khairu ummah yang memiliki peradaban gemilang. Khilafah mampu tampil sebagai role model kemajuan dan tidak terkalahkan selama belasan abad. Negara dipenuhi berkah sebab menjalankan ketaatan total kepada Allah Swt.
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96)
Khatimah
Umat Islam hari ini hidup dalam kehinaan dan keterpurukan akibat tunduk pada kepemimpinan kapitalisme yang menafikan aturan Sang Pencipta. Umat Islam harusnya bersatu, bangkit, dan berjuang untuk mewujudkan kembali kehidupan Islam yang mampu membawanya pada kemuliaan.
Allah Swt. telah menjanjikan bahwa Khilafah akan datang mewujudkan kesejahteraan dan keadilan, termasuk menjadi pembebas Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya. Alhasil, hegemoni kapitalisme akan lenyap dan kepemimpinan global diganti dengan Islam yang menebar rahmat bagi seluruh alam. Wallahu’alam bishshawab.
