Manusia Mulia Hanya dengan Islam

Oleh: Muflihatul Chusnia
LenSaMediaNews.Com–Berita mencengangkan dari media sosial group FB dengan username ” Fantasi Sedarah”. Jika dilihat dari namanya. Username tersebut mengandung unsur menyimpang secara moral dan agama. Fantasi sedarah adalah komunitas yang mengunggah vidio atau foto tidak senonoh dengan keluarga atau disebut inses. Info dari laman Humas Polri. (Detik.com, 22-5-2025).
Kasus hubungan sedarah memang bukan hal baru di negeri ini. Sebelumnya juga terjadi di Banyumas yang berakhir dengan pembunuhan. Pelaku membunuh 7 bayi hasil dari hubungan tersebut (Kompas.com, 27-6-2023). Kemudian baru -baru ini juga terjadi di kota Medan. Sepasang kakak beradik mengirim mayat bayi hasil dari hubungan terlarang via ojek online.(Kompas.com,10-5-2025).
Sungguh kondisi yang sangat miris, perilaku manusia semakin diluar nalar, begitu sangat menjijikkan dan hina. Seakan dunia tambah edan. Punya akal tapi diabaikan. Itu bukti kerusakan sosial masyarakat yang mayoritas muslim. Apa penyebabnya?
Inses termasuk perilaku terlarang, karena menyalahi fitrah manusia. Dorongan nafsu seksual yang menyimpang, bisa juga dari interaksi yang salah dalam keluarga atau lingkungan. Namun setelah ditelaah lagi, penyebab yang lebih dominan adalah karena rangsangan eksternal, seperti, dari vidio pornografi yang bebas diakses, minuman beralkohol ataupun narkoba.
Yang efeknya mampu menghilangkan kesadaran dan kendali diri. Sehingga tak mampu menahan syahwat, akhirnya pada siapapun bisa dilampiaskan.Tidak peduli saudara kandung atau bukan, yang penting puas. Naudzubillahi mindzaalik.
Apalagi ditambah dengan pemahaman agama yang minim, lingkungan keluarga atau tetangga yang individualis, plus didukung oleh sistem Kapitalis sekuler yang melahirkan paham Liberalisme. Menjadikan hidup terpisah dari agama, yang orientasinya adalah kebahagiaan materi dan kenikmatan jasmani, sehingga bebas melakukan apapun tanpa aturan.
Jadi wajar jika perilaku manusia saat ini lebih hina dari binatang. Kondisi yang sangat mengerikan, semakin rusak, jauh dari kata aman dan nyaman. Hingga keluarga sendiripun menjadi ancaman. Efek dari sistem yang kita gunakan. Akar dari semua kerusakan.
Keluarga harusnya menjadi pelindung, tempat cinta kasih, tempat keluh kesah. Dan rumah harusnya menjadi tempat teraman dan nyaman, kini berubah menjadi tempat berbahaya dan menakutkan. Jika demikian dimana tempat yang tepat dan aman?
Di era digitalisasi saat ini. Informasi apapun sangat mudah didapatkan. Dan tanpa disadari mempengaruhi kebiasaan dalam kehidupan kita. Media sosial yang berasaskan Kapitalis sekuler menciptakan individu yang hedonisme dan permisif. Jadi tidak heran banyak sekali perilaku manusia yang amoral.
Padahal kata Allah manusia adalah makhluk mulia dan yang sempurna . Jikalau kita taat syariat-NYA. Namun kini manusia merendahkan martabatnya sendiri, dengan serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari perilaku binatang. Astagfirullahal ‘adziim.
Maka dari itu Islam menawarkan solusi seluruh problematika manusia. Tidak hanya men solusi tapi mencegah. Solusi menyeluruh yang tak hanya kuratif tapi preventif.Karena Islam memiliki seperangkat aturan yang sempurna. Dan hanya dengan mengembalikan kehidupan Islam manusia menjadi mulia. Wallahu ‘alam bishowab. [LM/ry].
