Layaknya Fajar, Kebangkitan adalah Sebuah Keniscayaan

Kebangkitan Islam,

Oleh Inas A

(Aktivis Muslimah Muda Surabaya)

 

LensaMediaNews.com, Opini_ Kesempurnaan iman seorang muslim hanya dapat tercapai dengan mencintai saudara seiman seperti ia mencintai dirinya sendiri. Kewajiban menolong sesama muslim, khususnya yang sedang dizalimi oleh musuh-musuh Islam. Rasulullah bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR Muttafaq ‘alaih). Berangkat dari dalil ini sepatutnya saudara sesama muslim segera menolong kaum muslim Palestina khususnya warga Gaza .
Situasi Gaza sangat menyedihkan, korban tewas di Gaza naik lagi sebanyak 56.412 jiwa. Seolah perang Iran seperti fajar yang memberi harapan baru, tetapi kenyataannya justru membuktikan solusi basi seperti yang dituntut oleh sebagian penguasa muslim. Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyepakati rencana gencatan senjata di Gaza yang akan diterapkan dalam tempo dua pekan ke depan.  (news.republika.co.id, 26-6-2025). Solusi dua negara tak pernah menyelesaikan problem di Gaza. Bukti telah nampak negara kafir AS memberikan bantuan untuk menghancuran Gaza.

 

Kekuatan iman yang dimiliki warga Palestina khususnya Gaza membuktikan siap mati demi mempertahankan tanah Palestina. Tanah wakaf yang dibebaskan oleh pasukan Khalifah Umar Bin Khattab dari kekuasaan Bizantium dalam perjanjian Umariyah 637 M. Kaum muslimin Palestina sangat kuat dan yakin sesuai sabda Rasulullah, “Siapa saja yang terbunuh karena membela hartanya, dia syahid. Siapa saja yang terbunuh karena membela agamanya, ia syahid. Siapa saja yang terbunuh karena membela darahnya, ia syahid. Siapa saja yang terbunuh karena membela keluarganya, ia syahid.” (HR At-Tirmidzi). 

 

Warga Palestina akan terus mempertahankan tanah kaum muslimin. Jalan untuk menolong muslim Palestina adalah jihad dan Khilafah. Secara syar’i  jihad adalah mencurahkan kemampuan untuk berperang di jalan Allah secara langsung atau dengan bantuan harta, pemikiran, memperbanyak perbekalan, dan sebagainya’. (Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Jilid 2). Jihad adalah ajaran Islam untuk memerangi musuh Islam dan melindungi negeri Islam sekaligus warganya.

 

Pemahaman akan wajibnya jihad tak terdengar dan tak dipahami karena ketiadaan Khilafah. Sementara Rasulullah saw. tegas menyebutkan pentingnya Khilafah sebagai perisai pelindung umat, khususnya warga Gaza. “Sungguh Imam (Khalifah) adalah perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikan dia sebagai pelindung.” (HR Muslim).

 

Imam An-Nawawi menjelaskan makna ”Imam adalah perisai”, yakni seperti penghalang. Ini karena Imam (Khalifah) akan mencegah musuh dari upaya menyakiti kaum muslim.

 

Ufuk fajar telah menampakkan sinarnya dari saudara muslim Palestina dengan kekuatan keimanannya. Kekuatan ini harus tersebar menjadi dorongan besar bagi kaum muslimin secara global. Allah dan Rasulnya telah mengabarkan kembalinya Khilafah Islamiyah ala manhaj kenabian. Khilafah inilah yang dijanjikan mengalahkan seluruh musuh-musuh Islam. Bila kebangkitan Islam sudah pasti, kaum muslim harus berjuang mewujudkan, serta siap menyadarkan umat dengan dakwah ideologis tentang kewajiban dan urgensitas kepemimpinan Islam. Dakwah Ideologis butuh kelompok ideologis untuk menyatukan kaum muslim, dan menbentuk dunia Islam menjadi kekuatan adidaya global dengan Khilafah Islamiyah.