Nabi Berulang Dihina dan Cara Membelanya

Oleh : Sri Ratna Puri
Sahabat WCWH
LenSaMediaNews.Com–Penghinaan terhadap Islam kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh surat kabar LeMan, di negara sekular Turkiye. Surat kabar tersebut menerbitkan karikatur Nabi Muhammad saw. sedang berjabat tangan dengan nabi Musa a.s. di tanggal 26 Juni 2025. Empat orang kartunisnya telah ditangkap polisi, setelah 250-300 masa bergerak menggeruduk kantornya.
Penangkapan terhadap empat orang kartunis ini menimbulkan pro dan kontra. Mengingat Turkiye adalah negara sekular, yang memisahkan aturan agama dalam aturan bernegara. Sebaliknya, memberikan ruang kebebasan dan jaminan bagi rakyatnya untuk mengeluarkan pendapat, walau bertentangan dengan aturan Islam.
Padahal, Turkiye memiliki akar sejarah panjang bersama Islam. Turkiye pernah menjadi pusat kekuasaan Usmaniyah, yang menjalankan sistem kekhilafahan Islamiyah berabad-abad lamanya. Sayangnya, diruntuhkan di tanggal 3 Maret 1924, oleh seorang agen Inggris bernama Kemal At-Taturk, dan digantikan menjadi negara Turkiye sekular sampai sekarang.
Kini, pada saat umat Islam menderita, seperti yang terjadi di Palestina, Nabinya berulang-ulang dihina, umat tak bisa apa-apa. Sebab, tak ada negara yang menjaga kehormatan dan menerapkan aturan Islam sebagaimana Allah Swt. telah mewajibkannya.
Dalam Islam, menggambar atau melukis sosok Nabi Muhammad saw. merupakan keharaman. Ini termasuk penghinaan. Bagi pelaku yang nekat membuat, akan mendapatkan hukuman berat. Berupa hukuman mati. Sebagaimana sahabat Nabi telah membunuh budak wanita yang menghina Nabi. Kembali, saat ini umat tidak berdaya untuk bisa menjaga kehormatan serta kemuliaan Nabinya. Sebab, tak ada negara Islam yang menjaga keadilan.
Perlu diingat, peran media Barat sebagai corong kekuasaan sekular Kapitalis. Pengarusutamaan opini, termasuk sengaja membuat kartun Nabi, bisa jadi bagian dari agenda terselubung mereka untuk menguji reaksi dan mengukur kesadaran ideologis dari umat Islam saat ini. Sebab, kesadaran ideologis akan menghancurkan mereka, dan mengembalikan kejayaan Islam.
Ini yang mereka takutkan dan berusaha mereka redam. Maka, mari kita bela Nabi, dengan merapatkan diri pada barisan dakwah idiologis mewujudkan Islam kafah. Wallahualam bissawab. [LM/ry].
