HIV/ AIDS : Merusak Masa Depan Generasi 

HIV-AIDS-LenSaMediaNews

Oleh: Rejeyanti, S.S

 

LenSaMediaNews.com–Betapa miris melihat masa depan generasi sekarang yang sudah ternoda dengan penyakit HIV/AIDS,  membuat mereka hancur masa depannya, hal ini terjadi dikarenakan generasi bergaul terlalu bebas dan tidak ada batasnya. Saat ini hukum Allah swt. telah diabaikan oleh manusia. Sehingga, perbuatan zina dimana-mana terjadi. Salah satu dampaknya semakin tumbuh subur penyakit kelamin yang disebut dengan HIV/AIDS.

 

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah negara yang berhasil menekan infeksi baru secara signifikan melalui deteksi dini dan pengobatan yang masif. Menurut data Kementerian Kesehatan, tahun 2025 diperkirakan terdapat sekitar 564.000 orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia. Namun hingga Maret 2025, baru sekitar 356.638 orang atau 63 persen yang mengetahui status kesehatannya (Kompas.com,  09-06-2026).

 

Mereka generasi yang seharusnya berada di puncak perubah peradaban yang tak hanya  mampu menggerakkan perekonomian, membangun keluarga bahkan menyiapkan masa depan generasi perubahan, sayangnya justru yang terjadi semakin banyak terjerat dalam lingkungan penyakit yang menggerogoti kualitas hidup dan masa depan generasi. Seakan-akan sedang membangun sebuah istana, tetapi fondasinya yang digunakan tidak kuat.

 

Lemahnya Peran Negara

 

Negara yang seharusnya sebagai pelindung generasi perubahan peradaban nyatanya abai dan melupakan perannya sebagai pelindung generasi. Pergaulan yang bebas membuat peluang bagi individu untuk dapat menyalurkan seksualnya. Apalagi, adanya sarana media yang mempermudah seseorang melakukan maksiat.

 

Untuk menuntaskan kasus ini, maka harus dicari dulu sumber masalahnya hingga tuntas. Selama kebijakan yang di gunakan berparadigma kapitalisme sekuler, yakinlah masalah tidak akan tuntas hingga sampai akar-akarnya. Apalagi sistem hukum yang lahir dari Demokrasi liberal lebih menekankan perlindungan terhadap kebebasan individu dari pada pencegahan moral.  Akibatnya,  kontrol sosial di tengah masyarakat semakin melemah, sementara masyarakat terus cuek dengan masalah yang ada.

 

Solusi Islam Masa Depan Generasi 

 

Islam memandang manusia bukan sekadar mahkluk biologis yang membutuhkan kesehatan fisik, tetapi juga mahkluk yang memiliki naluri yang harus diatur sesuai apa yang telah ditetapkan Allah swt. Karena itu Islam tidak hanya mengobati dampak kerusakan, tetapi juga membangun sistem kehidupan yang mencegah sejak dari hulunya. Sebagaimana dijelaskan di kitab An Nizhamul Ijtima’i fil Islam ( Sistem Pergaulan Dalam Islam ) Karya Syekh Taqiyuddin an-nahbani:

 

Pertama , Islam menetapkan sistem pergaulan yang menjaga kehormatan laki-laki dan perempuan Islam melarang segala bentuk pergaulan bebas yang dapat menjadi jalan menuju perzinaan dan penyimpangan seksual. Allah swt berfirman. “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” ( TQS Al-Isra’ : 32). Kehidupan laki-laki dan perempuan terpisah dalam berbagai aktivitas yang tidak memerlukan percampuran, sementara interaksi tetap diperbolehkan dalam perkara yang dibenarkan syariat seperti muamalah, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan kebutuhan publik lainnya.

 

Kedua, Islam secara tegas mengharamkan hubungan seksual kepada yang bukan mahram. Perilaku ini tidak hanya bertentangan dengan fitrah manusia, tetapi juga mejadi salah satu faktor risiko utama penyebaran berbagai penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Sebagimana, kisah umat Nabi Luth yang diabadikan didalam firman Allah swt, “ Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk memenuhi nafsumu, bukan kepada perempuan Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS AL-A’raf : 81).

 

Ketiga, Islam menerapkan sanksi dan hukum sebagai mekanisme pencegahan. Dalam pandangan Islam, sanksi bukanlah bentuk balasan dendam negara terhadap pelaku maksiat melainkan sarana menjaga masyarakat dan kerusakan yang lebih luas. Dan ketegasan ini sebagai zawajir (pencegah) sekaligus jawabir (penebus dosa bagi pelaku di dunia).

 

Kemajuan tidak lahir dari kebebasan tanpa batas sebagaimana yang di agungkan peradaban modern. Sebagai seorang manusia pastinya menginginkan kesehatan fisik, ketenangan jiwa dan keteraturan sosial. Maka, baik secara logika akal manusia dan keimanan seorang hamba, tidak ada sistem aturan lain yang lebih layak dari syariat Islam. Maka, tidakkah ini menjadi alarm untuk bersegera mengubah kerusakan sosial hingga bisa menghindar dari azab Allah ketika zina dan riba dibiarkan. Wallahualam bissawab. [LM/ry].