Lagi, Penghinaan Nabi,  Buah Kebebasan Demokrasi

Nabi Muhammad, LenSamedia

LenSaMediaNews.Com–Majalah LeMan edisi Kamis, 26 Juni 2025 di Turki, diduga memuat kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Gambar yang ditampilkan disebut-sebut menampilkan sosok Nabi Muhammad dan Nabi Musa yang sedang berjabat tangan di atas langit kota yang sudah menjadi puing-puing.

 

Imbasnya, empat orang ditahan oleh pihak kepolisian setempat, meliputi kartunis Dogan Pehlevan, Pemimpin Redaksi Zafer Aknar, desainer grafis Cebrail Okcu, dan manajer Ali Yavuz. Hal itu menambah daftar panjang kasus karikatur Nabi Muhammad di dunia (Tempo.co, 2-7-2025).

 

Penghinaan terhadap nabi ini berkali – kali terjadi dan masih terus terulang lagi. Tidak ada rasa jera meski sudah berkali-kali mendapat kecaman dari masyarakat. Apa yang membuat mereka terus berani melakukan hal ini?

 

Kebebasan berekspresi dalam sistem Demokrasi Kapitalisme sekular menjadi alasan bagi mereka. Sistem ini yang memunculkan ide kebebasan berekspresi dan kebebasan-kebebasan yang lainnya. Selama sistem ini yang digunakan, maka kemungkinan penghinaan pada Nabi maupun Islam masih akan terbuka lebar.

 

Oleh karena itu, solusi mendasar bukan hanya sekadar mengecam, tetapi membangun kembali kehidupan Islam yang kafah. Sebuah sistem yang akan menjadi perisai untuk menjaga kehormatan agama Islam, melindungi kemuliaan Nabi, dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi musuh-musuh Islam untuk melecehkannya. Perisai ini hanya akan bisa diwujudkan dengan tegaknya institusi Khilafah Islamiah.

 

Dalam sistem Khilafah, negara akan menjadi pelindung umat, termasuk dari penghinaan terhadap agama dan Nabinya. Para ulama bersepakat bahwa menghina Nabi saw. adalah kejahatan besar dan berhak mendapat hukuman mati.

 

Hal ini tidak hanya berlaku bagi individu, tetapi juga komunitas atau negara. Jika penghinaan dilakukan oleh negara, Khilafah tidak akan ragu memberikan respons tegas terhadap negara tersebut, bahkan jika perlu dengan jihad.

 

Oleh karena itu, satu-satunya solusi tuntas untuk menghentikan penghinaan terhadap Nabi saw. adalah dengan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Sebuah sistem yang akan benar-benar menjaga kemuliaan Islam dan nabinya, serta tidak akan membiarkan musuh-musuh Islam berbuat semena-mena atas nama kebebasan. Wallahualam bissawab. Umm Deka. [LM/ry].