Krusialnya Peranan Ibu di Era Digital 

Krusialnya Peranan Ibu_20260106_172949_0000

Oleh: Cokorda Dewi

 

Lensa Media News – Dilansir berita tentang anak SD yang kecanduan gadget. Mengalami kesulitan fokus belajar, dan pernah membanting teman sekelasnya, hanya karema merasa tertantang. Hingga akhirnya menjadi pasien rumah sakit jiwa. (detik.com, 18-11-2025)

Fenomena anomali brain rot, yaitu paparan konten absurd, jika berlebihan dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan berpikir secara sistematis pada anak. Hal ini disebabkan konten absurd tersebut sering ditampilkan tanpa konteks emosional dari suatu peristiwa. (detik.com, 04-07-2025)

Fakta fenomena tersebut, menandakan adanya sikap abai dari orang tua, dalam mengendalikan penggunaan gadget pada anak. Hal ini tak terlepas dari pengaruh sistem sekuler kapitalis.

Di tangah maraknya pengaruh sekuler kapitalis, moderasi beragama, liberalisme, kesetaraan gender yang menggempur umat saat ini.

Peranan seorang ibu di zaman digital sekuler kapitalis ini, sangatlah penting. Penting untuk menjaga anak-anaknya agar tidak oleng atau hilang arah di tengah derasnya arus digitalisasi. Arus digitalisasi yang membawa begitu banyak pengaruh sekuler liberal, yang tanpa disadari bermunculan di berbagai konten digital, maupun game online. Platform yang tak perduli tentang aqidah, tidak perduli halal haram, bebas tanpa batasan moral, hanya berlandaskan pada asas manfaat saja, yang penting bernilai cuan. Efek negatifnya pun telah banyak diberitakan diberbagai media sosial, bahkan ada yang menjadikan ruang digital sebagai kiblat berpikir generasi muda.

Untuk menyelamatkan anak-anak atau generasi muda dari pengaruh pemahaman bathil, peranan seorang ibu sangat dibutuhkan. Seorang ibu harus mampu menjaga, membimbing, mengarahkan anak-anaknya agar tidak terpeleset oleh konten-konten negatif yang bertebaran bebas di ruang digital, termasuk pemahaman -pemahaman yang bertentangan dengan pemahaman Islam.

Seorang ibu diberikan potensi oleh Allah, yaitu multi tasking (bisa mengerjakan berbagai aktivitas dalam satu waktu), dan sebagai madrasah ula (pendidikan utama) bagi anak-anaknya. Untuk mengoptimalkan potensinya di tengah kesibukan urusan rumah tangga sebagai ummun warobatul bayt, pemahaman tentang aqidah Islam sangat penting. Islam tidak hanya sekedar urusan ibadah saja, tapi juga pemahaman dari sisi Islam sebagai ideologis. Memahami Islam Ideologis, adalah untuk memahami apa tujuan haqiqi yang harus dituju, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi problematika hidup yang semakin kompleks dalam era digital ini. Pentingnya berada di lingkungan dengan sistem yang shohih. Tidak hanya semata-mata disibukkan oleh urusan duniawi, demi kebahagian dunia. Padahal dunia ini hanya bersifat sementara, yang kekal adalah kehidupan setelah kematian, yaitu kehidupan di akhirat.

Dengan pemahaman Islam Ideologis, seorang ibu akan mampu melakukan kewajibannya sesuai dengan syari’at, dan juga mampu menempatkan prioritas dalam kehidupan sehari-harinya. Pentingnya berada dalam jama’ah dakwah Islam Ideologis, untuk turut mensyi’ar-kan pentingnya pemahaman dan penerapan Islam sebagai ideologi. Demi menciptakan lingkungan yang kondusif dan shohih. Memudahkan mendidik anak-anaknya, memastikan anak-anaknya tetap berada dalam koridor syari’ah Islam, terhindar dari kemaksiatan, dan punya tekad untuk berbenah melalui bekal Iman aqidah yang kokoh, untuk memperjuangkan kebangkitan Islam, menjadikan pemuda sebagai pelopor perubahan zaman menuju kejayaan Islam.

 

 

[LM/nr]